Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Peningkatan Persentase Penggunaan Crumb Rubber pada Adukan Segar Crumb Rubber-Engineered Cementitious Composites (CR-ECC) terhadap Slumpflow Hasibuan, Fery Hamonangan; Aswin, Muhammad; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15998

Abstract

Komposit yang memiliki sifat dan perilaku tarik yang lebih baik dibandingkan dengan beton sering dikenal dengan sebutan engineered cementitious composites (ECC). ECC biasanya terbuat dari semen, air, pasir silika, material cementitious, serat, dan bahan tambah lainnya dengan proporsi tertentu. Istilah mortar ECC digunakan karena ECC tersebut tidak menggunakan serat. Abu cangkang sawit (ACS) digunakan sebagai material cementitious pada riset ini. Sedangkan sebagai pengganti serat, digunakan crumb rubber (dengan proporsi 2,5%; 5%; 7,5%; 10% dan 12,5% dari berat semen) untuk membentuk CR-ECC. Workability diukur berdasarkan uji slumpflow yaitu pengukuran T500 dan diameter slumpflow. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau penggunaan variasi crumb rubber terhadap slumpflow adukan segar CR-ECC yang berbasis abu cangkang sawit. Berdasarkan hasil dari pengujian slumpflow, diperoleh diameter sebaran slumpflow rata-rata (D) dari adukan segar CR-ECC terletak antara 710 mm sampai dengan 930 mm, sedangkan waktu sebaran slumpflow (T500) dari adukan segar CR-ECC yaitu berkisar antara 0,90 detik sampai dengan 1,68 detik. Hasil pengujian slumpflow dari adukan segar CR-ECC menunjukkan workability yang baik, dan sudah sesuai dengan ketentuan standar. Penggunaan crumb rubber dapat mempengaruhi workability karena factor daya serapnya terhadap air, namun keterlibatan penggunaan superplasticizer ternyata sangat berperan dalam mempertahankan workability adukan segar CR-ECC, sekalipun nilai faktor air semen (f.a.s) konstan.
Pengembangan Smart Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya dengan Adaptive Dimming Berbasis Kepadatan Lalu Lintas Sihombing, Gunawan; Nasution, Devi Maiya Sari; Irwansyah; Hasibuan, Fery Hamonangan
Journal of Electrical Engineering Research Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/joeer.v2i1.24

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan infrastruktur penting yang berperan dalam meningkatkan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan aktivitas masyarakat pada malam hari. Pada banyak wilayah, khususnya daerah pinggiran dan pedesaan, keterbatasan jaringan listrik menyebabkan implementasi PJU konvensional menjadi kurang optimal dan memiliki biaya operasional yang tinggi. Pemanfaatan energi surya melalui PJU tenaga surya menjadi solusi alternatif yang mandiri dan ramah lingkungan. Namun, sebagian besar sistem PJU tenaga surya masih menggunakan pengendalian sederhana berbasis waktu atau sensor cahaya sehingga lampu beroperasi pada intensitas maksimum sepanjang malam tanpa mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Hal ini menyebabkan pemborosan energi, mempercepat degradasi baterai, serta menurunkan keandalan sistem pada kondisi cuaca yang kurang mendukung.Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Smart PJU tenaga surya dengan adaptive dimming berbasis kepadatan lalu lintas menggunakan sensor cerdas, mikrokontroler ESP32, serta sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Metode penelitian menggunakan pendekatan rekayasa melalui tahapan perancangan sistem, implementasi prototipe, pengujian fungsional, serta analisis kinerja. Intensitas lampu LED dikendalikan menggunakan teknik Pulse Width Modulation (PWM) yang disesuaikan dengan tiga tingkat kepadatan lalu lintas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Parameter yang dianalisis meliputi konsumsi energi, intensitas pencahayaan, State of Charge (SOC) baterai, serta durasi operasi lampu.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menyesuaikan intensitas pencahayaan secara real-time sesuai kondisi lalu lintas. Dibandingkan sistem PJU tenaga surya konvensional, sistem yang dikembangkan mampu menurunkan konsumsi energi harian hingga 36,7%, meningkatkan SOC baterai pada akhir periode operasi malam, serta memperpanjang durasi operasi lampu hingga 33%. Integrasi sensor, mikrokontroler, dan IoT memungkinkan pemantauan sistem secara real-time sehingga mendukung pengelolaan dan pemeliharaan yang lebih efektif. Dengan demikian, Smart PJU tenaga surya berbasis adaptive dimming terbukti lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan serta berpotensi menjadi solusi penerangan jalan cerdas di wilayah dengan keterbatasan pasokan listrik dan variasi kepadatan lalu lintas yang dinamis