Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis beban kerja pada pekerja Assembly Lavatory di PT INKA Multi Solusi dengan metode Workload Analysis (WLA) Primadhiya, Fairuzzayyan; Rochmoeljati, Rr
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 1 (2025): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i1.39704

Abstract

Lavatories are among the top items produced by INKA Multi Solusi, a manufacturing company that makes railway components. So the workload of workers needs to be considered, especially the assembly section because it rarely uses machine assistance with quite high demand. The time study approach was used to establish working hours, and workload analysis was used to determine the ideal workforce size. Three overload activities and two underload activities are identified based on the workload calculation. Meanwhile, the workload analysis results must be applied throughout the company to apply the ideal amount of workers., namely 2 people for installing partitions, 1 person for installing maulding, 2 people for piping, 2 people for installing closet sets, and 2 people for installing doors. Additionally, INKA Multi Solusi has established the right total number of employees based on the research.
Mitigasi Risiko Supply Chain dengan Pendekatan Metode Ganda: House of Risk dan Bow Tie Analysis Primadhiya, Fairuzzayyan; Pulansari, Farida; Nugraha, Isna
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.109-122

Abstract

Studi ini dilakukan di CV. Pelita Mandiri sebagai investigasi awal risiko yang mungkin terjadi dalam rantai pasok mereka untuk meningkatkan efisiensi. Dengan mengintegrasikan kedua metode, analisis dan mitigasi risiko dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan menjadi solusi bagi perusahaan. Studi ini menghasilkan 15 agen risiko prioritas seperti terjadi perubahan jadwal pengiriman, armada pengangkutan dari mitra tidak tersedia, dan bahan baku yang tidak disimpan dengan suhu yang tepat, dll. Dari agen risiko prioritas terdapat 17 strategi mitigasi yang direkomendasikan seperti menyusun jadwal produksi dengan waktu tambahan, memastikan gudang penyimpanan memiliki suhu yang tepat, monitoring ketersedian armada 1-2 minggu sebelum jadwal pickup, dll. Selain itu, 10 kejadian risiko memerlukan analisis menggunakan diagram bow-tie, yang diprioritaskan oleh agen risiko, untuk menentukan dampaknya dan langkah-langkah pengendalian risiko terkait. Dengan demikian, agen risiko dapat dimitigasi dengan strategi yang tepat dan kejadian risiko dapat dikendalikan dengan baik oleh perusahaan.