Susanti, Ernah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Adat Dukuh Garut Dalam Perspektif Budaya Hidup Selaras Dengan Alam Sutisna, Mohamad; Pradana, Paiman; Supinah, Dewi; Susanti, Ernah; Sanwani, Iwan
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan local masyarakat Kampung Dukuh dalam perspektif budaya hidup selaras dengan alam. Dalam kesehariannya, mereka memiliki pandangan hidup yang berlendaskan pada paham sufisme. Paham tersebutlah yang akhirnya mempengaruhi bentuk fisik desa serta tradisi masyarakatnya. Karena berlandaskan pada paham sufisme, masyarakat kampong dukuh menjadi orang yang sangat menjunjung tinggi nilai keharmonisan dan keselarasan hidup. Hal ini lantar diinterpretasikan dalam tampilan bentuk bangunan, dimana mereka dilarang menggunakan dinding dari tembok, jendela kaca, ataupun atap genteng pada bangunannya. Larangan tersebut didasarkan paham bahwa segala hal yang berbau kemewahan dianggap dapat mengganggu keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Mereka juga tidak menggunakan barang-barang modern dan elektronik dalam kesehariannya. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka menggunakan peralatan rumah tangga yang berbahan dasar alami, seperti dari kayu dan bambu. Material tersebut dipercaya lebih memberikan manfaat ekonomis dan kesehatan, karena bahan tersebut tidak mudah hancur atau pecah dan dapat menyerap kotoran. Pola budaya juga berpengaruh pada aspek non fisik seperti ritual budaya, diantaranya ngahaturan tuang. Kearifan local merupakan asset Negara yang berharga. Kita patut melestarikannya dan menjaganya agar kearifan local tersebut dapat terjaga dengan baik tanpa ada ancaman dan pengaruh buruk dari luar.
Hubungan Pemahaman Bela Negara dan Perilaku Anti-Radikalisme terhadap Sikap Patriotisme Siswa SMK Susanti, Ernah; Sutisna, Mohamad; Subhan, Muhamad
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman siswa tentang konsep bela negara dan perilaku anti radikalisme dengan sikap patriotisme pada siswa SMK PUI Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas tes pemahaman konsep bela negara serta angket skala Likert untuk mengukur perilaku anti radikalisme dan sikap patriotisme. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang konsep bela negara berada pada kategori tinggi dengan tingkat pencapaian sebesar 84,13%. Perilaku anti radikalisme siswa juga berada pada kategori baik dengan tingkat pencapaian sebesar 81,56%, sedangkan sikap patriotisme siswa berada pada kategori tinggi dengan tingkat pencapaian sebesar 82,76%. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pemahaman konsep bela negara memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,069 dan kontribusi sebesar 0,5%. Perilaku anti radikalisme memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,227 dan kontribusi sebesar 5,2%. Secara simultan, pemahaman konsep bela negara dan perilaku anti radikalisme memiliki hubungan positif dengan sikap patriotisme dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,259 dan kontribusi sebesar 6,7%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan sikap patriotisme tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman konsep kebangsaan, tetapi juga oleh perilaku sosial yang mencerminkan penolakan terhadap ideologi ekstrem.