Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CARA MENGEFEKTIFKAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Azmi Ayu Fauziah Batubara; Intan Tri Permatasari; Asmah Naziha; Irfan Fauzi
Qalam lil Athfal Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhari Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan yang efektif merupakan elemen krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas pendidik di lingkungan sekolah. Penguatan manajemen dan administrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem supervisi yang terstruktur. Selanjutnya, partisipasi aktif seluruh warga sekolah dibangun melalui peningkatan kesadaran kolektif. Efektivitas supervisi juga didorong dengan optimalisasi rapat pimpinan dan guru, serta penyediaan media seperti papan karya guru dan perpustakaan yang representatif. Forum diskusi guru dan penerbitan buletin sekolah dijadikan sarana refleksi dan berbagi praktik baik. Inovasi lain dilakukan melalui pembentukan forum penelitian guru dan pelaksanaan workshop kurikulum untuk meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi banding tahunan dilaksanakan sebagai sarana benchmarking yang konstruktif. Melalui pendekatan ini, supervisi pendidikan tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga media pembinaan, kolaborasi, dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.
PROSEDUR DAN SISTEMATIKA PEMBUATAN LAPORAN PENELITIAN KUALITATIF Andi Nugraha; Siti Nurlailasari Agustina; Asmah Naziha
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2273

Abstract

Penulisan laporan penelitian kualitatif memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap prosedur dan sistematika yang berlaku agar hasil penelitian tidak hanya terstruktur tetapi juga menggambarkan makna yang mendalam dari temuan di lapangan. Peneliti memulai proses ini dengan merancang kerangka kerja konseptual yang menjadi fondasi kuat dalam menyusun laporan. Setiap bagian laporan mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil temuan, hingga pembahasan dan kesimpulan harus saling terkait dan membentuk alur naratif yang logis. Lima aspek penting dalam penyusunan laporan penelitian kualitatif, yaitu kejelasan tujuan, konsistensi metodologi, kedalaman analisis, validitas interpretasi, serta refleksi kritis peneliti, menjadi penopang utama kualitas laporan. Penyusunan laporan bukanlah tahap akhir, melainkan puncak dari keseluruhan proses berpikir ilmiah yang menuntut ketelitian, orisinalitas, dan keberanian dalam menggambarkan realitas apa adanya. Kajian ini mencakup secara rinci prosedur, sistematika, dan tahapan penting yang perlu dilalui untuk menghasilkan laporan penelitian kualitatif yang akademik, reflektif, dan bernilai ilmiah tinggi. Sehingga, hasil akhirnya akan sesuai dengan yang diharapkan.
ANALISIS PERBANDINGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN TIGA NEGARA: FINLANDIA, JEPANG, DAN QATAR Erny Wulandari; Asmah Naziha; Najib Shihab; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ygd6qy41

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan di negara maju sebagai studi kasus untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pembangunan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada analisis kebijakan pemerintah, struktur kurikulum, kualitas tenaga pendidik, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka, dengan menelaah laporan internasional, artikel ilmiah, serta data resmi dari lembaga seperti OECD, UNESCO, dan kementerian pendidikan negara terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional dengan dukungan anggaran yang konsisten, perencanaan jangka panjang, dan sistem evaluasi yang ketat. Kurikulum disusun secara adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, sementara kualitas guru dijaga melalui program pelatihan berkelanjutan serta seleksi yang ketat. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan telah menciptakan budaya belajar sepanjang hayat, di mana keluarga, sekolah, dan komunitas berperan aktif. Pemerataan akses diwujudkan melalui kebijakan inklusif, dan teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Temuan ini memberi implikasi penting bagi Indonesia, yaitu perlunya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada kualitas sekaligus pemerataan agar daya saing pendidikan nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
CARA MENGEFEKTIFKAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Azmi Ayu Fauziah Batubara; Intan Tri Permatasari; Asmah Naziha; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan yang efektif merupakan elemen krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas pendidik di lingkungan sekolah. Penguatan manajemen dan administrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem supervisi yang terstruktur. Selanjutnya, partisipasi aktif seluruh warga sekolah dibangun melalui peningkatan kesadaran kolektif. Efektivitas supervisi juga didorong dengan optimalisasi rapat pimpinan dan guru, serta penyediaan media seperti papan karya guru dan perpustakaan yang representatif. Forum diskusi guru dan penerbitan buletin sekolah dijadikan sarana refleksi dan berbagi praktik baik. Inovasi lain dilakukan melalui pembentukan forum penelitian guru dan pelaksanaan workshop kurikulum untuk meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi banding tahunan dilaksanakan sebagai sarana benchmarking yang konstruktif. Melalui pendekatan ini, supervisi pendidikan tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga media pembinaan, kolaborasi, dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.