Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PRODUKSI DAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA SEKTOR PERTANIAN TERHADAP NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI-PROVINSI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID 19 Andriyani, Devi; Ananda, M. Rizky
Jurnal Ekonomi Pertanian Unimal Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL EKONOMI PERTANIAN UNIMAL
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jepu.v6i1.12295

Abstract

Research on the Effect of Production and Labor Force Participation (Tpak) in the Agricultural Sector on Farmers' Exchange Rates in 34 Indonesian Provinces During the Covid 19 Pandemic. This study uses secondary data obtained from the Indonesian Central Statistics Agency 2017-2020. This research uses panel data analysis method with the help of Eviews. The results of the study partially show that the production of the agricultural sector has a positive and significant effect on the farmer's exchange rate (NTP), while the labor force participation rate (TPAK) has a positive but not significant effect on the farmer's exchange rate (NTP), and the magnitude of the influence of the production and participation rate variables. The labor force in the provinces in Indonesia to the Farmer's Exchange Rate (NTP) in the provinces in Indonesia is 13.92% while the remaining 86.08% is influenced by other variables outside this research model
KEBIJAKAN PIDANA MATI BERSYARAT DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA Ananda, M. Rizky; Kusbianto, Kusbianto; Maysarah, Andi
Law Jurnal Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v6i2.8464

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebijakan pidana mati bersyarat dalam tindak pidana narkotika di Indonesia pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kepustakaan, melibatkan analisis terhadap berbagai regulasi terkait serta putusan pengadilan dari Mahkamah Agung. Data dikumpulkan melalui studi dokumen hukum, putusan pengadilan, dan literatur akademik terkait pidana mati dan tindak pidana narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pidana mati bersyarat dalam KUHP Nasional membawa transformasi signifikan dari paradigma retributif menuju paradigma rehabilitatif-humanis, dengan Pasal 100-101 KUHP Nasional memberikan masa percobaan sepuluh tahun bagi terpidana mati yang menunjukkan potensi perbaikan diri. Dasar penerapan pidana mati bersyarat dalam perkara narkotika berlandaskan pada prinsip keseimbangan antara perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya hak untuk hidup dan kesempatan bertobat. Implementasi kebijakan ini menunjukkan pergeseran dari pidana mati absolut menjadi pidana mati bersyarat yang mencapai 65% dari total vonis, dengan pertimbangan faktor mitigasi seperti peran minor terdakwa, penyesalan mendalam, dan prospek rehabilitasi. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan pidana mati bersyarat merupakan inovasi hukum progresif yang menyeimbangkan kepentingan keadilan, pencegahan kejahatan, dan perlindungan hak asasi manusia, namun efektivitasnya masih terkendala oleh ketiadaan peraturan pelaksana teknis, standar evaluasi objektif, dan keterbatasan kapasitas lembaga pemasyarakatan.