p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Agro
Eliesti, Fredrika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Tanaman Kailan (Brassica Oleracea Var. Archepala) Terhadap Kombinasi Aplikasi Intensitas Pemberian Pupuk Organik Cair dan Perbedaan Dosis POC BANDOTAN (Ageratum Conyzoides) Putri, Amalia; Yora, Muharama; Eliesti, Fredrika; Nelvi, Yusmi; Afrini, Delsi; Harissatria, Harissatria
Jurnal Sains Agro Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v9i1.1463

Abstract

Tanaman kailan adalah sayuran yang tinggi peminat, tetapi jumlah produksinya masih rendah.  Sesuai hal tersebut, maka diberikan pupuk organic cair bandotan. Penelitian bertujuan untuk melihat respon tanaman kailan terhadap perlakuan intensitas waktu pemberian pupuk organik cair dan perbedaan dosis POC bandotan serta kombinasi kedua perlakuan. Pelaksanaan percobaan ini di Halaban, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok pada bulan Januari sampai Maret 2023 dengan menggunakan Rancangan Perlakuan dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 taraf dosis POC (P): (P0)  0 ml + 100 ml air, (P1) dosis 40 ml + 100 ml air, (P2) dosis 80 ml + 100 ml air, (P3) dosis 120 ml + 100 ml air. Faktor kedua terdiri dari intensitas waktu pemberian POC (A) tiga taraf (A) : (A1) aplikasi POC satu kali seminggu, (A2) aplikasi POC dua kali seminggu, (A3) aplikasi POC tiga kali seminggu dan kedua faktor dibagi menjadi empat kelompok Data hasil pengamatan diolah dengan analisis ragam, jika diperoleh F hitung P ≥ F tabel 5% maka dilakukan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun terlebar, panjang daun terpanjang, bobot konsumsi, dan hasil produksi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa aplikasi perlakuan tunggal intensitas waktu pemberian POC dan aplikasi POC dengan dosis yang berbeda tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tinggi tanaman, bobot konsumsi dan hasil produksi total (ton/ha). Aplikasi POC dengan dosis berbeda hanya terlihat berpengaruh nyata pada karakter lebar daun dengan daun terlebar 12,5 cm dan panjang daun dengan daun terpanjang 14,15 cm. Selanjutnya, untuk aplikasi kombinasi kedua perlakuan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, bobot konsumsi dan total produksi tanaman
Pengaruh Pupuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Renfiyeni, R; Elinda, Friza; Mahmud, M; Arja, Vera Madona; Eliesti, Fredrika
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk cangkang telur ayam yang optimal terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Solok, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dosis pupuk cangkang telur, yaitu P0 (0 g), P1 (20 g), P2 (40 g), P3 (60 g), dan P4 (80 g). Pupuk cangkang telur ayam mengandung unsur hara penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, terdiri atas kalsium 97%, fosfor 3%, magnesium 3%, kalium 8%, serta unsur mikro seperti natrium, seng, mangan, besi, tembaga, nitrogen 0,18%, dan bahan organik 5,2%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cangkang telur ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang akar primer, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan volume akar. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun tertinggi diperoleh pada dosis 80 g, sedangkan diameter batang terbesar dan akar primer terpanjang diperoleh pada dosis 60 g.