Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PEMPEK OMO KOTA BANDUNG Junianto, Junianto -; Affandy, Faried; Firdaus, Nur Aini Azhar; Anggreini, Diah Ayu; Putri, Zaky Yoana
MARLIN Vol 5, No 2 (2024): (Agustus) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V5.I2.2024.125-140

Abstract

Pempek OMO is an MSME that produces Palembang speciality food, pempek. In the same area, of course, there are competitors with the same product. To maintain production, Pempek OMO must have a strategy so that it can continue to compete. Therefore, it is necessary to analyze the marketing strategy of Pempek OMO. This research is categorized as qualitative research using primary and secondary data. Primary data is obtained through surveys to the place and interviews with the owner of Pempek Omo, while secondary data is obtained through literature available on the internet. Then SWOT analysis was conducted, internal factors and external factors of pempek OMO production. The result of the research is that the value-added ratio obtained is greater than 40%, which means that the business or production process of Pempek Omo has a high added value. 
Karakterisasi ikan asin Bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis Affandy, Faried; Rochima, Emma; Suryana, Asep Agus Handaka; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21960.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 0,3×10⁵ koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang.