Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DARI PERMAINAN KE PEMBELAJARAN: BISAKAH TGT MEMOTIVASI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN PANCASILA SD Wirdiyana, Nina; Hidayati, Isnaini Nurul; Setyorini, Winda Putri; Tarsidi, Deni Zein
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38376

Abstract

Pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD) memiliki peran penting dalam membentuk potensi akademik dan sosial peserta didik, termasuk melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan karakter bangsa sangat dipengaruhi oleh pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur merupakan semua teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa minat peserta didik terhadap pembelajaran ini cenderung rendah. Pembelajaran Pendidikan Pancasila sering dianggap sulit dan kurang menyenangkan karena materi yang berfokus pada hukum, pasal-pasal, serta hafalan yang rumit, ditambah dengan metode pengajaran yang monoton dan kurang bervariasi. Oleh karena itu, model pembelajaran turnamen permainan tim (TGT) menggabungkan kerja sama tim dan kompetisi akademik, yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Melalui model ini, peserta didik didorong untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar peserta didik. Turnamen permainan tim mampu menciptakan suasana belajar yang dinamis, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung pengembangan keterampilan sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, dan kejujuran. Dengan model ini, peserta didik yang awalnya kurang termotivasi menjadi lebih aktif dan antusias. TGT terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Penerapan model ini dapat membantu pendidik menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.
Developing a 4F model-based self-reflection tool for deep learning in upper elementary students Wirdiyana, Nina; Supianto, Supianto; Jenny Indrastoeti; Siti Poerwanti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1187000

Abstract

Self-reflection in elementary learning is often unstructured and lacks standardized tools aligned with deep learning principles. This study developed a self-reflection instrument based on the 4F model (fact, feeling, finding, future) using the 4D development framework (Define, Design, Develop, Disseminate). Data were collected through field studies, interviews, and observations. Instrument construction included content validation (Aiken’s V), construct validation (CFA), and reliability testing (Cronbach’s Alpha = 0.717). Findings showed most of the 227 students demonstrated “good” or “fair” self-reflection abilities. The instrument is valid, reliable, and supports teachers in evaluating students’ reflective thinking. The novelty lies in integrating the 4F model within a deep learning context for elementary education. Broader application and external validation are recommended for future research.