Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STRATEGI BERTAHAN HIDUP NELAYAN TRADISIONAL SUKU BAJO DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KELUARGA (Studi di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Asriadin, Syaifudin Suhri Kasim, dan Sarpin
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 2 (2019): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.971 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i2.7038

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang menghambat nelayan tradisional Suku Bajo dalam pemenuhan kebutuhan keluarga di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. (2) Untuk mengetahui Bentuk-bentuk strategi bertahan hidup nelayan tradisional Suku Bajo dalam pemenuhan kebutuhan keluarga di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi yang dilaksanakan sejak 05 Desember 2018 sampai dengan 30 Januari tahun 2019, dengan jumlah informan sebanyak 16 kepala keluarga nelayan, sekretaris Desa dan Kepala Desa Mantigola diambil secara purposive sampling. Data penelitian ini dikumpul dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi, dan data dianalisis dengan menggunakan teknik gabungan antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor‑faktor yang menghambat nelayan tradisional Suku Bajo di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi adalah (1) Faktor Kondisi Alam, (1) Faktor Modal, (3) Faktor Kualitas SDM Yang Rendah, (4) Faktor Pemasaran Yang Terbatas, dan (5) Faktor Pola Hidup Konsumtif. Kemudian strategi yang dilakukan nelayan tradisional Suku Bajo di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi dalam pemenuhan kebutuhan keluarga adalah (1) Strategi Aktif, (a) Pemanfaatan Anggota Keluarga Untuk Bekerja, (b) Diversifikasi Mata Pencaharian (c) Peningkatan  kualitas SDM (nelayan), (2) Strategi Pasif, (a) Mengurangi Pengeluaran dan (3) Strategi Jaringan, (a) Pinjaman Modal Usaha (b) Pemasaran Hasil Tangkap di Luar Desa.Kata Kunci: Strategi, Nelayan Tradisional, Kebutuhan Keluarga
FAKTOR-FAKTOR BUDAYA, PSIKOLOGI DAN SOSIAL EKONOMI PENYEBAB KEMISKINAN PADA MASYARAKAT TANI DI DAERAH NANGA-NANGA KOTA KENDARI Syaifudin Suhri Kasim; Megawati Asrul Tawulo; Sarmadan Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.86 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.10630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendekripsikan faktor-faktor budaya, psikologis, dan sosial ekonomi penyebab kemiskinan pada masyarakat tani di daerah Nanga-Nanga Kecamatan Baruga Kota Kendari. Pendekatan penelitian ini ditinjau dari aspek sosial budaya dan ekonomi. Aspek sosial budaya dan ekonomi menggunakan dua macam metode: survey dan participatory rural appraisal (PRA). Data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber data terkait, seperti laporan dan dokumen-dokumen, publikasi  dan laporan hasil-hasil kajian sejenis. Sedangkan data primer dikumpulkan dari informan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskripsi, yakni penjelasan terhadap gejala-gejala sosial yang dipelajari yang didasarkan pada data empirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor budaya meliputi: kebiasaan hidup, disiplin kerja, etos kerja yang lemah, kejujuran, pola bercocok tanam, filosofi hidup, dan pola pikir masyarakat; (2) Faktor sosial, disebabkan karena umumnya mereka adalah ekstapol yang selama masa Orde Baru diperlakukan berbeda dengan masyarakat pada umumnya, dan kurangnya akses mereka pada sektor formal sehingga mempengaruhi sikap mental mereka untuk keluar dari kemiskinannya; dan (3) Faktor sosial ekonomi meliputi: modal usaha, akses terhadap pasar, kepemilikan alat produksi, pengolahan lahan, kepemilikan lahan, kualitas sumber daya petani, masalah ekonomi dan jual beli lahan.
DAMPAK PENGGUSURAN LAHAN MASYARAKAT PASCA PELEBARAN JALAN KENDARI-TORONIPA (Studi Di Desa Sorue Jaya Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe) Adnin Wulandari; Syaifudin Suhri Kasim; Ratna Supiyah
SOCIETAL Vol 8, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perubahan gaya hidup masyarakat Desa Sorue Jaya pasca penggusuran jalan Kendari-Toronipa. (2) Untuk mengetahui dampak dari pergusuran di Desa Sorue Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perubahan gaya hidup masyarakat Desa Sorue Jaya pasca penggusuran jalan Kendari-Toronipa (1) Aktivitas (2) Minat, merupakan faktor pribadi konsumen dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dampak dari penggusuran di Desa Sorue Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, dampak positif yaitu (a) Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi (b) Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Sedangkan dampak negatif terbagi menjadi dua yaitu aspek fisik dan aspek sosial. aspek fisi meliputi (a) Pencemaran Lingkungan, dampak dari adanya pembangunan jalan kendari-toronipa bagi masyarakat Desa Sorue Jaya adalah pencemaran lingkungan seperti polusi udara, debu, akibat aktivitas proyek maupun kendaraan yang digunakan, apabila memasuki musim hujan jalanan menjadi becek selain itu dampak dari proyek jalan kendari- toronipa ini terhambatnya akitivtas mereka karena jalan yang kurang layak. (b) Berkurangnya Sumber Daya Alam, alam di sekitar hutan dan perbukitan menjadi rusak, serta dapat memantik berbagai bencana alam yang merugikan masyarakat sendiri, seperti gempa, kebakaran hutan, erosi. Sedangkan aspek sosial, meliputi (a) interaksi social, interaksi sosial yang terjadi di Desa Sorue Jaya akibat adanya proyek pembangunan jalan kendari-toronipa ini sangat kurang karena banyaknya debu yang sehingga membuat masyarakat jarang sekali untuk keluar rumah. Sebelumnya interaksi yang terjadi di Desa Sorue Jaya dari dulu memang kurang tapi semenjak adanya proyek pembangunan jalan ini membuat masyarakat lebih malas keluar rumah walaupun hanya didepan rumah saja disebabkan banyakknya debu kendaraan yang lewat.Kata Kunci: Dampak, Perubahan, da
BERKURANGNYA MINAT MENJADI TOLEA DAN PABITARA DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU TOLAKI (Studi di Desa Molinese Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan) Enci Sarwati; Syaifudin Suhri Kasim; Sarmadan Sarmadan
SOCIETAL Vol 8, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk melihat faktor penyebab berkurangnya minat menjadi tolea pabitara dikalangan masyarakat Suku Tolaki di Desa Molinese Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. (2) untuk mengetahui dampak berkurangnya minat menjadi tolea pabitara dikalangan masyarakat Suku Tolaki Di Desa Molinese Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada 4 faktor penyebab berkurangnya minat menjadi tolea pabitara (1) harus memiliki garis keturunan dari tolea dan pabitara/tonomot`o, (2) profesi ini kurang menjanjikan dari segi ekonomi (3) kurangnya jaringan sosil (4) kurangnya kebijakan pemerintah. Adapun adapun dampak dari berkurangnya minat menjadi tolea pabitara adalah (1) terancamnya eksistensi tolea pabitara (2) melemahnya tata nilai budaya Suku Tolaki (3) pergeseran nilai-nilai budaya Tolaki.
The Influence of Patriarchic Culture on Pregnancy: A Case on Farming Households in Rural Rosnah; Syaifudin Suhri Kasim
International Journal of Qualitative Research Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijqr.v2i2.657

Abstract

This study is intended to describe the influence of patriarchal culture during the pregnancy of the mother, especially in rural farming households. This study uses a qualitative descriptive method in the context of the "Phenomenology" paradigm. Determination of informants is done intentionally. Research informants consisted of mothers who have children, pregnant women and their husbands, and medical officers (midwives). Primary data sources were obtained directly through interviews with informants and the results of field observations. Data collection is done through (a) direct interviews and (b) observation. Data validation was carried out by triangulation to determine the accuracy of the method used and the accuracy of the data obtained. The results showed that in poor households in rural areas the influence of patriarchal culture during the mother's pregnancy can be seen in (1) Domestic activities in which men are still in important control of the household. In this activity, pregnant women are treated like non-pregnant mothers, as they continue to do household chores until it is close to the time to give birth. (2) Public activities, pregnant women are still directly involved in land or garden cleaning. (3) The husband's trust in taboo matters about eating, especially for pregnant women, so that pregnant women lack nutritional intake. (4) The attitude of the husband towards the mother's pregnancy, in which they consider that the mother's pregnancy is a natural thing and becomes the mother's own business. (5) Husband's support for pregnant women to carry out pregnancy care is still very lacking.
EDUKASI KELOMPOK REMAJA DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PARIWISATA BERBASIS MEDIA SOSIAL DI WILAYAH PESISIR La Tarifu; Jopang Jopang; Sarmadan Sarmadan; Faturachman Alputra Sudirman; Sarpin Sarpin; Muhammad Rajab; Megawati Asrul Tawulo; Bakri Yusuf; Syaifudin Suhri Kasim
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpnus.v2i2.28279

Abstract

The development of tourism in the coastal area of Soropia District, Konawe Regency has not shown maximum results so that it does not have an impact on increasing people's income in the region. The purpose of this community service is to provide an understanding to the community about the tourism potential that exists in the coastal area of Soropia village and provide understanding to groups of teenagers in coastal areas on the importance of managing tourism information. The method used in educating youth groups in managing social media-based tourism information in coastal areas uses the lecture method by describing various information on the potential of local tourism products in Soropia Village. The results of community service show that the management of tourism information in the coastal area of Soropia District, Konawe Regency has not fully involved the local community, including youth groups. Through this activity, Soropia village youth have understood the importance of their role in disseminating information related to tourism potential in the coastal area of Soropia village, one of which is through digital posters that can be disseminated through social media. Dissemination of the digital poster through social media to promote tourism and attract the wider community to travel in Soropia village. This activity has formed an understanding of youth groups in the coastal area of Soropia District, Konawe Regency regarding the management of tourism information.
Perubahan Sistem Teknologi Penangkapan Ikan Pada Masyarakat Suku Bajo (Studi Di Desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali) Zulfadillah Zulfadillah; Sulsalman Moita; Syaifudin Suhri Kasim
Gemeinschaft Vol 4, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v4i2.20726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan yang terjadi dalam masyarakat Suku Bajo utamanya pada perubahan sistem teknologi penangkapan ikan dan untuk mengetahuifaktor pendorong perubahan di dalam masyarakat Suku Bajo tersebut, di  desa Samarengga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yakni menganalisis realitas sosial secara mendalam. Menggunakan metode penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mempelajari, membuka, dan mengerti apa yang terjadi di dalam setiap fenomena para Nelayan Suku Bajo yang mengalami perubahan pada teknologi penangkapan masyarakat itu sendiri. Informan dalam penelitian ini adalah Nelayan Suku Bajo yang telah mengalami perubahandi desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali.Hasil penelitian bahwa berbagai perubahan yang terjadi di dalam masyarakat Suku Bajo dalam aktifitas mereka sebagai Nelayan di desa Samarengga Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali. dapat diketahui beberapa perubahan yang terdapat di dalam masyarakat tersebut yakni perubahan mata pencaharian, perubahan sistem tempat tinggal, perubahan budaya/tradisi, dan perubahan jenis alat tangkap. Perubahan mata pencaharian memuat peralihan pekerjaan dari Nelayan tangkap menjadi Nelayan budidaya, perubahan sistem tempat tinggal yakni perubahan pemukiman dari mendirikan rumah ditas permukaan air laut ke tempat tinggal permanen di daratan, perubahan budaya/tradisi yakni perubahan kepercayaan yang diyakini masyarakat Suku Bajo dan perubahan jenis alat tangkap yakni perubahan dari segi alat yang digunakan dari tradisional ke-modern. Adapun yang menjadi faktor pendorong yang mempengaruhi perubahan dalam hal ini yakni bencana alam, kondisi material bangunan, ekonomi dan perubahan pola pikir
DAMPAK MODERNISASI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI PADI (Studi Sosiologi Pembangunan Di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana) Dadang Ma'ruf; Syaifudin Suhri Kasim; Dewi Anggraini
Gemeinschaft Vol 4, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v4i1.24973

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses modernisasi alat-alat pertanian di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana (2) untuk mengetahui dampak modernisasi pertanian terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat petani padi di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana. Modernisasi pertanian memberikan dampak terhadap perubahan sosial dan ekonomi, dampak perubahan sosial yaitu kemampuan keluarga petani padi dalam membiayai pendidikan anaknya, petani padi juga dapat meningkatkan biaya kesehatan, modernisasi pertanian ini juga memberikan dampak pada kurangnya interaksi sosial antar masyarakat petani padi, pudarnya budaya gotong royong dan stratifikasi social yang dimana petani padi dapat memperluas lahan pertaniannya. Sedangkan perubahan ekonomi yaitu meningkatnya penghasilan petani padi, kemampuan membangun perumahan dan berkurangnya lapangan pekerjaan bagi buruh tani karena yang dulunya dikerjakan oleh tenaga manusia kini sudah tergantikan oleh alat-alat pertanian yang modern
KONSTRUKSI SOSIAL GENDER PADA KELUARGA NELAYAN (Studi di Desa Waduri Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi) Wa Ode Rahmatia Masnah; Damsid Damsid; Syaifudin Suhri Kasim
Gemeinschaft Vol 4, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v4i1.23459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  Konstruksi Sosial Gender Pada Masyarakat Nelayan di Desa Waduri Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi; untuk mengetahui peran suami dan istri dalam keluarga nelayan di Desa Waduri Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilakukan di Desa Waduri Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi dengan informan tambahan Kades dan toko masyarakat sedangkan yang menjadi informan kunci yaitu 4 orang nelayan dan 4 orang istri nelayan yang bertempat tingga di Desa Waduri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara , observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data  yang di gunakan yaitu teknik analisi model interaktif menggunakan tiga tahapan yaitu redusi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa ternyata peran suami dalam keluarga nelayan di Desa Waduri Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi tersebut itu cuma satu yaitu cuma berfokus pada rana publik seperti memancing ikan dan memasang jaring, sedangkan istri mereka berperan bukan cuma di rana domestik tetapi di rana publik juga contohnya istri mengurus pekerjaan rumah tangga tapi mereka juga mengurus hasil tangkap yang telah di dapat dan menjual hasil tangkap tersebut di pasar. Terjadinya konstruksi sosial sosial gender dalam keluarga nelayan tersebut dapat di bagi memjadi di yaitu: Eksternalisasi dimana ekternalisasi adalah penyesuain diri dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia, dimana disini terjadinya sebuah konstruksi sosial karna suatu kebudayaan turun temurun yang di anut oleh masyarakat sehingga terjadilah sebuah konstruksi sosial. Kedua objektivasi adalah sebagai suatu hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan ekternalisasi manusia. Ketiga Internalisasi adalah individu mengidentifikasikan diri di tangah lembaga-lembaga sosial dimana individu tersebut menjadi anggotanya seperti, dalam suatu keluarga telah tertanam dalam hati setiap individu bahwa suami berperan sebagai kepala rumah tangga dan istri berperan sebagai ibu rmah tangga
PELAKSANAAN TERAPI PERILAKU BAGI ANAK PENYANDANG AUTIS DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KUSUMA BANGSA KOTA KENDARI Santri Tri Putri; Syaifudin Suhri Kasim; Darmin Tuwu
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i1.43315

Abstract

This study aims to form students with physical and mental disorders, behavioral disorders and social disorders so that they are able to develop attitudes, knowledge and skills as individuals and members of the community in social interaction to develop their basic potentials optimally. The results showed that in achieving changes in children with autism at the Kusuma Bangsa Special School (SLB) in Kendari City, several stages were needed including conducting assessments, setting goals (goal setting), technical implementation and evaluation. In conducting an assessment of children with autism, the therapy teacher found several problems with each child, such as being difficult to manage, not wanting to be quiet, not wanting to listen, not being able to sit quietly, often hitting, etc. Then after the child's problems are known, the therapy teacher provides behavioral therapy which will then be evaluated through a special assessment. Then determine the goals of therapy that will be given to children in the form of behavior therapy that can help children with autism behave well. To achieve good behavior towards children, the type of therapy given is not only behavior therapy but other types of therapy such as play therapy, physical therapy, social therapy and developmental therapy. To achieve the desired behavior change, several behavioral therapy techniques are given to autistic children during therapy, such as characterization modeling. In this technique, children are instructed to follow things that are done by a teacher implementing therapy, such as following how to chat well. By bellowing, children can train their fine motor skills. positive reinforcement, this technique is used to encourage autistic children to be able to take part in therapy well, such as when a child succeeds in doing therapy and following the instructions properly from the teacher implementing therapy, the child will be given a reward in the form of praise in the form of gifts and deletion, deletion techniques are carried out aims to eliminate the behavior of autistic children and the teacher implementing therapy will teach good behavior according to their age which is more independent. Then evaluate, that the Kusuma Bangsa Special School (SLB) in Kendari City is very active and regular in providing therapy to children with autism. With therapy children can experience good behavior changes while at school. Some therapies are able to improve children's abilities to be even better so that children are used to the therapy they receive from the Kusuma Bangsa Special School (SLB), Kendari City.