Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterkaitan Dan Kontribusi Sektor Pertanian Di Indonesia: Analisis Input-Output Kusuma, Arya Candra; Fadilah, Zahra Rizky; Kamal, Raihan Bariq; Herida, Isra Syukria; Syifaulhaq, Annisa; Budiasih, Budiasih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.20

Abstract

Peranan penting sektor pertanian terhadap perekonomian di Indonesia tidak hanya ditinjau melalui kontribusinya terhadap (Produk Domestik Bruto) PDB, tetapi juga melalui keterkaitannya terhadap sektor perekonomian lainnya. Analisis data terkini sektor pertanian penting untuk mewujudkan tujuan nasional dan ketahanan pangan. Namun, analisis keterkaitan sektor pertanian terhadap sektor ekonomi lainnya belum melakukan pembaruan data dan perbandingan antarwaktu, sehingga tidak memberikan gambaran kondisi terkini dan perkembangan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan sektor pertanian dengan sektor ekonomi lainnya serta membandingkan keterkaitan tersebut pada tahun 2016 dan tahun 2022 dengan menggunakan data tabel input-output (IO) tahun 2016 serta PDB lapangan usaha ADHB tahun 2022. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel IO dan metode RAS untuk melakukan pembaruan periode waktu tabel IO. Hasil analisis tabel IO menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan ke depan lebih tinggi dibandingkan keterkaitan ke belakang sehingga menjadi penyokong sektor perekonomian lainnya dalam input bagi sektor perekonomian lain. Selain itu, hasil perbandingan keterkaitan antartahun menunjukkan peningkatan ukuran keterkaitan antara sektor pertanian terhadap sektor perekonomian lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi untuk mengembangkan sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.
Analisis Kinerja Ekspor Tuna Sirip Kuning Indonesia di Negara Nontradisional Syifaulhaq, Annisa; Agustina, Neli
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i1.16248

Abstract

Pada tahun 2021, nilai ekspor tuna sirip kuning Indonesia mencapai USD 5,179 juta, menjadikannya komoditas tuna dengan nilai ekspor tertinggi di antara lima jenis tuna yang diperdagangkan secara global. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti penurunan volume ekspor, terpusatnya pasar pada beberapa negara utama, serta melemahnya daya saing di pasar tradisional. Oleh karena itu, perlu dilakukan perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi volume ekspor tuna sirip kuning Indonesia ke pasar tersebut dengan menggunakan data panel periode 2016–2021 dari UN Comtrade dan World Bank, mencakup sepuluh negara tujuan nontradisional: Britania Raya, Italia, Vietnam, Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Australia. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga ekspor tuna sirip kuning Indonesia dan harga pesaing berpengaruh negatif signifikan terhadap volume ekspor, sedangkan indeks Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) dan nilai tukar berpengaruh positif. Sementara itu, variabel jarak ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa daya saing merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja ekspor tuna sirip kuning Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya menjaga stabilitas harga melalui pengendalian pasokan dan biaya produksi, peningkatan mutu dan pemenuhan standar internasional, serta penguatan kerja sama perdagangan dengan negara nontradisional untuk mengurangi hambatan tarif dan nontarif.Title: Export Performance Analysis of Indonesian Yellowfin Tuna in Nontraditional Countries  In 2021, Indonesia’s yellowfin tuna exports reached a value of USD 5.179 million, making it the highest among the five tuna species traded internationally. However, several challenges persist, including a declining export volume, concentration in a few destination countries, and weakening competitiveness in major markets. To address this, expanding exports to nontraditional countries has become essential. This study analyzes the determinants influencing Indonesia’s yellowfin tuna export volume to such emerging markets. Panel data covering 2016–2021 from UN Comtrade and the World Bank were employed, encompassing ten nontraditional destinations: the United Kingdom, Italy, Vietnam, China, Hong Kong, Malaysia, the Philippines, Singapore, the United Arab Emirates, and Australia. Using a Random Effects Model (REM), the results indicate that both Indonesia’s export price and competitors’ prices have a significant negative effect, while the Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) index and the exchange rate positively affect export volume. Conversely, economic distance shows no significant impact. These findings highlight that competitiveness is a key driver of Indonesia’s yellowfin tuna export performance. Therefore, maintaining price stability through supply and production cost management, improving quality and international standard compliance, and strengthening trade partnerships with nontraditional markets are recommended to reduce tariff and non-tariff barriers and enhance long-term export sustainability.