Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA TERHADAP ADAPTASI MAHASISWA PERANTAU DI PERGURUAN TINGGI MULTIETNIS Muhammad Mafruh; Nikmah Suryandari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi komunikasi antar budaya terhadap adaptasi mahasiswa di perguruan tinggi multietnis. Perguruan tinggi merupakan tempat bertemunya masyarakat multietnis yang memiliki latar belakang budaya, agama, ras, dan suku yang beragam, mengingat Indonesia sebagai negara multietnis yang mempunyai perbedaan norma yang berlaku di setiap daerah masing-masing sehingga perlu adanya penelitian yang membahas mengenai komunikasi antar budaya utamanya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dengan pengumpulan data primer di dapat dari wawancara dan data sekunder dari kajian literatur, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling untuk menentukan informan yang sesuai dengan arah penelitian yakni beberapa mahasiswa yang suku dan bahasa yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu memahami bahasa, kebiasaan, serta karakter budaya lokal memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik dan lebih cepat membaur dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, khususnya mahasiswa perantau, untuk membangun kesadaran lintas budaya melalui pembelajaran, keterbukaan, dan pengalaman langsung dalam interaksi sehari-hari.
STUDI FENOMENOLOGI MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MANAJEMEN KOMUNIKASI MULTIPERAN DI LINGKUP PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN KELUARGA Muhammad Mafruh; Isnaini Adelia; Faradila Ananda W; Loura Syafira; Rian Hari Ramadhan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2370

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir seringkali dihadapkan pada tantangan dalam menjalani berbagai peran secara bersamaan, seperti peran sebagai mahasiswa, pekerja, dan anggota keluarga. Tekanan yang muncul dari multiperan ini menuntut kemampuan manajemen waktu, komunikasi, dan pengelolaan emosi yang tinggi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan mental dan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa tingkat akhir mengelola komunikasi dalam menjalani multiperan di tiga ranah tersebut dengan pendekatan fenomenologi dalam paradigma interpretif. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yakni mahasiswa yang aktif kuliah, bekerja, dan memiliki tanggung jawab dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan bekerja atas keinginannya sendiri, tanpa tekanan ekonomi dari keluarga, dan memiliki pekerjaan yang fleksibel sehingga ia dapat memprioritaskan kuliah. Strategi mengatasi stres dilakukan dengan memberi jeda untuk menikmati hobi. Dukungan emosional dari keluarga, terutama ibu, menjadi faktor penting yang membantunya tetap seimbang dan terhindar dari burnout. Kunci keberhasilan partisipan dalam menjaga keseimbangan hidup terletak pada kemampuannya menyusun skala prioritas dan kedisiplinan dalam menjalani peran. Temuan ini menegaskan pentingnya persepsi selektif, regulasi diri, dan dukungan sosial dalam manajemen komunikasi multiperan mahasiswa tingkat akhir.
Analysis of Instagram Social Media Usage on Public Perception of the Palestinian Refugee Issue M. Angkasa Dharu; Muhammad Mafruh; Ahmad In'am Kholifi; Rian Hari Ramadhan; Rio Kurniawan
Public Policy: Jurnal Ilmu Sosial dan Kebijakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/policy.v3i1.25

Abstract

Social media, particularly Instagram, has become a primary means of voicing various social and humanitarian issues, including the conflict in Palestine. This study aims to analyze the influence of Instagram use on public perception of the Palestinian refugee issue. A quantitative approach was used, using a survey method with 35 respondents aged 18–35 who actively use Instagram and are exposed to content related to the Palestinian issue. Data were analyzed using validity, reliability, and normality tests, simple linear regression, and other classical assumption tests such as heteroscedasticity, multicollinearity, autocorrelation, t-tests, and F-tests. The results indicate a significant relationship between Instagram use and the formation of public perception of the Palestinian refugee issue (r = 0.623; p < 0.05). The regression model proved significant both simultaneously (F = 20.924; p < 0.05) and partially (t = 4.574; p < 0.05). These findings reinforce the role of visual social media in shaping public opinion and increasing empathy and public participation in global humanitarian issues.