Alfajri, Muhammad Hafizh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Kuman dan Uji Kepekaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Daerah Operasi di Departemen Obstetri & Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2020-2022 Alfajri, Muhammad Hafizh
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v48.i4.p412-425.2025

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) adalah infeksi pada lokasi insisi yang muncul dalam 30–90 hari setelah tindakan operasi. Pedoman penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu disesuaikan dengan hasil surveilans pola kuman dan uji kepekaan antibiotik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan data sekunder berupa hasil kultur mikrobiologi dan rekam medis pasien IDO di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2020–2022. Dari 28 pasien yang terdata, 18 memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Kelompok usia terbanyak yang mengalami IDO adalah wanita usia subur 15–49 tahun (77,8%). Kultur mikrobiologi menunjukkan kuman terbanyak adalah Escherichia coli (27,8%), diikuti Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter cloacae, dan Staphylococcus aureus. Uji kepekaan menunjukkan kuman Gram negatif sebagian besar sensitif terhadap amikasin dan meropenem, sedangkan kuman Gram positif sensitif terhadap gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah seftriakson (66,7%). Kesimpulan: Escherichia coli merupakan penyebab utama IDO pada pasien obstetri dan ginekologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Amikasin dan meropenem efektif untuk kuman Gram negatif, sementara gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin efektif terhadap kuman Gram positif. Seftriakson menjadi antibiotik profilaksis yang paling banyak diresepkan, sehingga perlu evaluasi kesesuaiannya dengan pola kuman lokal.