Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIAN

Persepsi Masyarakat Terhadap Hutan Kota Di Kawasan Bandara Deo Kota Sorong (Studi Kasus di Kelurahan Malaingkedi dan Kelurahan Remu Selatan) Muzna AA Gafur; Lona Helty Nanlohy; Flora Veronika Naa
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v9i1.290

Abstract

Persepsi sangat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap lingkungannya. Seseorang yang mempunyai persepsi yang benar mengenai konservasi kemungkinan besar orang tersebut berperilaku positif terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan. Dengan demikian persepsi dapat mempengaruhi orang dalam menentukan sikap dan tindakannya sehingga orang akan ikut berperan aktif dan berpartisipasi di dalam proses pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei melalui wawancara secara langsung dan pengisian kuisioner. Metode survei merupakan tipe pendekatan dalam penelitian, yang ditujukan pada sejumlah individu atau kelompok. Persepsi masyarakat Kelurahan Malaingkedi dan Kelurahan Remu Selatan terhadap aspek hutan kota menunjukan bahwa masyarakat sudah sangat memahami keberadaan dan manfaat hutan kota bagi kehidupan masyarakat sekitar hutan kota. 
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati Di Seram Bagian Timur Halima Kasongat; Muzna Ardin Gafur; Ponisri Ponisri
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.418 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, keanekaragaman, kemerataan dan dominas dan habitat dari jenis-jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di wilayah hutan jati Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pengamatan langsung di lapangan. Untuk pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara  purposive sebanyak 15 plot  pengamatan dengan ukuran plot  20 x 20 m, sehingga luas keseluruhan areal penelitian 6000 m2 (0,6 ha) dari luas keseluruhan hutan jati 7500 m2 (0,75 ha).  Berdasarkan hasil penelitian di lapangan tentang Identifikasi  dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati di Seram Bagian  Timur adalah sebagai berikut jenis jamur ektomikoriza yang terdapat pada tegakan hutan jati di Kampung Wailola di Seram Bagian Timur ditemukan 10 famili dengan 16 jenis jamur ektomikoriza dan jumlah seluruhnya ada  203  individu dimana jenis terbanyak adalah dari famili Polyporaceae ada tiga jenis, kedua dari famili Ganodermataceae, Strophariaceae, Agaricaceae, dan Amanitaceae masing-masing 2 jenis dan selanjutnya dari family Auriculariaceae, Pyronemateceae, Physacriaceae, Schizophyllaceae, dan Cortinariaceae masing-masing 1 jenis. Nilai indeks keanekaragaman dan kemerataan  jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah tinggi.  Untuk  nilai keanekaragaman jenis adalah 1,2625 dan indeks kemerataan jenis yaitu 1,0485.  Sedangkan nilai indeks dominasi jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah rendah (0,1077). Habitat jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati yaitu saprofit dan epifit. Saprofit mempunyai jumlah jenis dan presentase yang lebih tinggi sebanyak 13 jenis (81,25 %) dan habitat epifit 3 jenis (18,75%).
Potensi Pati Sagu Dan Pendapatan Masyarakat Di Kampung Mega Distrik Mega Kabupaten Sorong Lona Helti Nanlohy; Muzna Ardin Gafur
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.321 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i1.818

Abstract

Sagu merupakan salah satu penghasil karbihodrat, sagu dapat dimanfaatkan dalam bentuk pati yang dapat diolah menjadi berbagai produk. Pati sagu selama ini dimanfaatkan sebagai makanan pokok  bagi masyarakat  Papua terutama masyarkat yang bermukim di daerah pesisir yang umumnya dalam bentuk pangan tradisional misalnya dikonsumsikan sebagai bahan makanan pokok dalam bentuk papeda. Disamping sebagai makanan pokok sagu juga dikonsumsi sebagai makanan pendamping seperti ;  sagu lempeng dan sagu bungkus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pati sagu dan pendapatan masyarakat di Kampung Mega Distrik Mega Kabupaten Sorong. Pengukuran Potensi sagu dilakukan melalui metode survey dengan pangamatan dan pengukuran langsung di lapangan Pengukuran Potensi pati sagu dilakukan dengan pengukuran diameter pohon sagu (cm) dan tinggi pohon sagu (m) pengukuran  potensi pati sagu dalam penelitian ini hanya di batasi pada tumbuhan sagu fase Masak tebang (MT).  Metode yang digunakan untuk pengukuran kerapatan pohon sagu masak tebang adalah metode jalur.Potensi pati sagu rata-rata perpohon adalah 282,93 kg  dengan diameter pohon sagu berkisar antara 37 sampai 57 cm dengan rata-rata 47 cm, sedangkan tinggi pohon berkisar antara 15 sanpai 28 m dengan rata-rata 19,29 m. Luas areal yang menjadi sampel penelitian adalah 5 Ha dari 100 ha luas keseluruhan hutan sagu. Ditemukan 74 pohon sagu masak tebang (MT) sehingga hasil perhitungan potensi pohon sagu masak tebang (MT) adalah 14.8 pohon/Ha. Pendapatan masyarakat  adalah sebesar Rp. 31.410.000/bulan atau rata-rata Rp. 1.847.647/bulan.