Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK BERLEBIH DAN TERSISA MENJADI LILIN RELAKSASI SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG EKONOMI SIRKULAR DAN PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN Utomo, Agung Prasetyo; Cahyono, Luqman; Fahmi, M Rizal; Apriani, Mirna; Nugraha, Anggara Trisna; Tiyasmihadi, Tri; Suhardjito, Gaguk; Ningrum, Dwi Setia
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6391

Abstract

Minyak dari sisa penggorengan atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering dibuang secara sembarangan, hal ini berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019, konsumsi minyak goreng rumah tangga Indonesia mencapai 16,2 miliar liter atau setara dengan 13 juta ton. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 3 juta ton limbah minyak goreng per tahun, yang sebagian besar dibuang sembarangan sehingga mencemari tanah dan perairan. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin Beraroma Relaksasi. Inovasi pemanfaatan minyak berlebih dan tersisa (MELISA) menjadi lilin Beraroma Relaksasi tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah sisa minyak menjadi lilin Beraroma Relaksasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah minyak tersebut. Sasaran pelatihan ini merupakan ibu-ibu dharma wanita di SMK Negeri 3 Buduran Sidoarjo. Adapun metode pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam proses pembuatan lilin Beraroma Relaksasi berbasis minyak jelantah. Produk yang dihasilkan sudah sama dengan produk lilin dipasaran, hal ini menunjukan potensi untuk dikembangkan secara komersial cukup layak dan masyarakat muncul kesadaran terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Indeks Pencemaran di Perairan Kota Probolinggo Ika Widyastuti, Indri; Intan Sukarno, Friska; Tiyasmihadi, Tri; Widya Ningrum, Puspa Aulia
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v3i2.81

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air di Perairan Probolinggo, Jawa Timur, berdasarkan pada parameter fisik dan kimia, evaluasi tingkatan pencemaran menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Parameter-parameter yang dianalisis ialah kecerahan, salinitas, suhu, TSS, Dissolved oxygen, dan fosfat. Sampel diambil dari 6 stasiun pada bulan Februari 2025. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa suhu, TSS, dan Dissolved Oxygen memenuhi kriteria standar baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Namun, parameter kecerahan hanya memenuhi pada satu stasiun saja, sedangkan salinitas dan fosfat pada semua stasiun dibawah atau melebihi kriteria standar baku mutu. Berdasarkan perhitungan Indeks Pencemaran diperoleh bahwa kota Probolinggo tergolong ke dalam pencemaran sedang. Penemuan ini menunjukkan pentingnya untuk monitor dan evaluasi kualitas air untuk menjaga ekosistem laut. Kata Kunci: Kualitas Air, Perairan Probolinggo, Indeks Pencemaran Abstract This study aims to assess the water quality of the coastal waters of Probolinggo, East Java, through the analysis of selected physicochemical parameters and the application of the Pollution Index method. The parameters evaluated include water transparency (brightness), salinity, temperature, total suspended solids (TSS), dissolved oxygen (DO), and phosphate concentrations. Sampling was conducted at six monitoring stations in February 2025. The findings reveal that temperature, TSS, and DO levels conform to the marine water quality standards stipulated in Decree No. 51/2004 of the Minister of Environment. In contrast, transparency met the required standard at only one station, while salinity and phosphate concentrations at all stations deviated from the prescribed thresholds. Based on the Pollution Index assessment, the Probolinggo coastal waters are categorized as moderately polluted. These results underscore the necessity of continuous water quality monitoring and the implementation of sustainable management strategies to safeguard the integrity of marine ecosystems. Keywords: Water Quality, Probolinggo, Pollution Index
A ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOTA PROBOLINGGO Widyastuti, Indri Ika; Sukarno, Friska Intan; Tiyasmihadi, Tri; Ningrum, Puspa Aulia Widya
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63034

Abstract

Budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti kedalaman, salinitas, suhu, klorofil-a, total suspended solid (TSS), dan arus. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik weighted overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian perairan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30,24–30,50°C, salinitas 32,93–33,02 ppt, TSS 8.57–22,59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4.951,67 ha (16,91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23.574 ha (80,52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749,94 ha (2,56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan.