Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui Edukasi dan Implementasi Urban Farming Untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Semarang : Empowering Family Empowerment and Welfare Groups (PKK) through Education and Implementation of Urban Farming to Support Food Security in Semarang Wahyuni, Ana; Widjaja, Stephanus; Nitalia M, Deny
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.537

Abstract

Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan solusi inovatif untuk memaksimalkan keterbatasan lahan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan konsep urban farming kepada anggota UP2K TP PKK Kelurahan Maltiharjo, Semarang, sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dalam bidang pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya tanaman sayuran dengan metode vertikultur, serta pendampingan secara berkala dalam proses implementasi di lingkungan serta pemasaran hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK dalam praktik urban farming, terlihat dari keberhasilan pembuatan media tanam, perawatan tanaman, dan hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, tambahan menu sehat untuk Posyandu dan Poslansia serta tambahan pemasukan dari hasil penjualannya. Selain manfaat ekonomi dan gizi, urban farming juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini membuktikan bahwa urban farming berpotensi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau produktif di wilayah perkotaan. Diperlukan tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan dan pembentukan kelompok tani rumah tangga agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan berkembang menjadi unit usaha mikro di tingkat lokal dan dapat direplikasi di wilayah rumah tangga lainnya