Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ETNOSENTRISME KOMENTAR NETIZEN TERHADAP KONTEN VIDEO ISU PENGUNGSI ROHINGYA PADA AKUN TIKTOK @BANG JATEE Fitri Adelia Pratiwi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2143

Abstract

Platform TikTok telah menjadi ruang diskusi publik yang signifikan terkait isu pengungsi Rohingya. Salah satu konten kreator yang aktif membahas topik ini adalah Bang Jatee. Unggahannya tentang pengungsi Rohingya mendapat perhatian luas dan memicu berbagai komentar dari netizen. Fenomena diskriminasi terhadap Rohingya ini erat kaitannya dengan konsep etnosentrisme, yaitu Etnosentrisme merupakan menilai budaya orang lain dengan kacamata budaya kita sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji lebih dalam bentuk-bentuk etnosentrisme yang muncul dalam komentar netizen terhadap konten video mengenai isu pengungsi Rohingya yang diunggah oleh akun TikTok @Bang Jatee. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori etnosentrisme William G. Sumner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas komentar netizen pada konten video isu pengungsi Rohingya yang diunggah akun TikTok @Bang Jatee kebanyakan negatif dan mencerminkan etnosentrisme. Melalui proses penafsiran komentar terpilih, ditemukan komentar netizen yang mengandung keempat sikap etnosentrisme yakni Superiority, Stereotyping, Exclusion or rejection, dan Hostility.
BIAS GENDER DALAM PEMBERITAAN KASUS USTAZ CABUL DI BEKASI: ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Fitri Adelia Pratiwi; Ummi Kulsum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/zmr9m364

Abstract

Media di Indonesia secara konsisten mereproduksi bias gender melalui strategi pembingkaian dalam pemberitaan kekerasan seksual, memposisikan korban perempuan sebagai objek pasif sementara pelaku laki-laki digambarkan dengan narasi dominan dan agresif, seperti yang terlihat dalam studi sebelumnya seperti Asrita (2022). Penelitian ini mengkaji bias gender dalam pemberitaan kasus pelecehan seksual ustaz Bekasi (September hingga Oktober 2025) di detik.com dan Kumparan.com, menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills untuk menyelidiki posisi subjek-objek, peran penulis, dan posisi pembaca. Dengan menggunakan pendekatan interpretatif kualitatif, data dari artikel berita yang dipilih secara purposif dianalisis melalui pengkodean manual, triangulasi, dan interpretasi tematik yang berfokus pada seksisme dan reproduksi patriarki. Temuan menunjukkan pelaku dipusatkan sebagai subjek dominan dengan penekanan moral sensasional pada identitas agama mereka, sementara korban adalah objek pasif tanpa agensi naratif; perspektif jurnalistik memprioritaskan tindakan pelaku daripada pengalaman korban, dan pembaca diposisikan sebagai hakim moral pasif. Pola-pola ini memperkuat ideologi patriarki, sejalan dengan teori komunikasi feminis tentang ketidakseimbangan kekuasaan media. Implikasinya mencakup rekomendasi untuk jurnalisme yang peka gender sesuai standar AJI untuk mengurangi stigmatisasi korban dan mempromosikan representasi yang adil.