Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini di TK TAAM Adinda Menganti Gresik Syaikhon , Muhammad; Rihlah , Jauharotur
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.148

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan judul Strategi Pengembangan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini di TK TAAM Adinda Menganti Gresik yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bagaimana strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (2) apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (3) bagaimana hasil dari penerapan strategi pengembangan PAI terhadap prestasi belajar peserta didik di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik?. Berdasarkan fokus masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan strategi pengembangan PAI di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik? (3) untuk mengetahui bagaimana hasil dari penerapan strategi pengembangan PAI terhadap prestasi belajar peserta didik di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik?. Temuan penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa: strategi pengembangan PAI yang dilakukan di TK TAAM Adinda Kepatihan Menganti Gresik sangat tepat sekali, dengan mengadopsi dari teori-teori dan konsep pembelajaran ala Rasulullah dan dipadukan dengan konsep dan teori-teori pembelajaran yang berkembang saat ini. Faktor pendukung penerapan strategi ini adalah pendidik memiliki kemampuan menyampaikan ajaran agama Islam, adanya fasilitas yang berupa TV dan VCD, dan memiliki buku-buku Islami sebagai penunjang pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya persediaan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran, terbatasnya media pembelajaran sehingga metode yang digunakan dalam pembelajaran pun kurang bervariasi, dan perbedaan latar belakang keluarga serta minimnya dalam pemahaman agama. Keberhasilan pembelajaran PAI tersebut telah berpengaruh positif bagi TK TAAM Adinda baik secara sosiologis maupun psikologis.
EMPOWERMENT OF EARLY CHILDHOOD EDUCATORS IN PASURUAN REGENCY IN FORMING AN ATTITUDE OF TOLERANCE IN EARLY CHILDHOOD Syaikhon, Muhammad; Rokhman Saleh, Nanang; Djuwari , Djuwari; Machmudah, Machmudah; Asmara, Berda; Rihlah , Jauharotur
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.807

Abstract

One of the major social issues currently faced in Indonesia, particularly in Pasuruan Regency, is intolerance. Educational institutions play a strategic role in instilling values of tolerance to reduce intolerant attitudes, especially from early childhood education. However, early childhood education institutions in Pasuruan Regency face challenges related to educators’ limited understanding of how to foster tolerant attitudes among young children. This community service activity aimed to enhance the knowledge and understanding of early childhood educators regarding the formation of tolerant attitudes in early childhood learners. The program was conducted over four months and involved early childhood educators in Pasuruan Regency, totalling 50 participants. The method employed was educational counseling delivered through lectures and question-and-answer sessions. Participants’ knowledge levels were measured using a pre-test questionnaire prior to the counseling session and a post-test afterward to assess knowledge improvement. The results indicated that only 10 participants (20%) demonstrated adequate knowledge in the pre-test, while post-test results showed a significant increase, with 40 participants (80%) demonstrating improved understanding. In conclusion, educational counseling activities for early childhood educators in Pasuruan Regency effectively increased their knowledge in fostering tolerant attitudes among early childhood learners.