Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembekalan dan Pendampingan dalam Pemetaan Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII Rosita, Lenny; Mayastuti, Mayastuti; Satriyo, Cindy Charisma; Chandradinata, Edbert
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.14772

Abstract

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2021 memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan dan memfasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Selain itu, salah satu fungsi LLDIKTI yaitu pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal dengan peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan Akreditasi Program Studi (APS). Berdasarkan data PDDIKTI menunjukkan bahwa hanya 2% yaitu 7 dari 318 saja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi A/Unggul, sedangkan jumlah program studi terakreditasi A/Unggul senilai 7% yaitu 157 dari 2165 program studi di LLDIKTI wilayah VII. Salah satu program penguatan LLDIKTI sejak tahun 2018 dengan menyelenggarakan program-program penjaminan mutu perguruan tinggi yang fokus pada program fasilitasi pelatihan, pendataan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sampai dengan pengembangan aplikasi yang diberi nama Management Information System for Higher Education QualityAssurance (MISHEQA). Pendidikan tinggi melalui SPMI, yang merupakan upaya perguruan tinggi sebagai pelaksana untuk menjamin dihasilkannya lulusan-lulusan yang kompeten. Sehubungan dengan hal tersebut maka LLDIKTI Wilayah VII memberikan pendampingan penerapan SPMI dan bimbingan teknis kepada perguruan tinggi dalam penggunaan aplikasi MISHEQA.  Guna memberikan wawasan dan sharing best practice, LLDIKTI Wilayah VII menggandeng narasumber dari PTS yang teruji dan berkompeten. Kegiatan bimtek berdampak pada pertumbuhan jumlah perguruan tinggi yang melaporkan pemetaan SPMI.Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2021 memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan dan memfasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Selain itu, salah satu fungsi LLDIKTI yaitu pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal dengan peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan Akreditasi Program Studi (APS). Berdasarkan data PDDIKTI menunjukkan bahwa hanya 2% yaitu 7 dari 318 saja Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi A/Unggul, sedangkan jumlah program studi terakreditasi A/Unggul senilai 7% yaitu 157 dari 2165 program studi di LLDIKTI wilayah VII. Salah satu program penguatan LLDIKTI sejak tahun 2018 dengan menyelenggarakan program-program penjaminan mutu perguruan tinggi yang fokus pada program fasilitasi pelatihan, pendataan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sampai dengan pengembangan aplikasi yang diberi nama Management Information System for Higher Education QualityAssurance (MISHEQA). Pendidikan tinggi melalui SPMI, yang merupakan upaya perguruan tinggi sebagai pelaksana untuk menjamin dihasilkannya lulusan-lulusan yang kompeten. Sehubungan dengan hal tersebut maka LLDIKTI Wilayah VII memberikan pendampingan penerapan SPMI dan bimbingan teknis kepada perguruan tinggi dalam penggunaan aplikasi MISHEQA.  Guna memberikan wawasan dan sharing best practice, LLDIKTI Wilayah VII menggandeng narasumber dari PTS yang teruji dan berkompeten. Kegiatan bimtek berdampak pada pertumbuhan jumlah perguruan tinggi yang melaporkan pemetaan SPMI.
Decolonizing Environmental Communication Through Islamic Ethics: Media Framing of Green Economy and Greenwashing in Indonesia Mahsun, Moch; Bakhri, Saiful; Satriyo, Cindy Charisma
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on implementing digital media for Islam’s green economy and greenwashing. The research focuses on the decolonization of environmental communications. Using content from the three of the most prominent platforms Kompas.com, Detik.com, and TimesIndonesia.co.id and using the interpretive paradigm, purposive sampling of 45 articles from 2022-2024 on each platform disentangles the empirical evidence in the sustainability and greenwashing discourse in acting and using Islamic ethical concepts in the persuasive framework and communication of khalifah, mīzān, maqāṣid al-sharīʿah, and sadd al-dharīʿah. The ethical, albeit fractured, mediation of legitimizing the articulation of green and sustainable ethics is the function of the platforms. Kompas.com is Critical–Reformist in its jurisprudential orientation and Detik.com from within a social construct of ethical individualized responsibility, while Times from the Islamic green ethics realm is primarily rhetorical. These collectively address the instrumental Islamic ethics of modernization of development discourse. Islamic legal maxims, while being highly instrumental and greenwashing within its construct, tend to be selective, cautious, and restrictive. This study enriches the theorization of media and religion within the decolonial discourse paradigms of communication and rhetoric-ecology.
DECOLONIZING ENVIRONMENTAL COMMUNICATION THROUGH ISLAMIC ETHICS: MEDIA FRAMING OF GREEN ECONOMY AND GREENWASHING IN INDONESIA Mahsun, Moch; Bakhri, Saiful; Satriyo, Cindy Charisma; Yazid, Azy Athoillah
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v17i1.5437

Abstract

This research focuses on implementing digital media for Islam’s green economy and greenwashing. The research focuses on the decolonization of environmental communications. Using content from the three of the most prominent platforms Kompas.com, Detik.com, and TimesIndonesia.co.id and using the interpretive paradigm, purposive sampling of 45 articles from 2022-2024 on each platform disentangles the empirical evidence in the sustainability and greenwashing discourse in acting and using Islamic ethical concepts in the persuasive framework and communication of khalifah, mīzān, maqāṣid al-sharīʿah, and sadd al-dharīʿah. The ethical, albeit fractured, mediation of legitimizing the articulation of green and sustainable ethics is the function of the platforms. Kompas.com is Critical–Reformist in its jurisprudential orientation and Detik.com from within a social construct of ethical individualized responsibility, while Times from the Islamic green ethics realm is primarily rhetorical. These collectively address the instrumental Islamic ethics of modernization of development discourse. Islamic legal maxims, while being highly instrumental and greenwashing within its construct, tend to be selective, cautious, and restrictive. This study enriches the theorization of media and religion within the decolonial discourse paradigms of communication and rhetoric-ecology.