Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multivariate Imputation Chained Equation on Solar Radiation in Automatic Weather Station Akbar, Gema; Prajitno, Prawito; Ariffudin; Ananda, Naufal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7679

Abstract

Solar radiation is one of the crucial weather observation variables Its variable has a role in renewable energy solutions, agriculture, meteorology, and hydrology. AWS is one of instrument that use to observing weather especially solar radiation. AWS has a pyranometer sensor used to measure solar radiation. Unfortunately, the instrument has problem like the igh cost of supplying, installing, maintaining, and calibrating the equipment. Due to this, there is a lot of empty data, and the actual data cannot be properly measured.  Imputation of solar radiation data using MICE algorithm can be solution. This study using BLR, NRR and RFR estimator to estimating solar radiation data. AWS Staklim Banten as target and other AWS as input. The period from January 1, 2018 - February 12, 2024. The performance evaluation of the solar radiation imputation estimator is still according to WMO operational requirements for solar radiation measurements, which can be seen from the resulting MAPE value < 8%.
Mitigasi Kebakaran Melalui Informasi Muka Air Tanah dan Kelembaban Lahan Gambut Muhammad, Juandi; Ariffudin; Budijono; Wan Muhammad Yunus; Syahril
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v18i1.3866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi mitigasi kebakaran lahan Gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, yang memiliki ekosistem gambut dengan kerentanan tinggi. Indonesia, sebagai negara yang rentan terhadap bencana ekologis, menghadapi ancaman signifikan dari kebakaran lahan gambut, dan degradasi ekosistem gambut. Metode yang digunakan mencakup pengukuran tinggi muka air tanah (TMA), kelembaban, dan pertalasi untuk menganalisis potensi kebakaran. Hasil menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara kelembaban dan pertalasi, serta antara TMA dan kelembaban tanah. Analisis menunjukkan bahwa kondisi TMA di bawah 40 cm dianggap aman dari kebakaran. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan sumber daya alam dan strategi mitigasi kebakaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan berbasis komunitas dan pemantauan kelembaban secara berkelanjutan untuk meningkatkan resiliensi lokal terhadap risiko kebakaran.