Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HALALAN THAYYIBAN: THE KEY OF SUCCESSGUL HALAL FOOD INDUSTRY DEVELOPMENT Tamimah Tamimah,; Sri Herianingrum; Inayah Swasti Ratih; Khofidlotur Rofi’ah; Ummi Kulsum
Ulumuna: Jurnal Studi Keilsman Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : LP2M IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.881 KB) | DOI: 10.36420/ju.v4i2.3501

Abstract

This study aims to see the role of halal and thayyib food which can support the success of the halal food industry. Because at this time the diversity of food circulating in the community began to a very popular pattern of life. Starting from local food, even imported food has become a public interest in consumption. However, this diversity raises doubts about whether the food consumed has met the standards of halal and thayyib. Presently, halal and thayyib food is not only a basic obligation for consumers to consume, but has become the basic key to the development of a global halal food industry considering halal and thayyib foods are not only sought after by Muslim consumers, but non-muslim consumers are interested in halal products because security is guaranteed. The research method used uses literature studies by searching for various literature that is relevant to this research. The implications of this research are as a strategy for food industries to use halal and thayyib standards in their industrial development so that they can survive and be able to compete with other industries.
Penggunaan Media Komik pada Materi Akidah Akhlak dalam Peningkatan Motivasi Belajar Relly Sugianto; Ummi Kulsum; Hasbullah Hasbullah
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v7i2.3677

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru akidah akhlak di MA Ardaniah Kota Serang, mengetahui motivasi belajar peserta didik di MA Ardaniah Kota Serang. Dan mengetahui penggunaan media komik pada materi akidah akhlak terhadap peningkatan motivasi belajar di MA Ardaniah Kota Serang. Penelitian ini di latar belakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif oleh guru akidah akhlak sehingga membuat proses pembelajaran terlihat tidak menarik dan tidak menumbuhkan semangat belajar serta tidak memotivasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah kepala madrasah, guru akidah akhlak dan peserta didik MA Ardaniah Kota Serang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu: Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan: pertama, penggunaan media pembelajaran di MA Ardaniah masih belum variatif dan hanya sebatas memanfaatkan media yang ada, sehingga membuat pembelajaran kurang menarik membuat peserta didik jenuh dan tidak membuat peserta didik termotivasi. Kedua, motivasi belajar peserta didik di MA Ardaniah juga cenderung rendah, hal ini terlihat dari perilaku peserta didik pada saat pembelajaran banyak yang mengobrol sesama teman dan mengantuk di kelas. Ketiga penggunaan media komik pada materi akidah akhlak di MA Ardaniah memberikan banyak perubahan dalam kegiatan pembelajaran diantaranya: pembelajaran menjadi menarik, peserta didik mudah memahami materi, membuat peserta didik aktif dan termotivasi.
JENIS MENYUSUI BERDASARKAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI IBU DAN DUKUNGAN SUAMI Ummi Kulsum; Diah Andriani Kusumastuti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan menyusui pada uisa 0–6 bulan memegang peranan sangat penting terhadap kelangsungan pemberian ASI pada bayi hingga usia 2 tahun sehingga penelitian mengenai faktor–faktor yang berperan dalam keberhasilan menyusui hingga bayi berusia 6 bulan penting untuk dilakukan. Berbagai penelitian menunjukakn bahwa keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor pengetahuan ibu, latar belakang pendidikan, faktor sosio demografi serta kepercayaan diri ibu, status pernikahan. Pemberian ASI selama enam bulan di Kabupaten Kudus berdasarkan laporan survey diketahui hanya 19,56%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosiodemografi ibu dan dukungan suami dalam hal korelasi dengan jenis menyusui. Kegiatan yang dilakukan berupa pengambilan data dengan kuesioner pada ibu menyusui yang memiliki anak usia 6-12 bulan, data yang diambil berupa sosiodemografi ibu (umur, pendidikan, paritas, pekerjaan dan status ekonomi), dukungan suami, serta jenis menyusui yang diterapkan ibu. Rancangan penelitian ini adalah analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan potong lintang yaitu data yang menyangkut variabel bebas dan terikat diukur dalam waktu yang bersamaan dan data diambil secara cross sectional / dalam satu waktu dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji korelasi antara faktor sosio demografi yang terdiri dari faktor usia ibu, pendidikan, pekerjaan, paritas, status ekonomi dengan jenis menyusui diuji dengan uji Chi Kuadrat diperoleh hasil pekerjaan dan status ekonomi (p < 0,05) yang berarti terdapat korelasi, sedangkan faktor usia ibu, pendidikan, paritas diperoleh hasil (p > 0,05 ) yang berarti tidak terdapat korelasi.Kata Kunci : jenis menyusui, sosiodemografi, dukungan suami.
KONSUMSI SUMBER PROTEIN HEWANI PADA IBU NIFAS BERBASIS SOSIAL BUDAYA Ummi Kulsum; Diah Andriani Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 1, No 01 (2016): MATERNAL II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v1i01.602

Abstract

ABSTRACTPuerperal requires adequate nutrition, nutrient needs during childbirth is determined by a good diet on postpartum mothers. Needs adequate nutrition will help to restore the puerperal women in the puerperal body and smoothness on breastfeeding.The phenomenon is often the case in rural communities is the strong influence of culture on foods that are considered good and should be consumed, which is considered to negatively impact her and the baby and should be avoided. Objective: to know the relationship between social and cultural factors on postpartum mother with the consumption of animal protein. This type of research is a cross sectional analytic. The independent variable of socio-cultural and socio-demographic, while the dependent variable consumption of animal protein. The population in this study were all post partum mothers in the Work Area of the city district health centers Holy District in May- July 2016, with a sample of 100 people who were taken using purposive sampling technique sampling. Measuring instrument using a questionnaire. Analysis of data using exact fhisher. The subject of research is the mother postpartum 7-45 days postpartum located in Puskesmas Kota Kudus. The results showed that the majority of respondents aged 20-35 years (76%), the majority of graduate education past high school (52%), working mothers (51%), the number of children 2-3 (54%). Low economic status (63%). Based on the test results fhisher exact error level α = 0.05 ρ = 0,384 values obtained for the correlation of socio-cultural with the consumption of animal protein whose meaning is there is no correlation. While the correlation of sociodemographic factors in the consumption of animal protein for the variables of age, education, occupation, number of children indigo p 0.05 meaning there is no correlation, while the economic status or value of p = 0.013 p 0.05 which meaning there is a correlation. The results of the analysis of the correlation bivariable family composition with animal protein consumption value ρ = 0,024atau value of p 0.05 significance correlation. Results Logistic Regression testing untul most dominant factor that correlates with the consumption of proteinhewani between economic status and family composition results obtained for the composition keluarga.dengan 0,000 thus the most dominant factor that correlates with the consumption of animal protein is the composition of the family. Based on the research results can be concluded that the majority of mothers (76 respondents) lives with her husband and children only (nuclear family) consume animal protein compared with mothers who live with a nuclear family instead. besides the economic status of puerperal women also correlated with the consumption of animal protei. Midwives should cooperate with health workers to provide information about abstinence from food on puerperal by giving leafled, counseling in Posyandu activities of the PKK, so that mothers do not post partum abstinence from food during childbirth. Midwives can make postpartum visits to prevent complications during childbirth.Keywords: Animal Protein,puerperium, social culture  ABSTRAKMasa nifas memerlukan nutrisi yang adekuat, kebutuhan gizi pada masa nifas ditentukan oleh pola makan yang baik pada ibu nifas. Kebutuhan gizi yang tercukupi akan membantu ibu nifas untuk mengembalikan tubuh pada masa nifas dan kelancaran pada proses menyusui. Fenomena  yang  sering  terjadi  di  masyarakat  pedesaan  adalah  kuatnya  pengaruh  dari budaya tentang makanan yang dianggap baik sehingga harus dikonsumsi, yang dianggap memberikan dampak buruk bagi dirinya dan bayi sehingga harus dihindari. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara faktor sosial budaya pada ibu nifas dengan konsumsi protein hewani. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional. Variabel independent sosial budaya dan sosiodemografi , sedangkan variabel dependen konsumsi protein hewani. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas di Wilayah Kerja puskesmas kecamatan kota Kabupaten Kudus pada bulan Mei – Juli 2016 dengan sampel 100 orang yang diambil menggunakan teknik sampling purposive sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan exact fhisher.Subyek Penelitian adalah ibu Nifas 7 – 45 hari pasca melahirkan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20 – 35 tahun (76 % ) , pendidikan terakhir mayoritas tamat SMU ( 52 % ) , ibu bekerja (51 %), jumlah anak 2 - 3(54 % ). Status ekonomi rendah ( 63 %). Berdasarkan hasil uji exact fhisher pada taraf kesalahan α = 0,05 didapatkan nilai ρ = 0,384 untuk korelasi sosial budaya dengan konsumsi protein hewani yang maknanya adalah tidak terdapat korelasi. Sedangkan korelasi faktor sosiodemografi dengan konsumsi Protein hewani untuk yang variabel usia,pendidikan,pekerjaan ,jumlah anak nila p 0,05 yang maknanya tidak terdapat korelasi, sedangkan status ekonomi   nilai p = 0,013 atau  p 0.05 yang maknanya terdapat korelasi. Hasil analisis bivariabel korelasi komposisi keluarga dengan konsumsi protein hewani   nilai ρ = 0,024atau nilai p 0,05 maknanya terdapat korelasi. Hasil uji Regresi Logistik untul menguji faktor yang paling dominan yang berkorelasi dengan konsumsi proteinhewani antara status ekonomi dan komposisi keluarga diperoleh hasil 0,000 untuk komposisi keluarga.dengan demikian faktor yang paling dominan yang berkorelasi dengan konsumsi protein hewani adalah komposisi keluarga. Berdasarkan Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ibu yang mayoritas ( 76 responden ) tinggal dengan suami dan anak saja ( keluarga inti ) mengkonsumsi protein hewani dibandingkan dengan ibu yang tinggal dengan bukan keluarga inti. selain itu status ekonomi ibu nifas juga berkorelasi dengan konsumsi protein hewani. Bidan sebaiknya bekerja sama dengan kader kesehatan untuk memberikan informasi tentang  pantang makanan pada masa nifas dengan memberikan leafled, penyuluhan di posyandu, kegiatan PKK, sehingga ibu post partum tidak melakukan pantang makanan pada masa nifas. Bidan dapat melakukan kunjungan nifas untuk mencegah komplikasi pada masa nifas. Kata Kunci : Protein Hewani, Ibu Nifas , Sosial Budaya
Urgensi Kafaah dalam Pernikahan dan Implikasinya Terhadap Keutuhan Rumah Tangga Pakondang Rubaru Sumenep Ummi Kulsum
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper to describe the problems in finding a good partner or commonly called kafaah, se kufu’ 'between the bride and groom. One of the problems to find a good partner is the issue of kafaah or so called kufu' between the bride and groom. Kafaah can also be called a match or equal, similar, balanced or harmonious. That is, the harmony between the prospective husband and the prospective wife so that interested parties do not object to the continuity of the marriage. For example, men are equal to their future wives, equal in position, equal in social status, ethics and wealth. While the focus of this research, namely 1) about the urgency of kafaah in marriage and 2) the implications of kafaah on the integrity of the household. The type of research in this study is a qualitative research with a descriptive approach. The next process is transcribing, labeling the information obtained in observations and interviews. Then classify the data that has been coded according to their respective cognate themes. Furthermore, in qualitative data analysis is drawing conclusions and verification. While the results of this study, namely: 1) The Urgency of Kafaah in Marriage, including; Kafaah is the right for prospective wives and guardians, a factor that can encourage the creation of happiness in the household, guarantee the safety of women from failure or household shocks, and a balance in terms of education and the economy. 2) Implications of Kafaah on the Integrity of the Household, namely; Aspects of mutual understanding, Aspects of affection, Aspects of cooperation, and Aspects of communication. Penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan dalam mencari pasangan yang baik atau biasa disebut kafaah, se kufu'' antara kedua mempelai. Salah satu masalah mencari pasangan yang baik adalah masalah kafaah atau disebut kufu' antara kedua mempelai. Kafaah juga bisa disebut serasi atau sederajat, serupa, seimbang atau serasi. Artinya, keharmonisan antara calon suami dan calon istri agar pihak yang berkepentingan tidak keberatan dengan kelangsungan pernikahan. Misalnya, laki-laki sederajat dengan calon istrinya, sederajat kedudukan, sederajat dalam status sosial, sederajat, dan sederajat. Sedangkan fokus penelitian ini yaitu 1) tentang urgensi kafaah dalam pernikahan dan 2) implikasi kafaah terhadap keutuhan rumah tangga. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses selanjutnya adalah menyalin, memberi label pada informasi yang diperoleh dalam observasi dan wawancara. Kemudian mengklasifikasikan data yang telah diberi kode sesuai tema serumpunnya masing-masing. Selanjutnya dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan hasil penelitian ini yaitu: 1) Urgensi Kafaah dalam Nikah, meliputi; Kafaah adalah hak bagi calon istri dan wali, faktor yang dapat mendorong terciptanya kebahagiaan dalam rumah tangga, jaminan keselamatan perempuan dari kegagalan atau goncangan rumah tangga, dan keseimbangan dalam hal pendidikan dan ekonomi. 2) Implikasi Kafaah terhadap Keutuhan Rumah Tangga, yaitu; Aspek saling pengertian, Aspek kasih sayang, Aspek kerjasama, dan Aspek komunikasi.
Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs An Najah Matanair Rubaru Sumenep Ummi Kulsum
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2020): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kreativitas pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan oleh setiap elemen Pendidikan, khususnya bagi tenaga pendidik atau guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara materiil atau pun secara metodologi dan substansinya. Secara materiil salah satunya adalah dari aspek bahan ajar yang disesuaikan dengan pengembangan pengetahuan, bahwa kreativitas pembelajaran pendidikan agama Islam merupakan suatu proses dimana guru dapat menunjukkan kepada siswa tentang aturan atau struktur yang mendasarinya, kemudian membiarkannya sendiri dan membuat kalimat baru. Metode pembelajaran PAI di MTS An-Najah Matanair yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi kepada siswa-siswi sebagai berikut: Metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode diskusi. Sedangkan media atau alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam di MTS An-Najah Matanair di antaranya sebagai berikut; papan tulis, poster, dan LCD. Pengembangan metode pembelajaran merupakan suatu bentuk kreativitas dalam proses belajar mengajar, karena peserta didik tidak hanya dituntut untuk menyimak materi yang disampaikan oleh guru, tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanya, bahkan mereka juga diberikan waktu untuk mendiskusikan materi yang akan dipelajari di kelas. The development of learning creativity is an effort made by every element of education, especially for educators or teachers to improve the quality of the learning process in material or methodologyand its substance. Materially, one of them isfrom the aspect of teaching materials which is adapted to the development of knowledge. The creativity of learning Islamic religious education is a process where Islamic religious education teachers can show students about the underlying rules or structures, then let them do it themselves and creating new sentences. In the PAI learning method at MTS an Najah Matanair that can be used by teachers in delivering material to students, namely the lecture method, the method of demonstration, and the method of discussion. While the visual media used in Islamic Education learning at MTS an Najah are blackboards, posters, LCD. Meanwhile, developing learning methods is a from of creativity in the teaching and learning process, because student are not only required to listen to the material presented by the teacher, but they are given the opportunity to ask questions, even discuss the material to be learned in class.
Realizing Religious Moderation Through Al-Qur'an Education Park at Nurul Yaqin Mosque, Kebon Melati Village, Tanah Abang District Rina Septiani; Ummi Kulsum; Susanto Susanto
Jurma : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurma.v6i2.1609

Abstract

The radicalism of terrorism in Indonesia is increasingly seen as dangerous. The incident of self-bombing in a Christian house of worship in 2018 in East Java involving four children who were still at school is clear evidence of the resurgence of terrorism. The highlight is that the child was still at the primary stratum level. This service has the aim of participating in solving this problem using a form of service too early Islamic education forums, namely the Al-Qur'an Education Park (TPA) using the theory of religious moderation as a basis. The program on the agenda is teaching and learning activities at the TPA. With the Participatory Action Research (PAR) method lasting for one month, namely February to March 2020, the activity concludes that the activities carried out can create a moderate religious understanding of TPA residents, or at the very least, can strengthen religious moderation. Raising awareness that loving the motherland is a must and an obligation as enlightenment regarding acts of radicalism and terrorism is a heinous thing. Apart from this, the servant is aware that there is much that must be done in making changes toward moderation.
Penanganan Data Tidak Seimbang Menggunakan Hybrid Method Resampling Pada Algoritma Naive Bayes Untuk Software Defect Prediction Moch Lutfi; Arief Tri Arsanto; Muhammad Faishol Amrulloh; Ummi Kulsum
INFORMAL: Informatics Journal Vol 8 No 2 (2023): Informatics Journal (INFORMAL)
Publisher : Faculty of Computer Science, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/isj.v8i2.41090

Abstract

Software defect prediction is software data that is used to identify a software module and can also be used to predict software defects. Before carrying out further trials, it is necessary to carry out special handling, especially by using algorithm models as predictions of software defects with the aim of obtaining information from the device being developed. Therefore, it is necessary to predict software defects using appropriate classification and prediction methods, so that the resulting accuracy results are better. In this study, the naïve Bayes algorithm was used as a classification with a resampling technique approach to handle unbalanced data, including SMOTEENN and SMOTETomek. The best accuracy results in the research conducted were 92.5% on the Nasa Repository PC4 dataset
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit sebagai Penunjang Pengendalian Internal Piutang di Toko Nuansa Hasil Karya Banyuwangi Muhammad Fauzen Adiman; Firman Santoso; Ummi Kulsum
Mazinda : Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2023): Mazinda : Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Bisnis
Publisher : Program Studi Akuntansi Syari'ah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/mazinda.v1i1.2647

Abstract

Every business is founded with the aim of making a profit for the owner in the future. Various strategies must be implemented, evaluated, modified, and developed continuously so that the company can maintain its existence. Not only in product marketing, but also aspects of human resources, information systems and management which are supported by the implementation of an internal control system must be the main concern of every business owner. In order to expand market share and sales volume, the Nuansa Karya Banyuwangi Store does not only serve cash sales, but also sells on credit. So that sales transactions increase. It's just that, the obstacle that is still being faced today is the continued increase in the number of uncollectible accounts every year. If this is not handled properly, it will cause losses for the company. So it is necessary to support data management based on Accounting Information Systems, which can support owners in making decisions. This qualitative descriptive study aims to determine the application of SIA at Nuansa Karya Store and its effectiveness in controlling receivables. The data were extracted from primary and secondary data sources. Both through the method of observation, interviews, and document analysis. Any data collected by researchers will be tested for validity through the triangulation method and extension of observations. The data were analyzed through three stages, namely: data presentation, data reduction, and drawing conclusions. From the results of field findings and discussions, it was concluded that Nuansa Karya's shop has not maximized the application of the Accounting Information System in managing sales transactions on credit. Receivables transaction data is recorded manually on the accounts receivable ledger and transaction evidence is not properly archived. In addition, there are dual duties of employees in carrying out the credit sales function. So that this condition does not optimally support the effectiveness of accounts receivable control and sales decision making.
POTRET PERILAKU PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI MASA PANDEMI COVID 19 Ika Tristanti; Ummi Kulsum
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i1.229

Abstract

Latar belakang : Corona atau COVID 19 merupakan penyakit berbahaya yang telah ditetapkan oleh World Health Organisation(WHO) sebagai pandemi dunia yang menyebabkan gangguan pernafasan akut berat yang berakhir dengan kematian. Jumlah penderita COVID 19 di Indonesia per tanggal 21 Juli 2020 berjumlah 89.869 jiwa. Hal ini yang menyebabkan ketakutan masyarakat khususnya ibu hamil untuk datang ke pelayanan kesehatan ketika mengalami gangguan kesehatan atau untuk memeriksakan kehamilan. Tujuan penelitian : untuk menggambarkan perilaku pemeriksaan kehamilan di masa pandemi COVID 19. Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam melibatkan ibu hamil, suami dan bidan pada bulan Juni-Juli 2020. Data informan divalidasi dengan metode triangulasi. Hasil penelitian : Pada masa pandemi, ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur setiap bulan. Tempat pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan yang dituju adalah bidan praktik mandiri. Ibu hamil sebelum periksa sudah melakukan kontrak waktu terlebih dahulu dengan bidan. Ibu hamil telah menggunakan alat pelindung diri ketika datang periksa ke bidan. Sarana pelayanan kesehatan telah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Simpulan: perilaku ibu hamil untuk pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID 19 mengalami perubahan. Ibu hamil, petugas dan sarana pelayanan kesehatan sudah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi untuk mencegah penularan COVID 19