Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Perspective of Bioterrorism in Asymmetric Warfare and Countering Bioterrorism Syamiajaya, Arh Nur Afiad; Halkis, Muhammad.; Ahmad G. Dohamid; Muhamad Noor Gibran; Rudy Sutanto; Lukman Yudho Prakoso
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v3i5.9054

Abstract

The aim of this research is to analyse the Definition and Basic Concepts, Threat Assessment, Dynamics of Bioterrorism Threats, Motivating Factors Driving the Use of Bioterrorism in Asymmetric Conflicts, Legal Perspectives, Impacts and Threats of Bioterrorism in Asymmetric Warfare, and Strategies and Efforts to Counter Bioterrorism. The methodology used in this research is qualitative descriptive with data collection through journals and other publications related to bioterrorism. The research findings indicate that Bioterrorism is the use of biological agents or toxins to cause disease or death in humans, animals, or plants, with the aim of instilling fear, disrupting daily life, or achieving political or ideological goals. These attacks exploit the biological properties of agents such as bacteria, viruses, fungi, or natural toxins, requiring a deep understanding of agents, spread, health impacts, public policies, and national security strategies.
Peran Intelijen dan Model Counterinsurgency Dalam Menghadapi Ancaman Insurgensi di Papua Melalui Mystic Diamond Lettu Arh Nur Afiad Syamiajaya, S.Tr (Han); Kolonel Sus Dr. Drs. Mhd. Halkis, M.H.; Kolonel Arm Dr. Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P; Muhamad Noor Gibran
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6091

Abstract

Abstrak Sejarah politik bangsa menghadapi konflik internal dengan keragaman etnis, agama, ras, dan SARA yang dapat mengarah pada disintegrasi. Indonesia berhasil mengatasi pemberontakan GAM, tetapi konflik terus berlanjut di Papua. Strategi kontrainsurgensi yang melibatkan masyarakat secara lebih aktif diperlukan untuk melindungi dari pemberontakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa peran intelijen dan model counterinsurgency dalam menghadapi ancaman insurgensi di Papua melalui mystic diamond. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konflik Papua, dimensi internasional menjadi penting karena dukungan dari komunitas internasional terhadap gerakan separatisme Papua. ULMWP menjadi fokus utama dalam mendukung pemberontakan, dengan dukungan dari negara-negara Melanesia seperti Vanuatu. Konflik ini juga memicu perhatian internasional terutama dalam forum seperti Majelis Umum PBB, di mana isu-isu seperti pelanggaran HAM di Papua dibahas. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan diplomasi dan tindakan keamanan terhadap gerakan separatisme. Peran intelijen menjadi krusial dalam mendeteksi dan menganalisis ancaman, sementara model Mystic Diamond digunakan untuk menghadapi konflik ini dengan pendekatan multi-dimensional, termasuk dialog, kontrol keamanan, dan upaya internasionalisasi Papua. Upaya memperbaiki akar permasalahan sosial, ekonomi, dan politik di Papua juga penting dalam menyelesaikan konflik ini secara komprehensif. Kata Kunci: Intelijen, Counterinsurgency, Insurgensi, Mystic Diamond