Helena Hamu, Antonia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KASUS : PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PASIEN TBC DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG Christiani Luase, Ersa; Helena Hamu, Antonia; Victoria Rambu Roku, Roswita
Vanchapo Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Vanchapo Health Science Journal
Publisher : Yayasan Pusat Pendidikan Vanchapo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit TBC merupakan salah satu faktor risiko yang menimbulkan masalah kesehatan jiwa. Masalah yang sering muncul akibat penyakit TBC adalah kecemasan, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran terhadap pengobatan, efek samping obat, kematian, kemungkinan menularkan penyakit ke orang lain, kehilangan pekerjaan, serta penolakan dan diskriminasi. Solusi untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan intervensi yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan : Mengidentifikasi penerapan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan kecemasan pada penderita TBC Di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif (Studi Kasus). Sampel penelitian ini berjumlah 1 orang pasien dengan karakteristik subjek studi kasus. Waktu penelitian 3 hari mulai dari tanggal 25-27 juni 2024. Instrumen pengumpulan data, data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan SOP, Lembar observasi, Lembar wawancara, format pengkajian dan alat ukur kecemasan (Zung Self-Rating Anxiety Scale/ZSAS. analisa data yang dilakukan dengan menarik hasil observasi dan memaparkan hasil wawancara, observasi, dan pengkajian yang dinarasikan. Hasil : pasien TBC yang mengalami kecemasan sebelum dilakukan terapi teknik relaksasi nafas dalam berdasarkan alat pengukuran kecemasan ZSAS pada tanggal 25 juni 2024 dengan skor 52 (kecemasan ringan), setelah dilakukan terapi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari yang dilakukan 3x sehari selama 5-10 menit setelah itu dilakukan pengukuran ulang pada tanggal 27 juni 2024 didapatkan skor 43 (normal). Kesimpulan : adanya pengaruh pemberian terapi teknik relaksasi nafas dalam terhadap pasien TBC yang mengalami kecemasan. Saran : dapat menerapkan terapi teknik relaksasi nafas dalam sebagai tindakan untuk menangani pasien TBC yang mengalami kecemasan, teknik ini diketahui tidak memiliki efek samping lain bagi pasien.
PENERAPAN PENGATURAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP KEPATENAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG KENANGA RSUD PROF. Dr. W. Z. JOHANES KUPANG Dewi Anggreni, Victoria; Kristiani Banhae, Yulianti; Helena Hamu, Antonia
Vanchapo Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Vanchapo Health Science Journal
Publisher : Yayasan Pusat Pendidikan Vanchapo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia salah satu penyakit infeksi pada sistem pernapasan yaitu peradangan pada jaringan paru-paru (alveoli) yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, sering terjadi pada anak yang menyebabkan penumpukan sekret pada jalan napas sehingga mengalami sesak napas, maka tindakan mandiri pertama perawat yaitu memberikan pengaturan posisi semi fowler dengan sudut 30-45ÂșC tujuannya untuk memaksimalkan ekspansi paru. Tujuan : Untuk menilai penerapan posisi semi fowler terhadap kepatenan jalan napas pada pasien pneumonia di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang. Metode : Alat pengumpulan data yang digunakan adalah: Wawancara, Observasi dengan menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil : Sebelum pemberian posisi semi fowler peneliti melakukan pengkajian, ditemukan 6 tanda ketidakpatenan jalan napas pada pasien 1: tampak gelisah, batuk produktif (sputum berwarna hijau), bunyi napas ronchi pada paru kiri lobus atas, sesak napas, RR:36x/menit, SPO2 96%, dan ditemukan 7 tanda ketidakpatenan jalan napas pada pasien 2: pilek, batuk produktif (lendir), suara napas rochi pada paru kiri lobus atas, sesak napas, napas cepat RR:56x/menit, napas cuping hidung, SPO2: 93%. Setelah melakukan posisi semi fowler tanda ketidakpatenan jalan napas pada pasien 1 berkurang menjadi 2: batuk berdahak dan bunyi napas ronchi pada paru kiri lobus atas, sedangkan pada pasien 2 tanda ketidakpatenan jalan napas berkurang menjadi 3: napas ronchi pada paru kiri lobus atas, pilek, batuk produktif. Peneliti menyimpulkan, penerapan posisi semi fowler pada pasien 1 dan 2 dengan pneumonia efektif terhadap kepatenan jalan napas. Kesimpulan : penerapan posisi semi fowler pada anak dengan pneumnia selama 30 menit efektif terhadap kepatenan jalan napas. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman dalam melakukan penelitian secara ilmiah dengan menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan.
ABSTRAK CASE REVIEW : PENERAPAN AFIRMASI POSITIF PADA REMAJA YANG MENGALAMI HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL DENGAN PENYAKIT TBC PARU DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG Noviantri Lopis, Sri; Helena Hamu, Antonia; Victoria Rambu Roku, Roswita
Vanchapo Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Vanchapo Health Science Journal
Publisher : Yayasan Pusat Pendidikan Vanchapo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Harga diri rendah situasional dapat terjadi pada remaja dengan penyakit TBC Paru. Remaja akan merasa malu, kurang percaya diri di depan umum, dan tidak mau ke sekolah. Tujuan : Penelitian ini untuk menilai penerapan afirmasi positif sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah situasional yang terdiagnosis TBC paru di Puskesmas Oesapa kota kupang. Metode:Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah: wawancara dengan mengunakan paduan wawancara yang di peroleh dari klien maupun keluarga klien,observasi dengan mengunakan lembar observasi dalam mengukur perubahan dalam harga diri, tingkat kecemasan, dan kepatuhan terhadap pengobatan TBC sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Dalam studi ini, remaja yang mengalami harga diri rendah situasional di puskesmas oesapa kota kupang berjumlah 15 orang pasien, dari 15 orang yang ada peneliti mengambil satu orang pasien untuk di lakukan pengkajian. Pasien mengatakan merasa tidak berguna atau tidak berarti, pasien mengatakan tidak mampu melakukan apapun, pasien menolak berinteraksi dengan orang lain, pasien sulit berkonsentrasi dan sedih berlebihan, pasien mudah tersingung dan pasien sering mengucapkan hal negative terhadap dirinya. Untuk itu pasien akan menerima sesi afirmasi positif yang di sesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan tantangan yang pasien hadapi. Kesimpulan : Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan insight tentang efektivitas afirmasi positif dalam mendukung kesejahteraan emosional remaja dengan kondisi medis kronis, serta memberikan rekomendasi untuk praktik intervensi psikologis dalam pelayanan kesehatan masyarakat.Saran:Dapat menerapakan afirmasi positif dalam rangka meningkatkan pelayanan keperawatan pasien dengan Harga Diri Rendah Situasional.