Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor - Faktor Terkait Mitigasi Manajemen Risiko Pekerjaan Konstruksi Pada Preservasi Jalan Siborongborong Jalan Ke Sibolga (Tarutung)-Jalan Sisingamangraja (Padangsidimpuan) Provinsi Sumatera Utara Syafril, Syafril; Soekiman, Anton; Radisya Pratiwi, A. Andini
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32145

Abstract

Letak geografis dan struktur geologi Indonesia menjadikannya salah satu negara yang paling subur, sekaligus rawan bencana, termasuk gempa bumi, banjir, tanah longsor, badai, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, serta letusan gunung berapi. Serangkaian bencana tersebut telah menghancurkan bangunan fisik di lokasi bencana sedemikian rupa sehingga bangunan fisik harus dirancang dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor risiko bencana. Tahap pelaksanaan konstruksi adalah tahap yang paling padat aktivitas dan sumber daya. Kegagalan dalam mengelola aktivitas, sumber daya dan risiko pada tahap ini akan mengakibatkan pembengkakan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Terlebih lagi ancaman bencana membuat pelaksanaan konstruksi harus dikelola dengan hati-hati. Peran manajemen risiko tentunya sangat penting dalam manajemen pelaksanaan konstruksi, untuk itu perlu adanya kajian mengenai integrasi manajemen risiko bencana ke dalam pelaksanaan konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi jika terjadi bencana, perbandingan hasil pemeringkatan faktor risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi dengan hasil penelitian terdahulu, manajemen risiko pada proyek konstruksi yang terkait dengan kejadian bencana, dan menyusun kerangka kerja tentang integrasi manajemen risiko bencana ke dalam proyek konstruksi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode, yaitu: Analisis deskriptif statis untuk menganalisis tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat bencana alam, analisis mean rank untuk menganalisis risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi jika terjadi bencana, analisis respon risiko untuk menganalisis manajemen risiko untuk penanggulangan bencana, dan membuat kerangka kerja manajemen risiko bencana pada pelaksanaan proyek konstruksi.
Evaluasi Penerapan Metode Just in Time Time dan Material Requirement Planning pada Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Jailolo di Kabupaten Halmahera Bara H. Kadjidjo, Abubakar; Afriadie, Chandra; Radisya Pratiwi, A. Andini
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32559

Abstract

Dalam era globalisasi, perusahaan dan kontraktor dituntut mampu mengendalikan persediaan material secara efektif guna menjaga kelancaran produksi maupun pelaksanaan proyek konstruksi. Persediaan material yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan pemborosan, keterlambatan pekerjaan, hingga kerugian biaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan metode Just in Time Schedule dan Material Requirement Planning (MRP) terhadap kebutuhan material pada Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan data primer dan sekunder, meliputi perhitungan kebutuhan material (semen, pasir, dan krikil), analisis kebutuhan bersih, serta perhitungan biaya persediaan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Time Schedule efektif dalam menjaga kelancaran jadwal pekerjaan dengan memungkinkan prediksi keterlambatan serta penyesuaian pengiriman material. Namun, MRP lebih unggul dalam hal pengendalian persediaan, pemesanan material, serta efisiensi biaya. Perhitungan kebutuhan menghasilkan total volume beton 236,44 m³ dengan kebutuhan bersih 2.170 sak semen, 101,22 m³ pasir, dan 96,22 m³ krikil. Penerapan EOQ menghasilkan biaya persediaan (TIC) Rp 10.548.581, sedangkan penerapan JIT menurunkan biaya simpan 20% namun meningkatkan biaya pemesanan 15%, dengan total biaya efektif Rp 10.021.152. Kombinasi MRP untuk material dengan kebutuhan stabil (semen, krikil) dan JIT untuk material sensitif (pasir) menjadi strategi paling efisien. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterlambatan pasokan akibat kondisi geografis Maluku Utara, perbedaan antara perencanaan awal dan realisasi lapangan, keterbatasan koordinasi antar divisi, serta kemampuan SDM yang belum optimal dalam penguasaan sistem perencanaan. Dengan demikian, keberhasilan implementasi kedua metode sangat dipengaruhi oleh pembaruan data yang tepat waktu, koordinasi lintas divisi, serta peningkatan kompetensi SDM dalam manajemen material