Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONVERGENSI DAN DIVERGENSI PENANGANAN KESEHATAN MASYARAKAT TERKAIT KEGAWATDARURATAN AKIBAT BENCANA Ningsih, Endang Suprihati; Adawiyah, Rabiatul; Heriyadi, Muhammad; Putri, Keina Salsabila Ilmi
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v8i1.327

Abstract

There has been an increase in the number of floods and victims affected. This incident has caused health problems for the community in Banjarmasin. Emergency response in the field is still hampered by the information system. This study is limited to the city of Banjarmasin, but it can describe South Kalimantan Province because the mechanisms are the same. Referring to the concepts of convergence and divergence, this study was conducted using interpretive phenomenology. It was analyzed using the I.P.A. principle, assisted by NVIVO software to facilitate visualization. The results of the study show that, in terms of structural convergence, the Banjarmasin health cluster implements a top-down mechanism that is still in use. In terms of operational convergence, although the Health Office has an SKDR information system, the process still relies heavily on manual systems. Operations only rely on WhatsApp groups, and the reporting of disaster victim and patient data is still manual. This causes divergence in the field, which is prone to data and personnel errors. It is hoped that in the future there will be an integrated one-stop information system that can be utilized by health clusters both specifically and generally in Indonesia.
Digitalisasi Screening Tumbuh Kembang dan Kesehatan Gigi Remaja SMA Berbasis Sistem Informasi Kesehatan di SMAN 5 Banjarmasin Ningsih, Endang Suprihati; Adawiah, Rabiatul; Purnama, Sapta Heru; Putri, Keina Salsabila Ilmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4226

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah tumbuh kembang dan kesehatan gigi apabila tidak dilakukan pemantauan secara dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan sistem informasi kesehatan dalam mendukung screening tumbuh kembang dan kesehatan gigi pada remaja SMA di SMAN 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menilai status tumbuh kembang serta pengisian kuesioner digital untuk screening kesehatan gigi. Seluruh data hasil screening dicatat dan diolah menggunakan sistem informasi kesehatan yang dirancang secara sederhana dan terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 65% siswa berada dalam kategori IMT/U normal, namun masih ditemukan siswa dengan kategori kurus, overweight, dan obesitas. Selain itu, 38,3% siswa pernah mengalami sakit gigi dalam enam bulan terakhir dan 60% jarang melakukan pemeriksaan gigi rutin. Penerapan sistem informasi kesehatan mempermudah pencatatan, pengolahan, dan pelaporan data secara digital serta mendukung deteksi dini masalah kesehatan remaja. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemanfaatan sistem informasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Peningkatan Literasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Melalui Edukasi Berbasis Simulasi pada Siswa SMKN 5 Banjarmasin Purnama, Sapta Heru; Ningsih, Endang Suprihati; Adawiah, Rabiatul; Praja, Mura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4227

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sering kali terjun ke dunia industri melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) tanpa kesiapan mental dan fisik yang memadai terhadap risiko kecelakaan kerja. Kesenjangan antara teori Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bangku sekolah dengan kompleksitas bahaya di lingkungan kerja nyata menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini hadir untuk menjembatani celah tersebut dengan meningkatkan literasi K3 serta menanamkan safety mindset melalui metode edukasi berbasis simulasi interaktif. Dengan mengadopsi pendekatan Participatory Learning and Action (PLA), program ini melibatkan siswa secara aktif dalam sesi safety mindset coaching, identifikasi bahaya langsung (hazard hunting), praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga simulasi tanggap darurat. Evaluasi yang dilakukan terhadap 52 siswa SMKN 5 Banjarmasin menunjukkan capaian signifikan, dengan peningkatan nilai rata-rata pemahaman sebesar 40%. Lebih dari sekadar angka, kegiatan ini berhasil menggeser paradigma siswa: K3 kini dipandang sebagai kebutuhan perlindungan diri yang vital, bukan lagi sekadar kewajiban administratif sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis simulasi efektif dalam membangun kompetensi teknis sekaligus kesiapan mental siswa SMK sebelum memasuki dunia kerja.