Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Spatio-temporal PM2.5 and CO2 Concentrations Distribution with PSCF in the Greater Bandung Air Basin Adiwidya, Andre Suwardana; Aziz, Reza Mochamad; Afryan, Muhammad Beno; Alexandra, Tania Christiana; Permadi, Mario Gilang; Jannah, Nur Rawdotul; Amalia, Dini Rizqi; Sopian, Nur Putri Megalia; Lee, Vivian; Salam, Rahmat Awaludin; Chandra, Indra
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol. 10 No. 1 (2023): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v10i1.6003

Abstract

The limitations of expensive main monitoring stations can be addressed by using low-cost sensor-based measuring stations. A low-cost sensor-based air quality monitoring system has been implemented in Telkom University, BRIN Pasteur, and BRIN Taman Sari areas to measure PM2.5 and CO2 concentration in Bandung vertically and horizontally. Vertically, the CO2 concentration at the highest measuring station is indirectly affected by local activities. However, PM2.5 concentration is still influenced by local actions. Horizontally, using the independent T-test and ANOVA, PM2.5 concentrations tended to be homogeneous regarding the significance values in the four periods, namely 0.916, 0.03, 0.727, and 0.047. Meanwhile, the concentration of CO2 at each station tends to be heterogeneous along significance values of 0.646, 0.03, 0.02, and 0.01. The vertical and horizontal analysis shows that CO2 concentrations tend to be heterogeneous due to differences in altitude and spatial characteristics of the measurement sites. Meanwhile, PM2.5 tends to be more homogeneous by having the same pattern at different heights and spatial locations. The long-distance potential sources of PM2.5 are estimated to come from the Indian Ocean and Cirebon region because they have the highest PSCF and CWT values, 0.5-0.7 and 55-65 µg/m3.
The Role of Trust in Reducing Stress Levels Among Married Couples Hosea, Helena Andriani; Ng, Cheryl Alvira; Lee, Vivian; Marpaung, Winida; Putra, Achmad Irvan Dwi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.14637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan dan tingkat stres di antara pasangan suami istri. Penelitian ini melibatkan sampel 181 suami dan istri yang dipilih melalui purposive sampling di Kecamatan Titi Kuning, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan skala kepercayaan dan skala tingkat stres, yang masing-masing terdiri dari 39 dan 40 item. Data dianalisis menggunakan metode Korelasi Pearson Product-Moment. Temuan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan dan tingkat stres, dengan koefisien korelasi r = –0,603 dan nilai signifikansi p < 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah, dan sebaliknya, kepercayaan yang lebih rendah sesuai dengan tingkat stres yang lebih tinggi di antara pasangan suami istri di Kecamatan Titi Kuning. Koefisien determinasi (R² = 0,364) menunjukkan bahwa kepercayaan berkontribusi 36,4% terhadap tingkat stres, sedangkan 63,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Tingkat stres di kalangan istri cenderung lebih tinggi daripada suami, dengan 50,5% istri dan 47,8% suami dikategorikan memiliki tingkat stres sedang. Sementara itu, mayoritas pasangan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi, dengan 76,7% suami dan 75,8% istri berada dalam kategori kepercayaan tinggi, sementara sisanya berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat stres dalam hubungan perkawinan dan berfungsi sebagai faktor psikologis penting yang mendukung keharmonisan perkawinan dan kesejahteraan emosional pasangan suami istri.