Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CARA MENGEFEKTIFKAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Azmi Ayu Fauziah Batubara; Intan Tri Permatasari; Asmah Naziha; Irfan Fauzi
Qalam lil Athfal Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhari Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan yang efektif merupakan elemen krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas pendidik di lingkungan sekolah. Penguatan manajemen dan administrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem supervisi yang terstruktur. Selanjutnya, partisipasi aktif seluruh warga sekolah dibangun melalui peningkatan kesadaran kolektif. Efektivitas supervisi juga didorong dengan optimalisasi rapat pimpinan dan guru, serta penyediaan media seperti papan karya guru dan perpustakaan yang representatif. Forum diskusi guru dan penerbitan buletin sekolah dijadikan sarana refleksi dan berbagi praktik baik. Inovasi lain dilakukan melalui pembentukan forum penelitian guru dan pelaksanaan workshop kurikulum untuk meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi banding tahunan dilaksanakan sebagai sarana benchmarking yang konstruktif. Melalui pendekatan ini, supervisi pendidikan tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga media pembinaan, kolaborasi, dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.
METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF Winda Purnama Sari Purba; Ma’ruf Sholihin; Intan Tri Permatasari; Dilla Novita Sani
Qalam lil Athfal Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhari Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengumpulan data kualitatif merupakan pendekatan penting dalam memahami fenomena sosial secara mendalam dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pengumpulan data kualitatif, seperti wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan data analisis yang diambil dari buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wawancara mampu mengungkap informasi personal dan subjektif, observasi efektif untuk memahami perilaku dalam konteks alami, dan dokumentasi memperkaya data dengan sumber tertulis, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) membantu memperkuat kerja sama tim. Kesimpulannya, penggunaan metode pengumpulan data kualitatif yang beragam sangat penting untuk memperoleh data yang kurang valid dalam penelitian sosial.
GLOBALISASI DAN PERGESERAN OTORITAS DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN Aulia Laila Azzahra; Intan Tri Permatasari; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xmhmxm81

Abstract

Globalisasi telah menghadirkan perubahan signifikan terhadap arah kebijakan pendidikan melalui pergeseran otoritas negara, rekonstruksi tata kelola pendidikan, serta penguatan wacana global yang membingkai proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis mendalam terhadap buku, jurnal, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara tidak lagi memegang kendali tunggal dalam menetapkan kebijakan pendidikan, karena proses global membuka ruang intervensi bagi lembaga internasional, pasar global, dan aktor transnasional. Di sisi lain, globalisasi mendorong digitalisasi pembelajaran, standardisasi kualitas melalui indikator internasional, serta pergeseran kurikulum menuju kompetensi abad ke-21. Namun demikian, kajian ini juga menegaskan adanya bahaya reifikasi, yakni kecenderungan untuk menerima pengaruh global secara taken for granted tanpa mempertimbangkan konteks sosial-budaya masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan di era global sangat bergantung pada kemampuan negara menyeleksi, mengolah, dan mengadaptasi wacana global secara kritis sehingga tetap sejalan dengan identitas nasional, kebutuhan lokal, dan tujuan pembangunan pendidikan. Dengan demikian, globalisasi bukan sekadar tantangan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan apabila dikelola dengan pemikiran yang reflektif dan selektif.