Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui peraturan pondok pesantren di era 4.0 Febra Anjar Kusuma; Nurhayati Nurhayati; Susilo Susilo
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 21 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 1 October 2021
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v21i1.23046

Abstract

In the current era of the industrial revolution 4.0, strengthening character education is felt to be increasingly necessary, in addition to balancing changes that affect individual behavior, it is also one of the solutions that are considered the most appropriate in addressing moral problems and deviant behavior. This study provides an explanation of how the role of implementing regulations for Islamic boarding schools in shaping and strengthening the character of students/santri in Darul A'mal Islamic boarding schools. The results in this study indicate that the implementation of regulations in the Darul A'mal Islamic boarding school can be a solution to strengthen the character of the students/students in the boarding school. The characters in question are religious, disciplined, independent, polite, and responsible characters. Abstrak Pada era revolusi industri 4.0 sekarang ini penguatan pendidikan karakter dirasa semakin perlu dilakukan, selain untuk menyeimbangkan perubahan yang mempengaruhi perilaku individu, juga menjadi salah satu solusi yang dianggap paling tepat dalam menyikapi permasalahan moral dan perilaku menyimpang. Penelitian ini memberikan penjelasan mengenai bagaimana peran dari implementasi peraturan pondok pesantren dalam membentuk dan memperkuat karakter peserta didik/santri di pondok pesantren Darul A’mal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi peraturan di pondok pesantren Darul A’mal dapat menjadi solusi untuk memperkuat karakter peserta didik/santri yang ada di dalam pondok. Adapun karakter yang dimaksud yakni karakter religius, disiplin, mandiri, dan tanggungjawab
Analisis Ekspresi Budaya Kolektif dalam Budaya Sekura Pada Era Globalisasi di Pekon Way Empulau Ulu Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Rizky Novaldi; Muhammad Mona Adha; Abdul Halim; Susilo Susilo
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.72277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi budaya kolektif yang terkandung dalam tradisi Sekura di tengah dinamika globalisasi di Pekon Way Empulau Ulu, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk mengkaji makna simbolik, praktik sosial, serta nilai-nilai kolektif yang hidup dalam pelaksanaan budaya Sekura. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta pelaku budaya Sekura. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Sekura masih berfungsi sebagai bentuk ekspresi budaya kolektif yang merefleksikan nilai kebersamaan, solidaritas sosial, kesetaraan, gotong royong, dan spiritualitas. Selain itu, Sekura dimaknai sebagai representasi simbolik identitas budaya lokal yang berperan penting dalam memperkuat kohesi sosial serta menjadi media pewarisan nilai budaya antargenerasi. Meskipun globalisasi menghadirkan tantangan berupa pergeseran makna dan perubahan pola pikir generasi muda, keberlanjutan budaya Sekura tetap terjaga melalui partisipasi masyarakat, upaya pelestarian, serta adaptasi budaya yang memungkinkan tradisi ini tetap relevan tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.