Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Assistance in Independent Fish Feed Production at POKDAKAN Mina Mandiri, Panembangan Village Banyumas: Pendampingan Pembuatan Pakan ikan Mandiri Pada POKDAKAN Mina Mandiri Desa Panembangan Banyumas Purnama Sukardi; Mustika Palupi; Rudy Wijaya; Fitriadi, Ren; Kothoh Syuraikhanah; Indra Hariman; Ufianah, Ufianah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i1.15989

Abstract

The purpose of this activity is to improve the competence of fish feed manufacturing and can increase fish sales production. The approach method carried out in this activity is a participatory Participatory Rural Appraisal (PRA) approach starting with a survey and problem identification, socialization and counseling training on making fish meal, training and direct technical guidance on making feed formulations, and assistance in making fish feed. The result of this dedication is that partners know the technology of making feed using available and abundant ingredients so as to reduce production expenditure in fish farming. Counseling and training activities in community service received good enthusiasm from members and partners of direct participants in making fish feed. The result of service activities is that partners gain knowledge and skills in making independent fish feed from waste and local raw materials. Making independent feed is able to increase production profits by reducing production costs incurred. The potential for developing activities can encourage productivity and provision of skills that can be disseminated to the wider community.
Potensi, Tantangan dan Arah Perkembangan Perikanan Budidaya di Kabupaten Banyumas Rudy Wijaya
Academic Letters Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64781/687976

Abstract

Perikanan budidaya merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam peningkatan ekonomi daerah serta ketahanan pangan masyarakat. Kabupaten Banyumas sebagai wilayah dengan sumber daya air tawar yang cukup melimpah memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha budidaya ikan air tawar, terutama komoditas lele, nila, gurame, dan ikan mas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan perikanan budidaya di Kabupaten Banyumas berdasarkan kondisi geografis, jenis komoditas unggulan, perkembangan produksi, serta tantangan yang dihadapi pembudidaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perikanan budidaya di Banyumas mengalami peningkatan seiring meningkatnya permintaan pasar, dukungan pemerintah daerah, dan inovasi teknologi budidaya. Namun demikian, sektor ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal, kualitas benih, manajemen pakan, serta fluktuasi harga pasar. Secara umum, pengembangan perikanan budidaya di Banyumas memiliki prospek yang menjanjikan apabila didukung oleh inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan pembudidaya.
Potensi Budidaya Ikan Hias Guppy (Poecilia reticulata) di Kabupaten Banyumas Rudy Wijaya; Kasprijo, Kasprijo
Academic Letters Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64781/687972

Abstract

Ikan hias guppy (Poecilia reticulata) merupakan salah satu komoditas perikanan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil, baik di tingkat lokal maupun internasional. Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya guppy karena didukung oleh ketersediaan sumber daya air tawar, kondisi iklim yang sesuai, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap usaha perikanan skala kecil. Artikel ini bertujuan melihat potensi budidaya ikan hias guppy di Kabupaten Banyumas melalui kajian kondisi wilayah, peluang pasar dan nilai ekonomi, serta faktor teknis. Budidaya guppy memiliki keunggulan berupa modal relatif rendah, siklus produksi cepat, dan nilai jual tinggi. Namun, tantangan seperti kualitas indukan, manajemen genetika, dan akses pasar ekspor masih perlu diperkuat. Dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan penguatan kelembagaan, budidaya guppy berpotensi menjadi sektor ekonomi kreatif berbasis perikanan di Banyumas.