Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan gadget pada siswa sekolah dasar yang berdampak pada menurunnya interaksi sosial dan disiplin belajar, khususnya di SD Negeri 79 Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial dan disiplin belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui studi kasus, dengan partisipan 29 siswa kelas V, guru, dan orang tua, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model interaktif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berdampak pada menurunnya interaksi sosial siswa, seperti berkurangnya komunikasi langsung, rendahnya keterlibatan dalam kegiatan kelompok, dan kecenderungan siswa lebih memilih interaksi digital, serta berdampak pada disiplin belajar yang terlihat dari menurunnya konsentrasi, kurangnya tanggung jawab terhadap tugas, dan lemahnya manajemen waktu belajar, meskipun gadget juga dapat memberikan manfaat jika digunakan secara bijak seperti membantu akses informasi dan pembelajaran. Kesimpulannya, penggunaan gadget memiliki dampak signifikan terhadap interaksi sosial dan disiplin belajar siswa, baik positif maupun negatif tergantung cara penggunaannya, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan gadget agar lebih bermanfaat bagi perkembangan siswa.