Suciptono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN ORGANISASI IPNU DAN IPPNU TERHADAP PENANAMAN AKHLAK PESERTA DIDIK DI MA NU 01 LIMPUNG Syakirul Amin; Suciptono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v2i1.179

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Menganalisis Kepemimpinan Pimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU: yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis gaya kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU di MA NU 01 Limpung, Mengetahui Akhlaq peserta didik MA NU 01 Limpung: yaitu bagaimana siswa di MA NU 01 Limpung mempersepsikan peran dan pengaruh gaya kepemimpinan pimpinan komisariat IPNU dan IPPNU terhadap penanaman akhlak terpuji peserta didik, dan Mengetahui pengaruh kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU terhadap penanaman akhlaq peserta didik: Yaitu mengidentifikasi bagaimana peran serta pengaruh gaya kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU terhadap penanaman Akhlaq peserta didik. Dalam penelitian ini rancangan yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif. Penelitian Kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar Variabel. Adapun pendekatan yang dilakukan pada Penelitian ini adalah Pendekatan Regresi Linier Sederhana. Uji regresi linier adalah suatu teknik statistik yang digunakan untuk menguji hubungan antara variabel respon dan satu atau lebih variabel prediktor. Uji ini digunakan untuk memprediksi nilai variabel respon berdasarkan nilai variabel prediktor. Dalam penelitian kuantitatif, uji regresi linier sering digunakan untuk menguji hipotesis tentang bagaimana satu atau lebih variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Hasil dari penelitian ini adalah kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU (Variabel X) dan Akhlaq peserta didik di MA NU 01 Limpung (Variabel Y) itu baik, dengan masing-masing mendapatkan Skor rata-rata 3,69 untuk Kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU, dan 4,19 untuk Akhlaq peserta didik dengan skala 5,0. Adapun Variabel X itu mempunyai pengaruh terhadap Variabel Y sebesar 27,5%, itu artinya bahwa Kepemimpinan Organisasi IPNU dan IPPNU mempunya pengaruh sebesar 27,5% terhadap penanaman Akhlaq Peserta didik di MA NU 01 Limpung.
Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman Mengajar PAI di SMK NU 01 Kendal Suciptono; Ginanjar, Nanang; Rizqi Nahzdia, Ahmad; Zahro, Ismatuz; Malida Khusna, Sinta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v4i1.237

Abstract

Etos kerja adalah sikap, semangat dan komitmen individu dalam melaksanakan tangung jawab termasuk bagi mahasiswa yang mengikuti Praktik pengalaman Lapangan (PPL) untuk meningkatkan keterampilan mengajar. Mahasiswa PPL harus memiliki kesiapan mental, kemampuan pedagogik, dan sikap professional untuk bias meng hadapi beragam tantangan dalam proses pembelajaran, terutama dalam matapelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengali peran etos kerja magasiswa PPL dalam menghadapi tantangan mengajar PAI di SMK NU 01 Kendal. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperoleh data yang releven.  Temuan penelitian menunjukkan bahwa semangat kerja mahasiswa PPL berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Tantangan yang dihadapi mencakup perbedaan latar belakang pengetahuan agama siswa, rendahnya minat belajar, pengelolaan kelas, serta keterbatasan dalam penggunaan media pembelajaran. Dengan semangat kerja yang positif seperti disiplin, tangung jawaba,integritas, dan kreativitas dalam menyusun mwtude pembelajaran, mahasiswa ppl dapat mengetasi tantangan- tantangan tersebut.
Cognitive Fatigue Among Santri in Dual-Curriculum Islamic Boarding Schools Rohani, Rohani; Gunawan, Muhammad Ali; Suroyya, Camila Fatah; Suciptono
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 4 (2025): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v6i4.2082

Abstract

Cognitive fatigue has emerged as a critical concern in educational settings that require sustained mental effort, particularly in Islamic boarding schools implementing dual-curriculum systems. Santri are required to balance intensive Qur’anic memorization with formal general education, creating substantial cognitive demands that may affect learning effectiveness and mental well-being. This study aims to examine the level of cognitive fatigue among santri and to identify key contributing factors within a dual-curriculum pesantren context. A quantitative descriptive design was employed involving 120 students aged 13–18 at Darul Iman Islamic Boarding School, North Lombok, Indonesia. Data were collected using the Pediatric Cognitive Fatigue Scale (PCFS), supported by classroom observations and analysis of study duration, sleep patterns, and memorization load. The findings indicate that most students experience moderate to high levels of cognitive fatigue. Fatigue levels were strongly associated with prolonged daily study time exceeding ten hours, reduced sleep duration, and high Qur’anic memorization intensity, while gender and age were not significant predictors. These results highlight the cumulative cognitive risks of extended academic engagement without adequate rest. This study contributes to the limited empirical literature on student cognitive fatigue in religious education environments. The findings imply the need for pesantren administrators and policymakers to redesign learning schedules by incorporating structured rest periods, balanced memorization targets, and sleep protection strategies to promote healthier and more sustainable learning environments for adolescents in dual-curriculum Islamic boarding schools.