Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FUNGSI POSYANDU LANSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA (Studi Di Desa Lakalamba Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat) Nur Aysah; Juhaepa; Syaifudin Suhri Kasim
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.49

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup pada lanjut usia di Desa Lakalamba Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dalam menentukan informan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa posyandu lansia di Desa Lakalamba memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Kegiatan yang dilaksanakan posyandu tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan rutin dan penyediaan obat-obatan dasar, tetapi juga memberikan dukungan emosional yang penting untuk mengurangi rasa kesepian, stres, dan kecemasan. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mental dan kebahagiaan para lansia. Selain itu, posyandu lansia juga membantu menghubungkan para lansia dengan layanan kesehatan dan sosial lainnya, memastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan.
BLOCKCHAIN DALAM MANAJAMEMEN RANTAI PASOKAN FARMASI Fitriah, Afila; Indi Mandaratu; Nadya Putri Regita; Neva Sabilla Hutamal; Nur Aysah; Mada Aditia Wardhana
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Teknologi Blockchain (BCT) dalam Manajemen Rantai Pasokan Farmasi (PSC) didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengatasi risiko global obat palsu dan di bawah standar—yang diperkirakan mencapai sekitar 10% secara global—serta kurangnya visibilitas dan tekanan regulasi untuk membangun sistem pelacakan elektronik interoperabel. BCT, sebagai ledger digital yang terdesentralisasi dan immutable (tidak dapat diubah), menawarkan potensi signifikan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterlacakan end-to-end dari obat-obatan. Aplikasi utamanya berfokus pada memerangi pemalsuan obat melalui sistem verifikasi keaslian dan pengamanan data sensitif seperti rekam medis yang immutable dan pemantauan kondisi rantai dingin (cold chain) dengan integrasi IoT. Model BCT yang dikembangkan menunjukkan peningkatan kinerja operasional yang signifikan, dengan waktu eksekusi rata-rata sekitar 3500 milidetik dan throughput mencapai 55.6 transaksi per detik (tps), melebihi kinerja sistem sebelumnya seperti DrugLedger. Meskipun demikian, adopsi BCT secara luas terhambat oleh masalah skalabilitas yang serius (terutama dalam memproses volume transaksi farmasi yang masif), tingginya biaya implementasi dan operasional, kesulitan integrasi dengan sistem IT yang sudah ada (legacy systems), dan ketidakpastian regulasi untuk kontrak pintar. Tantangan lain termasuk perlunya menyeimbangkan transparansi data dengan tuntutan untuk melindungi privasi data pasien yang sensitif.