Ratna, Setyarini Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penyebab Tenaga Kesehatan Terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Di RS X Tahun 2020 Ratna, Setyarini Dwi; Situngkir, Decy; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.247

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan. Peran dan kerja nyata tenaga kesehatan dari berbagai jenis profesi sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat krusial untuk mempercepat penanganan pandemi ini. Memberikan pelayan kepada pasien, terutama kepada pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan tenaga kesehatan rentan untuk terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyebab paparan covid-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 4 orang informan utama, 1 orang informan kunci dan 1 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi ditemukan pengunaan masker N95 dengan sistem UV, tenaga kesehatan bekerja melebihi jam kerjanya dan tidak dapat beristirahat diantara jam kerja dikarenakan penggunaan APD. RS X telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan, tetapi belum menyeluruh dikarenakan jam pelaksanaan dilakukan di jam kerja. Namun, pengawasan penggunaan APD dan pemantauan proaktif deteksi dini di RS X sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Kesimpulan: Pada penggunaan masker N95 dengan sistem UV, sebaiknya digunakan dengan maksimal pemakaian 8 jam. Lembar checklist pemenuhan AP Ddiperlukan untuk memantau ketersediaan APD disetiap unit, manajemen rumah sakit dianjurkan dapat mengantur jam kerja dengan menerapkan waktu kerja lebih pendek seperti dengan menerapkan 4 shift kerja setiap harinya. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, Covid-19, Penyebab, APD, Pengawasan Abstract Background: Health workers are people who perpetuate themselves in the health sector who have knowledge and/or skills through education in the health sector. The real role and work of health workers from various types of professions as the front line in efforts to deal with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is very crucial and needed to accelerate the handling of this pandemic. Providing services to patients, especially to patients with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) causes health workers to be vulnerable to being exposed to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Methods: This research is descriptive with a qualitative approach. This study's participants comprised six people with details of 4 main informants, one key informant and one supporting informant. Observation, interview and document review methods carried out data collection. Results: Availability of Personal Protective Equipment (PPE) under applicable regulations, but it was found that using N95 masks with UV systems, health workers worked beyond their working hours and could not rest between working hours due to the use of PPE. Hospital X has provided education and training to health workers, but it needs to be more comprehensive because the hours of implementation are carried out during working hours. However, monitoring the use of PPE and proactive monitoring of early detection at Hospital X have been carried out under existing regulations. Conclusion: An N95 mask with a UV system should be used for a maximum of 8 hours. The PPE fulfilment checklist sheet is needed to monitor the availability of PPE in each unit; it is recommended that hospital management arrange working hours by implementing shorter working hours, such as four work shifts every day. Keywords : Health workers, Covid-19, Causes, PPE, Supervision
Analisis Lean Healthcare Untuk Mengidentifikasi Waste Di Poli Rawat Jalan RSPPN Panglima Besar Soedirman Tahun 2024 Ratna, Setyarini Dwi; Andarusito, Nurcahyo; Anugrahsari, Santi
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6719

Abstract

Seiring dengan persaingan yang sangat ketat serta ketidakmampuan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien yang jumlahnya semakin meningkat, rumah sakit dituntut untuk dapat senantiasa memperbaiki pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Hal ini bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasien yaitu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, murah serta ramah. Namun, dalam kenyataannya terdapat beberapa permasalahan yang dialami oleh pasien ketika pasien ingin mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, salah satunya adalah adanya permasalahan mengenai waktu tunggu yang sangat lama dalam proses mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal tersebut memicu munculnyaberagam wasteyang menjadi penyebab menurunnya kualitas sehingga lean healthcare diterakpakn dirumah sakit. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis penyebab waste yang terjadi di poli rawat jalan RSSPN Panglima besar Soedirman dengan pendekatan mix methode. Objek penelitian yang digunakan yaitu staf yang melayani pasien rawat jalan sebanyak 106 responden dengan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala likert untuk metode kuantitatif dan 9 informan untuk dilakukan wawancara sebagai alat pengumpul data untuk metode kualitatif. Hasil Uji t menunjukkan bahwa variabel defect dan variabel inventory secara signifikan berpengaruh terhadap terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Sedangkan faktor waiting, motion, over production, over processing dan transportation tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa faktor defect dan inventory berpengaruh terhadap waste pada alur rawat jalan dan waiting, motion, over production, over processing dan transportation juga berpengaruh terhadap waste pada alur pelayanan rawat jalan. Dengan demikian data kualitatif ini memperkuat data kuantitatif dan memperluas data kuantitatif yaitu dengan menambahkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi waste pada alur rawat jalan Kesimpulan : faktor defect, transportation, motion, waiting, inventory, over production dan over processing secara stimulant mempengaruhi waste pada alur pelayanan rawat jalan. Kata kunci : Waste, Lean Healthcare, Rawat Jalan