Aisah, Binti Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muellery Blume) DI KABUPATEN NGANJUK, MADIUN, dan BOJONEGORO Aisah, Binti Nur; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman porang termasuk famili araceae dan merupakan tanaman penghasil umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi tanaman porang dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun industri, umbi menjadi bahan pangan masih diperlukan pengolahan. Sampai saat ini hasil tanaman porang sebagian besar di ekspor dalam bentuk umbi yang sudah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman porang dan untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang dikembangkan petani di daerah Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2015, di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Identifikasi morfologi tanaman porang pada Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro terdapat kesamaan pada bentuk bulbil, warna permukaan bulbil, tekstur permukaan bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, tekstur permukaan umbi, warna daging umbi, bentuk daun, dan warna corak tangkai. Namun mempunyai perbedaan pada warna tangkai, bentuk corak tangkai, warna daun, dan warna permukaan umbi. Berdasarkan kemiripan morfologi tanaman porang pada kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro tingkat kemiripan terendah 65,9% dan tingkat kemiripan tertinggi 100%, pada tingkat kemiripan 0,796 dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 6 tanaman yaitu NB1, NB2, NB3, MK2, MK3, MK1. Kelompok kedua terdiri dari 8 tanaman yaitu MP3, BB2, BB3, BJ2, MP1, BJ3, BB1. Pada kelompok ketiga terdiri dari 7 tanaman yaitu NS1, NS2, NS3, NT2, NT3, BJ1.
Assessment of F₅ Mungbean Genotypes from Intergeneric Hybridization with Common Bean for Agronomic Performance, Heritability, Variance Components, and Genetic Uniformity Aisah, Binti Nur; Ikhwani, Aprilia Tiara; Setiawan, Agus Budi; Purwantoro, Aziz; Respatie, Dyah Weny; Ambarwati, Erlina; Anggraeni, Listy; Teo, Chee How; Setyawan, Chandra; Khamidah, Aniswatul
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 40, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v40i3.94563

Abstract

Genetic improvement in mungbean (Vigna radiata L. [Wilczek]) is constrained by its narrow genetic base. Introducing genetic material from common bean (Phaseolus vulgaris L.) through intergeneric hybridization offers a promising strategy for enhancing yield potential and advancing sustainable agriculture. However, limited studies have evaluated the agronomic performance and genetic parameters of progenies derived from such crosses. This study aimed to assess agronomic performance, estimate genetic parameters, and evaluate genetic uniformity in mungbean progenies, to identify superior lines for breeding programs. The field experiment was conducted using a randomized complete block design with four replicates. Five selected F₅ genotypes (C419, B423, B1922, B119, and B1124), along with the mungbean progenitor PKHPL-1, were evaluated. Traits assessed included vegetative, generative, and yield-related characteristics. Significant variation was observed among genotypes for yield-related traits, while plant height, number of flowers, and phenological traits showed relative uniformity. Genotype C419 exhibited the highest agronomic performance, with superior values in 100-seed weight, number of seeds per pod, seed weight per plant, and number of pods per plant. High heritability was recorded for pod length and 100-seed weight (90.63% and 90.32%, respectively), indicating strong genetic control and potential for effective selection. Principal component analysis confirmed the major contribution of these traits to yield variation. Furthermore, molecular analysis using IRAP markers revealed high genetic uniformity in genotype C419. These findings demonstrate the potential of intergeneric hybridization for enhancing yield-related traits in mungbean and identify genotype C419 as a promising line for future breeding efforts.