Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAIDAH ILMU TAFSIR AL-QURAN PRAKTIS DALAM PENGEMBANGAN AL-QURAN Triastuty, Nabila; Nasution, Rolan
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 1 (2025): MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kaidah ilmu tafsir Al-Quran yang bersifat praktis dan relevansinya dalam pengembangan Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi masyarakat modern. Kaidah tafsir praktis memegang peranan penting dalam membantu umat Islam memahami dan mengaplikasikan ajaran Al-Quran sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan mengedepankan pendekatan linguistik, kontekstualisasi ayat, dan relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kaidah tafsir praktis berupaya untuk menjembatani antara pemahaman klasik dan penerapan dalam kehidupan kontemporer. Artikel ini juga menguraikan beberapa contoh implementasi, seperti pengembangan kurikulum pendidikan Islam dan kebijakan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan praktis dalam tafsir Al-Quran memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk menghubungkan nilai-nilai spiritual Al-Quran dengan tuntutan kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan esensi dan kedalaman ajaran.
Asbabun Nuzul Ayat 274 Q.S Al-Baqarah dan Hubungannya dengan Fadhilah Berinfaq Karena Allah Triastuty, Nabila; Nasution, Rolan; Naqsyabandi, Muhammad; Nasution, Rahmadani; Romadani, Suci; Ihsan, Muhammad; Taqwa, Muhammad; Pane, Fahmi Azhar; Damanik, Agusman
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2473

Abstract

Surah Al-Baqarah ayat 274 merupakan salah satu ayat yang menegaskan keutamaan berinfak di jalan Allah dengan penuh keikhlasan, baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, serta pada waktu siang dan malam. Ayat ini tidak dapat dipahami secara komprehensif tanpa memperhatikan konteks asb?bun nuz?l yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna berinfak karena Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 274 dengan menelaah sebab-sebab turunnya ayat serta pemberdayaan teologis dan sosial yang dikandungnya. Infak dalam ayat ini diposisikan bukan hanya sebagai amal sosial, tetapi juga sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, janji Allah berupa pahala, ketenangan batin, dan keselamatan akhirat menunjukkan bahwa infak memiliki dimensi spiritual dan psikologis yang kuat. Dengan demikian, pemahaman terhadap asb?bun nuz?l Surat Al-Baqarah ayat 274 memperkaya perspektif umat Islam dalam memaknai infak sebagai ibadah yang holistik, berorientasi pada keikhlasan, serta berdampak luas bagi kehidupan individu dan masyarakat.
Kajian Kritis Al-Dakhil Dari Jalur Tafsir Bathiniyah Nasution, Rolan; Zubaidah Nasution; Mina Sari Siregar; Hary Sahputra
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7544

Abstract

This study examines the challenge of ad-dakhil (foreign elements) in Qur’anic interpretation, particularly through the Baṭhiniyah interpretive approach, which prioritizes inner meanings while neglecting the apparent (ẓāhir) meaning and established exegetical methodologies. Such interpretations are considered to have the potential to distort Qur’anic meanings and undermine the normative foundations of Islamic law. The study aims to critically analyze the concept of ad-dakhil within Baṭhiniyah exegesis and identify its methodological deviations, as well as scholarly perspectives on its legitimacy in Qur’anic studies. Employing library research with a qualitative-descriptive and analytical-critical approach, data were collected from classical and contemporary tafsir works, Islamic legal scholarship, and relevant books and journal articles. The analysis focuses on epistemological foundations, interpretive methods, and theological and normative implications. The findings reveal that Baṭhiniyah exegesis constitutes a major channel for the infiltration of ad-dakhil due to its disregard for linguistic rules, contextual considerations of revelation, and reliance on exclusive, unverifiable inner authority claims. Consequently, most exegetical scholars regard this approach as a methodological deviation that threatens a comprehensive understanding of Islamic teachings. The study recommends strengthening literacy in valid exegetical methodologies and encourages further research on other channels of ad-dakhil, including ideological, political, and philosophical influences, to preserve the integrity of Qur’anic interpretation.