Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanaman Pohon Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Nugraheni, Dwi; Rivaldy, Mohammad; Rahmawati, Irena; Sahara, Gita Novia; Samosir, Angela Glorya Marito Br; Zhafran, Halim Rahmat; Adityo, Firman; Putra, Auliya Wildana; Wuryantari, Benedicta Ayu Indiwara; Maulidiah, Putri; Nurfa, Sherly Arianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.470

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana, termasuk di daerah pesisir seperti Kabupaten Sukabumi yang berisiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Salah satu upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah melalui penanaman vegetasi yang berfungsi sebagai penahan  gelombang tsunami. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana dan keberlanjutan lingkungan melalui penanaman pohon Ketapang Kencana  (Terminalia mantaly) dan Sirsak (Annona muricata L.). Ketapang Kencana berperan sebagai pelindung pantai yang mampu menyerap polusi udara serta mengurangi risiko erosi, sementara sirsak memiliki nilai ekonomi yang tinggi sekaligus manfaat kesehatan. Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak dalam kerangka sinergi pentahelix, yang mencakup akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana serta partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan pesisir. 
Kolaborasi multipihak dalam mitigasi bencana di wilayah provinsi Jawa Barat Nugraheni, Dwi; Zhafran, Halim Rahmat; Rahman, Muh Ilham Pratama
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal (Article in Progress)
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v4i2.92

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat kerentanan bencana yang sangat tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kompleksitas geografis dan geologis, laju urbanisasi yang pesat, serta keberadaan sesar aktif. Dalam menghadapi risiko tersebut, diperlukan pendekatan penanggulangan bencana yang bersifat proaktif dan berkelanjutan, tidak semata-mata reaktif. Artikel ini mengkaji penerapan model kolaborasi Pentahelix yang mencakup lima elemen utama, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berperan penting dalam perumusan kebijakan, pengalokasian anggaran, dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Akademisi berkontribusi melalui kegiatan riset, pemetaan risiko, dan edukasi kebencanaan. Pelaku usaha mendukung upaya mitigasi melalui pendanaan CSR, dukungan logistik, dan inovasi. Komunitas lokal memiliki peran sentral dalam mitigasi berbasis kearifan lokal, peningkatan kesiapsiagaan, dan penguatan jejaring sosial. Media berkontribusi dalam penyebaran informasi, edukasi publik, serta mobilisasi bantuan. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi bencana secara terpadu serta menjadikan penanggulangan bencana sebagai bagian dari budaya dan sistem tata kelola pembangunan yang berkelanjutan.