Umi Ulhusna
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Hadis-hadis Dan Ayat-ayat Ekonomi Dalam Transaksi Keuangan Di Badan Amil Zakat Kolaka (BAZNAS) Amil Malik; Agista Afrilia; Muatabsyirah; Umi Ulhusna; Iftitah Amanah Bachtiar; Nur Asisah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v2i3.3905

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang bersumber dari hadis dan ayat-ayat Al-Qur'an di BAZNAS(Badan amil zakat nasional) Kolaka. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana BAZNAS Kolaka mengelola zakat, infak, dan sedekah dengan fokus pada kejujuran, larangan riba, keadilan dalam distribusi, dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kolaka telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip tersebut melalui pengelolaan dana yang akuntabel dan program pemberdayaan ekonomi yang dirancang khusus untuk mustahik. Meskipun demikian, tantangan seperti minimnya edukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, dan kendala administratif dalam menjangkau semua mustahik perlu diatasi dengan strategi yang komprehensif dan fokus. Dengan demikian, penerapan hadis-hadis dan ayat-ayat ekonomi dalam transaksi keuangan di BAZNAS Kolaka memiliki potensi yang sangat besar untuk mewujudkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan dan memberikan dampak sosial yang positif.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK ASURANSI SYARIAH Amil Malik; Umi Ulhusna; Abd Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i1.5726

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pengembangan produk asuransi syariah di Indonesia yang memiliki peluang besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1991, industri keuangan syariah, termasuk asuransi syariah (takaful), berkembang pesat dengan peningkatan jumlah perusahaan, variasi produk, dan kontribusi bruto, meski tingkat penetrasinya masih rendah dibandingkan asuransi konvensional akibat rendahnya literasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis jurnal nasional terakreditasi, prosiding, dan dokumen resmi melalui teknik sintesis naratif untuk mengintegrasikan temuan terkait potensi, tantangan, dan strategi pengembangan. Hasil menunjukkan perlunya strategi komprehensif yang mencakup inovasi produk sesuai kebutuhan pasar, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi dan personalisasi layanan, serta penguatan literasi publik secara berkelanjutan, didukung regulasi pemerintah yang berpihak dan kolaborasi lintas sektor. Implikasi penelitian menegaskan bahwa tanpa strategi menyeluruh, asuransi syariah sulit bersaing dengan asuransi konvensional, sehingga disarankan pengembangan model berbasis inovasi dan digitalisasi, peningkatan kapasitas SDM, literasi masif, serta regulasi yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi halal nasional untuk memperkuat daya saing, memperluas jangkauan, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis prinsip syariah di Indonesia.
TINGKAT PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEGIATAN EKONOMMI DAN DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN KELUARGA MATA KULIAH SOSIOLOGI EKONOMI Jumasrah; Amil Malik; Umi Ulhusna
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6636

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi serta dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan mengalami peningkatan signifikan seiring membaiknya akses pendidikan, berkembangnya sektor ekonomi kreatif dan digital, serta meningkatnya peluang kerja di sektor formal dan informal. Kontribusi ekonomi perempuan terbukti memperkuat stabilitas keuangan keluarga melalui tambahan pendapatan, pengelolaan keuangan yang lebih terencana, dan peningkatan kualitas hidup anggota keluarga. Selain itu, partisipasi perempuan juga meningkatkan posisi tawar mereka dalam pengambilan keputusan rumah tangga dan kehidupan sosial. Namun demikian, perempuan masih menghadapi tantangan seperti beban ganda, keterbatasan akses modal, serta stereotip gender yang menghambat perkembangan mereka. Meskipun begitu, kemajuan teknologi dan berbagai program pemberdayaan semakin membuka peluang bagi perempuan untuk berdaya secara ekonomi. Secara keseluruhan, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi memberikan dampak positif dan strategis bagi kesejahteraan keluarga dan pembangunan yang inklusif.
URGENSI FATWA DSN-MUI TENTANG DIGITAL GOLD TRADING: SEBUAH KAJIAN MASLAHAH MASA DEPAN Iftitah Amanah Bachtiar; Umi Ulhusna; Abd. Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.7013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 77/DSN-MUI/V/2010 tentang jual beli emas secara tidak tunai dalam konteks praktik digital gold trading ditinjau dari perspektif maṣlaḥah masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis, melalui kajian terhadap fatwa DSN-MUI, literatur fikih muamalah, serta konsep maṣlaḥah dan maqāṣid al-syarī‘ah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami relevansi fatwa terhadap perkembangan transaksi emas berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI memiliki urgensi yang tinggi dalam memberikan kepastian hukum syariah terhadap praktik digital gold trading. Kebolehan jual beli emas secara tidak tunai didasarkan pada perubahan fungsi emas yang tidak lagi berperan sebagai alat tukar resmi, melainkan sebagai komoditas. Ditinjau dari perspektif maṣlaḥah, fatwa ini mampu mewujudkan kemudahan muamalah, melindungi harta, serta mendorong kesejahteraan umat di tengah perkembangan ekonomi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fatwa DSN-MUI relevan dan adaptif dalam merespons tantangan ekonomi modern. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga keuangan syariah dan penyedia platform digital gold trading menerapkan fatwa ini secara konsisten dengan memperhatikan prinsip transparansi, kejelasan akad, dan pengawasan syariah yang berkelanjutan.