Tri Wahyu Ristiyanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN JASMANI DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR Tri Wahyu Ristiyanto; Rias Fitria; Cucu Atikah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19433

Abstract

This study aims to identify the role of physical education in developing social and emotional skills among elementary school students. Utilizing a qualitative approach, this research gathers data through literature review methods by analyzing relevant literature and previous studies. Social and emotional skills are essential aspects of child development that contribute to academic success and social competence. As an integral part of the elementary school curriculum, physical education provides opportunities for students to learn cooperation, communication, and emotion management through various physical activities and games. The results of the study indicate that physical education effectively enhances students' social skills, such as teamwork, communication, and tolerance, through team activities that require interaction and active participation. Additionally, physical education helps students manage their emotions, especially when facing wins and losses in games. These findings align with Vygotsky's social development theory, which emphasizes the importance of social interaction in child development, as well as Goleman's emotional intelligence theory, which highlights self-regulation and emotional management. The implications of this research demonstrate that physical education serves not only as a medium for physical skill training but also as an effective means to holistically develop students' social and emotional skills. Therefore, strengthening physical education in the elementary school curriculum is expected to help shape better character and personality in students. This study recommends that physical education be designed with a greater emphasis on developing students' social and emotional aspects to contribute to their overall development.
ANALISIS TATA KELOLA TATA PAMONG DAN KAPABILITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM ESKALASI MUTU PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Tri Wahyu Ristiyanto
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 13, No 1 (2026): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v13i1.41731

Abstract

Dinamika tata kelola institusi pendidikan vokasi pada era kontemporer menuntut adanya kapabilitas manajerial dan kepemimpinan yang adaptif, transformatif, serta visioner. Artikel ilmiah ini merupakan hasil parafrase dan perluasan analisis konseptual mengenai peranan strategis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengorkestrasi peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Tangerang Selatan. Esensi dari kepemimpinan sekolah bukan sekadar menjalankan fungsi birokratis-administratif, melainkan bertindak sebagai katalisator, supervisor akademik, inovator, serta motivator yang secara konsisten mengarahkan jalannya haluan organisasi ke arah keunggulan kompetitif. Riset ini didesain menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research) yang komprehensif, mengelaborasi dokumen institusional, regulasi mutakhir, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil eksplorasi teoretis dan praktis mengonfirmasikan secara tegas bahwa manifestasi kepemimpinan kepala sekolah yang efektif berdampak linier terhadap akselerasi mutu pembelajaran, pemantapan profesionalisme tenaga pendidik, pemenuhan serta optimalisasi sarana prasarana penunjang praktik, hingga restrukturisasi iklim kelembagaan yang positif. Lebih lanjut, keberhasilan tersebut diakselerasi oleh model kepemimpinan partisipatif-transformatif yang mampu merajut sinergi mutualistik dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), guna memitigasi diskrepansi kompetensi lulusan di pasar kerja
DINAMIKA PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN GURU DI SMAN 9 TANGERANG SELATAN Rias Fitria; Tri Wahyu Ristiyanto; Ila Rosmilawati
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.2.403-414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pelaksanaan supervisi klinis serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pengajaran guru di SMA Negeri 9 Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman, persepsi, dan interaksi guru serta supervisor selama proses supervisi klinis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu praobservasi, observasi, dan pascaobservasi, yang masing-masing memiliki dinamika tersendiri. Pada tahap praobservasi, kesiapan administrasi pembelajaran dan beban kerja guru memengaruhi tingkat kepercayaan diri dan keterbukaan guru. Tahap observasi memperlihatkan adanya tekanan performatif pada sebagian guru, meskipun supervisi dilakukan secara terjadwal dan objektif. Tahap pascaobservasi menjadi fase paling menentukan karena dialog reflektif yang bersifat kolaboratif mendorong guru melakukan perbaikan praktik mengajar. Penelitian ini menemukan bahwa supervisi klinis berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis, variasi metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran yang lebih inovatif, serta pengelolaan kelas yang lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa supervisi klinis yang dilaksanakan secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis data mampu menjadi strategi pembinaan profesional guru yang efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran.