Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Fitokimia Dan Uji Kadar Kurkumin Pada Fraksi Etil Asetat Rimpang Kunyit (Curcuma Longa) Dengan Metode Klt Dan Spektrofotometri Uv-Vis Shary, Aprilya Kumala; Mahfur, Mahfur
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 37 No. 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3080

Abstract

Turmeric (Curcuma longa) is a medicinal plant from the Zingiberaceae family which has the potential to be developed as a superior plant that has benefits and efficacy as a medicinal ingredient. Turmeric has a yellow dye called curcuminoids as much as 5% (50-60% curcumin, demethoxycurcumin and bisdemethoxycurcumin). The very basic content of turmeric is Curcuma or curcumin because it has the largest component. The purpose of this study was to determine the phytochemical content by conducting a screening test on the ethyl acetate fraction of turmeric rhizome using the TLC method and UV-Vis Spectrophotometry. This research method used descriptive method by means of observation or non-experimental. Phytochemical screening included tests for flavonoids, alkaloids, saponins, phenols, tannins and steroids/triterpenoids which carried out to determine the class of compounds contained in turmeric rhizome. The ethyl acetate fraction in turmeric rhizome suspected to contain curcumin, so a test for the levels of curcumin contained in turmeric rhizome was carried out. The results showed that the positive turmeric rhizome samples contained flavonoids, tannins, phenols and steroids. As well as negatively contain alkaloid compounds and saponins. The results of identification with TLC samples containing curcumin compounds according to the literature and the standard Rf value of curcumin is 0.75-0.80. The assay results using the UV-Vis Spectrophotometry method for the ethyl acetate fraction of turmeric rhizome samples yielded an average concentration of 159.79 mg⁄g.
Studi Kopigmentasi Antosianin Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) Dengan Polifenol Kacang Kedelai (Glycine max L.) Shary, Aprilya Kumala; Kintoko, Kintoko; Widyaningsih, Wahyu; Susanti, Hari; Pranata, Meki; Gustinanda, Rizky
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37235

Abstract

Antosianin merupakan pigmen alami yang berperan penting sebagai antioksidan namun stabilitasnya relatif rendah terhadap faktor lingkungan seperti cahaya, pH dan suhu. Upaya untuk meningkatkan stabilitas antosianin dapat dilakukan melalui mekanisme kopigmentasi dengan senyawa polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kopigmentasi antara antosianin beras hitam (Oryza sativa L. indica) dengan polifenol yang diperoleh dari rebusan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap kestabilan warna dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut asam sitrat, sedangkan polifenol kacang kedelai diperoleh melalui ekstraksi maserasi dari rebusan kacang kedelai yang diperkaya senyawa fenolik. Kopigmentasi dilakukan dengan variasi rasio perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3, kemudian dianalisis melalui spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan pergeseran λmaks, intensitas warna, serta kestabilan pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polifenol kacang kedelai mampu meningkatkan intensitas warna pada antosianin beras hitam. Selain itu, aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan dibandingkan antosianin tunggal, menandakan adanya sinergi antara kedua senyawa bioaktif. Dengan demikian, kopigmentasi antosianin beras hitam dengan polifenol kacang kedelai berpotensi meningkatkan kestabilan pigmen alami, dengan rasio 1:1 menunjukkan keseimbangan terbaik antara stabilitas warna dan aktivitas antioksidan.