Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Dialek Bahasa Jawa Pemalangan Desa Wanarejan Utara dan Desa Randudongkal Kabupaten Pemalang: Kajian Linguistik Kontrastif Sagita, Yuni; Safitri, Dhewi; Putri Hardiasari, Shiva Arinda; Githa Sulistyawati, Tricya; Utom, Widzar
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 2 (2024): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hg2pty78

Abstract

This study compares the phonology and lexicon of the Pemalang Javanese dialect as spoken by the communities in Wanarajen Utara and Randudongkal villages, located in Pemalang Regency, Central Java. Phonological and lexical analyses are employed to investigate the linguistic variations within the Pemalang Javanese dialect. Data collection was carried out using interviews, observation, and note-taking methods. The results are presented using a qualitative descriptive approach, providing accurate and factual descriptions through narrative explanations based on real-life observations in the research. In identifying the dialectal differences between the two villages, contrastive linguistics and geolinguistics methods were applied. The findings reveal several phonological and lexical differences influenced by factors such as topography, social interaction, and migration. For instance, the word for [tree] in Randudongkal is [wit] with the vowel /i/, while in Wanarajen Utara, it is pronounced as [wet] with the vowel /e/. Lexically, the word for [pants] differs between the two regions: Wanarajen Utara uses [suwal], whereas Randudongkal uses [katok]. This study provides insights into the dialectal variation within the Javanese language in Pemalang Regency and may serve as a reference for further studies on Javanese dialectology.
Membangun Wellbeing dalam Ekosistem Sekolah Melalui Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Dengan Model Lesson Study Burhanudin, Muhamad; Neina, Qurrota Ayu; Prasandha, Diyamon; Ismawati, Ismawati; Putri, Dyah Ayu Widyawati Cahyono; Ayu, Alisia Nilam Sekar; Sagita, Yuni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.21262

Abstract

Sebagai salah satu bentuk konsekuensi dalam membangun wellbeing dalam ekosistem sekolah,  guru harus berorientasi, berkolaborasi, dan berupaya melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Akan tetapi, banyak guru yang belum bisa melakukan PKB, baik berupa kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah, maupun karya inovatif. Padahal, kegiatan penulisan artikel ilmiah ini adalah salah satu bentuk pengembangan diri bagi guru untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dalam mengukuhkan perannya sebagai guru profesional. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang lebih komprehensif untuk dapat membangkitkan semangat guru melakukan penelitian dan menuangkannya dalam bentuk artikel dengan membuat sebuah komunitas belajar yang mampu menjadi inisiasi dalam membentuk ekosistem sekolah yang mengutamakan wellbeing menuju profesionalisme guru yang lebih baik melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah dengan model lesson study di SMP N 9 Salatiga. Melalui pelatihan ini, guru-guru tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional mereka dalam menulis dan melakukan penelitian ilmiah, tetapi juga berhasil menerapkan praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di kelas. Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam membangun kesejahteraan yang menyeluruh di sekolah, menciptakan dampak jangka panjang bagi perkembangan siswa, guru, dan komunitas sekolah.
Penggunaan Jargon Perajin Sarung Goyor di Desa Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang Sagita, Yuni; Mardikantoro, Hari Bakti
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 15 No. 1 (2026): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/7dtbxn76

Abstract

Salah satu kelompok masyarakat yang menggunakan jargon adalah perajin sarung goyor di Desa Wanarejan Utara, Kabupaten Pemalang yang merupakan sentra sarung goyor dan telah digagas menjadi desa wisata edukasi sehingga melakukan segala upaya dalam memperkenalkan sarung goyor ke masyarakat luas. Oleh karena itu, peneliti mengkaji penggunaan jargon perajin sarung goyor di Desa Wanarejan Utara agar dapat dijadikan inventarisasi dan bahan bagi masyarakat luar yang ingin mengenal dan mempelajari sarung goyor. Penelitian ini mempunyai tujuan, yakni mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi dari jargon perajin sarung goyor di Desa Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah teori sosiolinguistik sedangkan pendekataan metodologisnya, yakni deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode simak dengan teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode yang kedua, yakni metode cakap dengan teknik dasar teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik katat. Hasil dari penelitian ini, yaitu ditemukan 58 jargon yang digunakan oleh perajin sarung goyor di Desa Wanarejan Utara, dengan klasifikasi 49 jargon bentuk kata, 6 jargon bentuk frase, dan 3 jargon bentuk klausa. Selain itu, ditemukan 4 fungsi jargon perajin sarung goyor dengan klasifikasi fungsi direktif, kontekstual, referensial, ekspresif. Kata Kunci: Sosiolinguistik; Jargon; Sarung Goyor; Desa Wanarejan Utara; Pemalang