Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 6 bulan – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Babakan Nisaa', Defa Rahmatun; Rosyadi, Reza Julian Fadhilah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1592

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menduduki peringkat kedua dunia untuk kasus TBC tertinggi. Kabupaten Cirebon mencatat 261 kasus TBC anak pada 2021, dengan beragam faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kejadian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko TBC paru anak seperti umur, jenis kelamin, gizi, ASI eksklusif, berat badan lahir, imunisasi BGC, kontak dengan penderita TB dewasa, pendidikan dan pekerjaan orang tua, status sosial ekonomi serta perilaku merokok orang tua. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan responden sebanyak 31 orang menggunakan analisis univariat pada Juni 2023 di Babakan, Kabupaten Cirebon. Didapatkan hasil mayoritas anak berusia tahun 1–<2 tahun (48,4%), laki-laki (51,6%), gizi kurang (96,7%), mendapat ASI eksklusif (96,8%), berat badan lahir normal (96,8%), imunisasi BCG (87,1%), orang tua berpendidikan SMA, penghasilan ayah di atas UMR (80,6%), ibu di bawah UMR (90,3%), ayah bekerja sebagai karyawan swasta (71,0%), ibu sebagai ibu rumah tangga (87,1%), ada perokok di dalam rumah (87,1%), dan sedikit riwayat kontak TB dewasa (83,9%). Dari 31 responden, didapatkan faktor risiko terbanyak pada anak berusia 1–<2 tahun, jenis kelamin laki-laki, menderita gizi kurang, ASI eksklusif, berat badan lahir normal, mempunyai riwayat imunisasi BCG, ayah dan ibu berpendidikan SMA, penghasilan ayah di atas UMR, ibu di bawah UMR, ayah sebagai karyawan swasta, ibu sebagai ibu rumah tangga, ada perokok di dalam rumah, dan tidak ada riwayat kontak TB dewasa.
Avicenna Perpective of Learning-Difficulties, Screen-Time, and Emotional-Behavioral Issues in Children with Tuberculosis Nisaa', Defa Rahmatun; Dz, Abdus Salam; Karim, Abdul; Sambas, Dedi Rachmadi; Ramadhan, Muhammad Fachdi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 57, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v57.4299

Abstract

Pediatric tuberculosis has become a significant issue in Indonesia, affecting physical, mental, social, and educational aspects of the child. This correlational quantitative study aimed to analyze the correlation between learning-difficulties, screen-time, and emotional-behavioral issues of children with tuberculosis from the perspective of Avicenna. Data collection was performed on 68 children aged 5–12 years in Cirebon, Indonesia, during December 2024. Learning-difficulties were assessed using the Collorado Learning Difficulties Questionnaire in mathematics and language proficiency tests, while emotional-behavioral issues were measured using the Pediatric Symptom Checklist-17. Data analysis was then performed using the Spearman-Rank correlation test. Results showed that there was no significant relationship between learning-difficulties and children's emotional-behavioral issues in either language (r=0.56, p>0.05) or mathematics (r=0.212, p>0.05). However, excessive screen-time was significantly associated with emotional-behavioral issues (r=0.63, p<0.05). Avicenna's perspective shows the importance of balancing physical, mental, and spiritual health to support children's development. This study recommends reducing screen-time, providing family support, and integrating spiritual values into health interventions for children with tuberculosis to mitigate the psychosocial impacts of the disease. Thus, a holistic approach grounded in cultural and spiritual values for managing the condition is crucial.