Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pelaksanaan supervisi klinis serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pengajaran guru di SMA Negeri 9 Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman, persepsi, dan interaksi guru serta supervisor selama proses supervisi klinis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu praobservasi, observasi, dan pascaobservasi, yang masing-masing memiliki dinamika tersendiri. Pada tahap praobservasi, kesiapan administrasi pembelajaran dan beban kerja guru memengaruhi tingkat kepercayaan diri dan keterbukaan guru. Tahap observasi memperlihatkan adanya tekanan performatif pada sebagian guru, meskipun supervisi dilakukan secara terjadwal dan objektif. Tahap pascaobservasi menjadi fase paling menentukan karena dialog reflektif yang bersifat kolaboratif mendorong guru melakukan perbaikan praktik mengajar. Penelitian ini menemukan bahwa supervisi klinis berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis, variasi metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran yang lebih inovatif, serta pengelolaan kelas yang lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa supervisi klinis yang dilaksanakan secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis data mampu menjadi strategi pembinaan profesional guru yang efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran.