Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role Of Leadership Principals In Developing Educational Institutions Didin , Sirojudin; Evi, Endha Lestari; Chusnul, Chotimah
SCHOOLAR: Social and Literature Study in Education Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/schoolar.v4i1.4627

Abstract

The principal is a functional teacher who is given the task of leading a school where the teaching and learning process is held. The principal as the leader of a formal educational institution has a very important role. The role of the head is as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator and motivator. The purpose of this research is to determine the role of school principals in developing educational institutions at Islamic Junior High School Al-Ikhsan Sawahan Jogoroto Jombang. In this research, researchers used qualitative descriptive analysis techniques, by exploring data from library research and field research. This research uses data collection methods through observation, interviews and documentation. Data analysis in this research uses qualitative descriptive analysis techniques. This method is used to systematically describe facts obtained from ongoing research on the object. The results of the research carried out were the Head of Islamic Junior High School Al Ikhsan Jogoroto Jombang has the ability and carries out his role as an educator, manager, supervisor, leader, innovator and motivator as well as overcoming various obstacles that exist in maintaining and developing Islamic Junior High School educational institutions Al Ikhsan Jogoroto Jombang, this can be seen by the increase in the number of students and increasingly developing both in terms of infrastructure and extracurricular activities.
Gambaran Kadar Enzim Cholinesterase Dalam Darah Petani Bawang Merah Pengguna Organofosfat Di Desa Sumberbulu-Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Chusnul, Chotimah; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10601

Abstract

Organofosfat merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan dalam aktivitas pertanian. Pestisida ini diketahui memiliki pengaruh toksik terhadap sistem saraf melalui penghambatan enzim cholinesterase. Bahaya paparan organofosfat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kejang-kejang, bahkan kematian. Sehingga keracunan organofosfat dapat dinilai dengan kadar enzim cholinesetrase dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar enzim cholineterase pada petani bawang merah di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 17 serum darah dari 24 petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling . Aktivitas enzim cholinesetrase diukur dengan instrumen fotometer biolyzer 100 menggunakan sampel serum darah dan menunjukkan hasil 2 (11,8%) dari 17 (100%) serum darah mengalami penurunan enzim cholinesetrase sedangkan 15 (88,2%) lainnya normal. Hasil analisis statistik hubungan parameter usia (p=0,016) dan kelengkapan APD (p=0,032) menunjukan hubungan signifikan terhadap cholinesetrase. Sedangkan parameter masa kerja (p=0,517) , lama penyemprotan (p=0,233), dan posisi penyemprotan (p=0,668) diketahui tidak memiliki hubungan terhadap penurunan kadar enzim cholinesetrase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penurunan enzim cholinesetrase terjadi pada petani yang memiliki usia 46-60 tahun dengan penggunaan APD tidak lengkap. Sehingga parameter usia dan APD diketahui memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penurunan kadar enzim cholinesetrase.