Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Pemeriksaan Thorax di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng: Analysis of Waiting Time for Thorax Examination Results in the Radiology Department of RSUD Kabupaten Beleleng Dewi, Ni Kadek Mira Prastya; Wirajaya, I Wayan Angga
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7691

Abstract

Waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai dari tempat pendaftaran sampai hasil radiograf selesai di analisa dan hasil ekpertise selesai dicetak oleh dokter. Menurut Kepmenkes Nomor. 129/Menkes/SK/II/2008 Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, dalam waktu tunggu hasil pemeriksaan ada beberapa standar waktu tunggu hasil pelayanannya seperti standar pelayanan radiologi salah satunya adalah waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax dengan standar minimal yang ditetapkan ≤ 3 jam. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksaan thorax sudah sesuai berdasarkan Kepmenkes Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara dua metode penelitian sekaligus yaitu menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan didapat jumlah waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksan foto thorax yang diteliti adalah 30 pasien. Jumlah pasien dengan waktu tunggu > 3 jam sebanyak 13 pasien dengan persentase 43,3 %. Sedangkan waktu tunggu ≤ 3 jam sebanyak 17 pasien dengan persentase 56,7 %. Waktu tunggu terlambat yaitu 3 jam 31 menit dan waktu tunggu tercepat yaitu 1 jam. Sehingga menghasilkan rata-rata waktu tunggu foto thorax pasien rawat jalan yaitu 2 jam 50 menit. Sehingga dari penelitian yang dilakukan untuk waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksaan thorax di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Buleleng telah sesui Standar Pelayanan yang ditetapkan Kepmenkes Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008.
Peran Radiografer Dalam Pemeriksaan Angiografi Koroner Pada Pasien Post-Cabg (Coronary Artery Bypass Grafting) Dengan Bantuan Injector Di Laboratorium Kateterisasi Dewi, Ni Kadek Mira Prastya; Prasetya, I Made Lana; Hascaryo, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22603

Abstract

Radiografer memiliki peran penting dalam tindakan angiografi koroner, khususnya pada pasien post-CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) yang memiliki tantangan visualisasi akibat kompleksitas anatomi graft. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran radiografer dalam mendukung keberhasilan tindakan angiografi koroner pada pasien post-CABG dengan bantuan injector kontras otomatis di laboratorium kateterisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara semi-struktural terhadap radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiografer berperan penting dalam persiapan, mengoperasikan fluoroskopi dan injector berdasarkan instruksi dari dokter, serta memastikan parameter teknis sesuai protokol klinis agar prosedur berjalan lancar. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa akurasi teknis, kesiapan alat, dan koordinasi radiografer sangat mendukung keberhasilan visualisasi graft dan keselamatan pasien.