p-Index From 2021 - 2026
5.296
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

THE IMPROVEMENT of STUDENT INTELECTUAL AND PARTICIPATORY SKILL through PROJECT CITIZEN MODEL IN CIVIC EDUCATION CLASSROOM Adha, Muhammad Mona; Yanzi, Hermi; Nurmalisa, Yunisca
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 3, No 1 (2018): Research Social Study
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v3i1.12323

Abstract

The use of learning models in classroom civic education becomes substantive. Improving student learning outcomes and motivation in the classroom is the main goal of the project citizen model. The learning steps in this model invite students to be active, think critically, be able to work together, be creative, and get an effective learning experience. The control class and the experimental class are subject to quasi experiment. The results show that there is a significant increase in students' intellectual and participatory skills in students who use project citizen models. The creativity and ability of the teacher to use the learning model project citizen has implications for student motivation and open classroom climate. The implication of this research is that building a democratic society requires education so that its citizens can criticize and understand existing problems. Thus the civic education will produce a democratic education by giving birth to a smart, open, independent and democratic future generation.
Advantageous of Volunteerism Values for Indonesian Community and Neighbourhoods Adha, Muhammad Mona
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.52 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i2.17779

Abstract

The skills and participation of citizens are urgently needed for progress and prosperity in the community. Volunteerism opens opportunities for each individual to participate and contribute based on the knowledge and experience he has had in previous voluntary activities. Qualitative research implemented on this research, and ethnography method to explore the cultural background and young people engagement. Young people participation in voluntary activity has a positive impact on building community solidarity that strengthens togetherness and kinship. Sympathy and empathy are strengths in increasing individual motivation in voluntary activities. Volunteerism creates space for interaction and communication between individuals involvement in social activities. Social capital that runs well will bring about social welfare, this can be started from the involvement of individuals called active citizenship. The implications from the research are: 1) community need some positive activity and opportunity to engage; 2) the more young people engage with the social activities the more they are trained and experienced.
OPEN CLASSROOM CLIMATE: PROJECT CITIZEN MODEL IN CIVIC EDUCATION LEARNING ACTIVITY Adha, Muhammad Mona; Yanzi, Hermi; Nurmalisa, Yunisca
PEDAGOGIA Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v17i1.13845

Abstract

AbstrakPembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis portofolio berupaya untuk fokus pada siswa agar memiliki pengetahuan dan pemahaman, keterampilan dan sikap, nilai-nilai, dan disposisi yang mengarahkan mereka secara aktif berpartisipasi dalam berperan dan tanggung jawab di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Siswa belajar secara mandiri dalam kelompok kecil dengan difasilitasi oleh guru dan menggunakan berbagai sumber belajar di sekolah dan di luar sekolah. Project citizen memberikan keyakinan kepada siswa memiliki kemampuan untuk memberikan analisis masalah, mengumpulkan tugas, dan menjadi lebih kreatif. Iklim kelas terbuka menjadi faktor penting dalam membangkitkan motivasi dan minat siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sehingga tercipta interaksi dan hubungan yang demokratis di dalam kelas. Penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebanyak enam kali pertemuan (enam minggu) untuk melihat perbedaan implementasi diantara kedua kelas yang berbeda berdasarkan aspek motivasi, interaksi dan kerjasama di dalam  kelompok. Temuan dari penelitian ini adalah: (1) pengalaman belajar yang terintegrasi memberikan kesadaran kepada siswa bahwa keseimbangan antara hak dan kewajiban sangat penting sebagai warga negara dan mencari solusi alternatif untuk penyelesaian masalah di sekitar siswa/masyarakat; (2) secara signifikan model belajar ini meningkatkan aktivitas kerjasama dan motivasi siswa. AbstractCivic education portfolio-based learning seeks to focus on students' ownership of knowledge and understanding, skills and attitudes, values, and dispositions that lead them to actively participate in their roles and responsibilities in their lives. Students learn independently in small groups with facilities from teachers and use a variety of learning resources at school and outside of school. Project citizen gives students confidence that students have the ability to provide problem analysis, collect tasks, and be more creative. The purpose of this research is to explore open classroom climate becomes an important factor in generating motivation and interest in students in civic education learning, thus creating democratic interaction and connection in the class. Quantitative research using the quasi-experiment method was conducted in the experimental class and the control class with a duration of six meeting to analyze the differences between the two classes in motivation, interaction, and teamwork activity aspect. The findings of this study are: (1) integrated learning experiences provide awareness to students that the balance between rights and obligations is very important as a citizen and look for alternative solutions to problems around the community; (2) significantly this learning technique increase student cooperation performance and motivation.
PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Mona Adha, Muhammad
Media Komunikasi FPIPS Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.463

Abstract

ABSTRAKImplementasi nilai-nilai karakter seperti bijaksana dalam memilih mana yang baik mana yang buruk, adil, pantang menyerah, kontrol terhadap diri sendiri, menyayangi, memunculkan sikap yang positif, kerja keras, memiliki integritas diri yang kuat, bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini, dan memiliki rasa kemanusiaan patut untuk dikembangkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian karakter yang baik dapat terus berkembang dan terwujud apa yang menjadi tujuan kedepan, serta mampu menghasilkan kegiatan-kegiatan yang positif. Pengembangan nilai karakter sejak dini mutlak untuk dilakukan agar nilai-nilai yang ditampilkan ketika mereka beranjak dewasa akan lebih baik dan memahami semua perbedaan yang ada.Kata Kunci: karakter, nilai, dan implementasi
WARGA NEGARA MUDA ERA MODERN PADA KONTEKS GLOBAL-NATIONAL: PERBANDINGAN DUA NEGARA JEPANG DAN INGGRIS Mona Adha, Muhammad
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpppkn.v1i1.12

Abstract

Perkembangan dan peran serta warga negara muda di Jepang dan Inggris di dalam masyarakat telah mengalami perubahan secara signifikan dalam 30 tahun terakhir. Perkembangan yang lebih mengarah kepada perbaikan-perbaikan di berbagai bidang yang salah satunya adalah bagaimana meningkatkan peran serta para warga negara muda di kedua negara. Warga negara muda di Jepang dan Inggris melihat globalisasi dalam konteks perubahan sikap dan tanggung jawab individu secara signifikan untuk masa depan lebih baik. Kelompok warga negara muda merupakan potensi yang sangat penting untuk dikembangkan dan diarahkan, aspek pendidikan perlu menjadi perhatian khusus untuk membentuk warga negara muda menjadi warga muda yang berpotensi dan bermanfaat bagi negara. Disinilah pondasi yang sesungguhnya dibangun pada saat mereka berada dalam komunitas dan kehidupan masyarakat, karena disini kaum muda belajar secara spontan dan lebih natural. Warga negara muda muda harus mampu mengembangkan diri dan memiliki daya saing untuk mengikuti perkembangan globalisasi saat ini. Relasi-relasi sosial yang yang terbentuk dan menjadi bagian di aktivitas setiap individu telah mendorong warga muda di kedua negara yaitu Jepang dan Inggris memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN DARING DI TENGAH MASA PANDEMIK COVID-19 Parikesit, Hario; Mona Adha, Muhammad; Tosy Hartino, Ahman; Prawisudawati Ulpa, Eska
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.35090

Abstract

Teknologi digital dapat membantu guru untuk membuat semua bahan ajar yang dibutuhkan yang akan disampaikan kepada siswa, dan siswa mampu melakukan akses di internet untuk menambah bahan informasi terkait materi pelajaran dan mempelajarinya. Guru dan siswa dapat mengakses buku pelajaran melalui online seperti e-book, dan artikel relevan lain di dalam sumber yang ada di internet. Dalam penerapan teknologi di bidang pendidikan ini, teknologi dapat dijadikan sebagai multimedia interaktif untuk disajikan kepada siswa. Multimedia interaktif ini bisa menjadi media yang berisikan gambar, foto dan video-video yang dipersiapkan dengan baik, dengan begitu siswa dapat mengamati dan berpikir secara aktif mengenai gambar atau video yang ditampilkan. Multimedia Interaktif ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa juga semakin baik (Izzudin, 2013). Teknologi Pendidikan secara garis besar telah mengubah cara belajar konvensional menjadi non konvensional. Teknologi Pendidikan adalah suatu sistem yang dapat dipraktekkan dengan cara memfasilitasi, pembelajaran serta meningkatkan kinerja antara guru, siswa, dan perangkat sekolah dengan menciptakan, memanfaatkan, serta mengelola sumber-sumber belajar yang ada. Perkembangan teknologi pendidikan saat ini begitu cepat mengalami perubahan dan perkembangan sehingga dibutuhkan penguasaan penggunaan perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi yang diimplementasikan di dalam pembelajaran.
MEMBANGUN KEPEMIMPINAN BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MULTIKULTURAL Supriyono Supriyono; Muhammad Mona Adha
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kepemimpinan nasional dewasa ini telah terjadi degradasi kualitas dan keberpihakan pemimpin. Hal tersebut terlihat dari maraknya tindakan radikal di masyarakat yang dilatarbelakangi karena agama maupun budaya, korupsi yang merajalela, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia, kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, dan beragam problematika lain yang mengemuka. Semuanya terjadi diakibatkan karena krisis kepemimpian dan tidak adanya teladan dari pemimpin yang menjiwai dan berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi. Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadinya, reputasinya atau karismanya untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi. Kepemimpinan berbasis nilai-nilai Pancasila tidak akan dapat terlepas dari bangunan konseptual kelima sila yang ada di dalamnya. Bagaimana sila ketuhanan ditempatkan yang pertama sebagai dasar moralitas. Sebagai sila yang bersifat causa prima (sumber dari dari sila-sila yang lain) maka mau tidak mau pemimpin yang dimaksud disini adalah pemimpin yang ber-Tuhan, bermoral dan benar-benar menjalankan eksistensinya di dunia untuk mensejahterakan alam beserta manusia yang beragam di dalamnya.
PENGARUH UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Eko Budi Santoso; Berchah Pitoewas; Muhammad Mona Adha
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explain how the influence of UU No. 23 Tahun 2002 concerning  the protection of children against teachers patterns educate in SMPN 1 Padangratu Central Lampung 2013. Method used in this research is descriptive correlational method. The population in this study were all teachers who actively teach in SMPN1 Padangratu. Data analysis using Chi Square. Principal techniques of data collection using questionnaires. The research showed that : (1) UU No. 23 Tahun 2002 on Child Protection dominant in category obeyed with percentage 60.97%. (2) Teachers patterns educate tend to democratic category with the percentage of 56.09%. (3) There is a positive influence , significant, and high categories of closeness between the influence of UU No. 23 Tahun 2002 on the protection of children against teachers patterns educate, it means getting obeyed UU No. 23 Tahun 2002 on Child Protection increasingly democratic of teachers patterns educate.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimanakah pengaruh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak terhadap pola didik guru di SMPN 1 Padangratu Kabupaten Lampung Tengah tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang aktif mengajar di SMPN 1 Padangratu. Analisis data menggunakan Chi Kuadrat. Teknik pokok pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dominan pada kategori dipatuhi dengan presentase 60,97%  (2) pola didik guru cenderung pada kategori demokratis dengan persentase 56,09% (3) terdapat pengaruh yang positif, signifikan, dan kategori keeratan tinggi antara pengaruh UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak terhadap pola didik guru, artinya semakin dipatuhi UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak semakin demokratis pola didik guru. Kata kunci:  guru, pola didik guru, undang-undang perlindungan anak.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA PEKON DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERANGKAT PEKON DI WILAYAH KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU Vini Retnowati; Muhammad Mona Adha; Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan Peran Kepemimpinan Kepala Pekon Dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Pekon Di Wilayah Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah perangkat pekon yang ada di wilayah Kecamatan Gadingrejo yaitu perangkat pekon Wates Timur, perangkat pekon Wates Selatan, dan perangkat pekon Wates Induk yang secara keseluruhan berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket dengan analisis data menggunakan rumus korelasi product moment, rumus interval, persentase, dan Chi kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: terdapat peran kepemimpinan kepala pekon dalam meningkatkan kinerja perangkat pekon di wilayah Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Hal ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk tugas dari kepala pekon sebagai administrasi penyelenggara utama dalam aktivitas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan maupun pembina ketentraman ataupun ketertiban di wilayah kekuasannya.
PENGARUH PENDIDIKAN NILAI DALAM KELUARGA TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA Dwi Wahyu Saputro; Berchah Pitoewas; Muhammad Mona Adha
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to explain the educational value of the family responsibilities of the attitudes of students in class X SMA Negeri I Terbanggi Besar. Method in this study uses descriptive method , with the study population as much as 277 class X students. Study sample were 28 respondents. Techniques of data collection is using a questionnaire and analyzed by using Chi Square technique. The results showed that the respondents agreed in indicators religious values is 67.9%, 28.6% disagree and 3.6% disagreed. Then the value of social indicators 78.6% of respondents agree, 17.9% disagree and 3.6% disagreed. The next indicator ethical value 82.1% agree, 10.7% disagree and 7.1% disagreed. Based on the research, it concluded that the values education of the family have a high impact against the attitudes of responsibility of students in the schools. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pendidikan nilai dalam keluarga terhadap sikap tanggung jawab siswa di kelas X SMA Negeri I Terbanggi Besar.  Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi penelitian siswa kelas X sebanyak 277 siswa. Sampel penelitian sebanyak 28 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan teknik Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam indikator nilai agama responden setuju 67, 9%, kurang setuju 28,6% dan tidak setuju 3,6%. Kemudian indikator nilai sosial 78,6% responden setuju, kurang setuju 17,9% dan tidak setuju 3,6%. Selanjutnya indikator nilai etika 82,1% setuju, kurang setuju 10,7% dan tidak setuju 7,1%. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa pendidikan nilai dalam keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi dalam mempengaruhi sikap tanggung jawab siswa di sekolah. Kata kunci: pendidikan nilai, sikap, tanggung jawab
Co-Authors A Halim Abdul Halim Abdul Haris Ade Aransyah Afis Hafifah Hasanah Ahmad Nubli Gadeng Ahman Tosy Hartino Ajeng Sebti Meillita Lestari Albet Maydiantoro Alhuda Firman Paringja Alwan Naufal Akmaluddin Ana Mentari Ana Putri Sholihah Anis Suryaningsih Annisa Mutiara Kaldi Apriyanda Kusuma Wijaya Arief Nugroho Armilah, Ilah Astri Zahrotul Umami Aulia, Syifa Siti Berchah Pitoewas Dada Suhaida Daniel Dwi Saputra Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dayu Rika Perdana Dedy Miswar Devi Sutrisno Putri Devia Triska Sari Dewantara, Jagad Aditya Dhea Ovita Diah Nur Indah Saputri Diki Rahmawati Dwi Wahyu Saputro Dwi Yuliati Edi Siswanto Eko Budi Santoso Erni Yanti Erwin Susanto Erwin Susanto Eska Prawisudawati Ulpa Febra Anjar Kusuma, Febra Anjar Guspita Lando Hermi Yanzi Ilah Armilah Ira Kurniawan Istiawati, Novia Fitri Johnstone, Jack McGregor Julian Sari Kurnia Saputra, Adi Lanang Maulana Lisa Kurniawati Lusi Rahmanisa Maulinda Putri Prasojo Meino Rinaldi Meiwatizal Trihastuti Mitchell Mollison Muhammad Kaulan Karima Muhammad Rizky Al-Farizi Nabila Arina Nofi Yani Nugraha Gading Priandana Nur Ardiansyah Nurdina Saleem Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurwahidin, Muhammad Parikesit, Hario Permata Sari, Dian Pricilia Deyalita Utami Primawitha, Intan Putut Ary Sadewo Raras Agestia Putri Rhaina Rifka Nefindia Rhosita Rhosita Ridwan Syukri Risma M Sinaga, Risma M Risma Margaretha Sinaga Rizky Novaldi Rohman Rohman Roy Kembar Habibi Rycka Rycka Saadatul Azizah Salma Tabina Sattya Dewi Larasati Soni Ariatama Suci Rahayu Idayati Sudjarwo Sugeng Widodo Sulistiana Sulistiana Sulistyarini, Sulistyarini Supriyono Supriyono Susilo Susilo Tosy Hartino, Ahman Tusia Retno Wulandari Vini Retnowati Wiwin Winarningsih Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yesi Angraini Yonanda Pratama Yuliani Yuliani Yunisca Nurmalisa