Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENGARUH PRESSURE DROP TERHADAP EFISIENSI HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR#1.2 BERBASIS SIMULASI CHEMCAD Maula, Inayatul; Mustain, Asalil; Suryandari, Ade Sonya; Hariadi, Akhmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i1.184

Abstract

PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) adalah instalasi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga gas dan uap untuk menghasilkan listrik. Bahan bakar yang digunakan pada PLTG berupa gas alam yang dibakar pada ruang bakar dengan udara dari atmosfer yang telah dikompres. Hasil dari pembakaran gas alam menghasilkan gas yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi yang akan memutar turbin gas. Gas buang dari Gas Turbine (GT) masih memiliki tekanan dan temperature yang tinggi sehingga dimanfaatkan kembali sebagai media pemanas dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Fungsi HRSG adalah untuk memanaskan air menjadi steam yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi. Steam hasil dari HRSG akan memutar sudu-sudu turbin yang nantinya akan menghasilkan listrik. Adanya peranan penting HRSG, maka perlu dilakukan perhitungan efisiensi panas HRSG blok 1.2. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh variasi pressure drop terhadap efisiensi HRSG. Jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengubah air menjadi uap dan juga energi yang disuplai dari gas buang turbin dapat diketahui dengan simulasi software ChemCAD. Jumlah energi yang hilang juga dapat diketahui dengan simulasi software ChemCAD 7.1.2. Hasil simulasi software ChemCAD dengan melakukan case study yang memvariasikan pressure drop pada alat LNG Exchanger didapatkan efisiensi panas HRSG 1.2 sebesar 51,296% dan heat losses sebesar 176852833,33 kJ/jam.
A Mekanisme Ventilasi Pasif pada Arsitektur Vernakuler: Analisis Konstruksi Timpa Laja pada Rumah Bugis Pagata Hariadi, Akhmad; Rahman, Akbar; Febrita, Yuswinda
Nusantara Journal of Science and Technology Vol 2 No 2 (2025): November of 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vernacular architecture possesses climate adaptation strategies that are frequently overlooked in contemporary design. This study aims to elucidate the passive cooling mechanism of the Timpa Laja (gable roof element) in the Bugis Pagatan house. The research employs a Single Case Study method with a descriptive-analytical approach. The object of study is focused on the stilt house typology featuring a multi-tiered (two-tiered) Timpa Laja construction, representing the social stratum of community leaders. The analysis involves dissecting the timber shingle construction details and simulating airflow logic using the Stack Effect principle. The results indicate that the Timpa Laja is not merely an aesthetic status marker but functions technically as a "Breathing Wall." The overlapping timber plank construction and the presence of horizontal gaps between roof tiers create an effective dual exhaust pathway for hot air. These findings underscore that vernacular design is capable of preventing heat traps, a common issue in modern massive wall construction.