Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Tentang Stunting Dan Anemia Pada Remaja Karang Taruna Dusun Bungsing Guwosari Tahun 2022 Alfiah, Nurul Ima; Swarinda, Alviyatun Nur; Utami, Feni Oktavia; Oktavia, Rahma Sakti; -, Rahmatuti; Nugraeni, Ratih; Ade, Sulistiawaty; Pertiwi, Amilia; Haq, Fariz Abdillah; Febriyana, Ika Tresna; Nazibi, Zidan; -, Khanifudin; Mahpudoh, Supihatul; Rahayu, Prihatini; Wibisono, Dimas
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.251 KB) | DOI: 10.21927/jbd.2022.1(2).60-67

Abstract

Stunting adalah salah satu indikator malnutrisi kronik yang ditandai dengan tubuh lebih pendek dari anak seusianya karena kondisi gagal pertumbuhan pada 1000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, sekitar 23% stunting (bertubuh pendek) karena kekurangan gizi dan anemia pada ibu hamil. Kondisi kesehatan dan gizi ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Calon ibu yang mengalami anemia selama kehamilan dapat melahirkan bayi BBLR. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Pengetahuan gizi remaja khususnya remaja putri mengenai stunting dan anemia sangat penting untuk mencegah terjadinya kelahiran stunting. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh. Hasil analisis data diketahui bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak jumlah 25 responden (58.1%), dan tingkat pengetahuan dalam kategori rendah dengan jumlah 18 orang (41.9%). Kesimpulan penelitian ini Secara keseluruhan tingkat pengetahuan tentang stunting dan anemia pada remaja Karang taruna Dusun Bungsing Guwosari dapat dikategorikan baik, sebanyak 25 responden (58.1%) tingkat pengetahuan tinggi.
Hubungan Pengetahuan Interprofessional Collaboration (IPC) Tenaga Kesehatan dengan Pelayanan dalam Penanganan COVID-19 di Beberapa Puskesmas Wilayah Kabupaten Bantul Oktavia, Rahma Sakti; Wulandari, Ari Susiana; Nurinda, Eva
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3018

Abstract

Coronavirus DiseaseĀ 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebar dengan sangat cepat, sehingga pandemi COVID-19 menjadi fokus utama tenaga kesehatan. Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan kerjasama antar profesi dengan latar belakang yang tidak sama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan pasien seperti pandemi COVID-19 serta memberikan pelayanan kesehatan guna mencapai kualitas yang diharapkan, keterbatasan pengetahuan tenaga kesehatan terkait IPC akan berpotensi memperburuk pelayanan dalam penyelesaian masalah pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan Interprofessional Collaboration (IPC) tenaga kesehatan dengan pelayanan dalam penanganan COVID-19 di beberapa Puskesmas wilayah Kabupaten Bantul. Metode penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel tenaga kesehatan di beberapa Puskesmas Wilayah Kabupaten Bantul ditentukan menggunakan perangkat lunak OpenEpi didapatkan sebanyak 279 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur pengetahuan mengenai IPC dengan pelayanan menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data yaitu dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tenaga kesehatan mengenai IPC dengan pelayanan tenaga kesehatan dalam penanganan COVID-19. Hasil tersebut ditunjukkan pada uji Mann-whitney dengan nilai signifikansinya yaitu p-value = 0,033 (<0,05). Kesimpulan penelitian dari penelitian ini adalah terdapat adanya hubungan antara pengetahuan tenaga kesehatan mengenai IPC dengan pelayanan tenaga kesehatan dalam penanganan COVID-19.
Tingkat Pengetahuan Tentang Stunting Dan Anemia Pada Remaja Karang Taruna Dusun Bungsing Guwosari Tahun 2022 Alfiah, Nurul Ima; Swarinda, Alviyatun Nur; Utami, Feni Oktavia; Oktavia, Rahma Sakti; -, Rahmatuti; Nugraeni, Ratih; Ade, Sulistiawaty; Pertiwi, Amilia; Haq, Fariz Abdillah; Febriyana, Ika Tresna; Nazibi, Zidan; -, Khanifudin; Mahpudoh, Supihatul; Rahayu, Prihatini; Wibisono, Dimas
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2022.1(2).60-67

Abstract

Stunting adalah salah satu indikator malnutrisi kronik yang ditandai dengan tubuh lebih pendek dari anak seusianya karena kondisi gagal pertumbuhan pada 1000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, sekitar 23% stunting (bertubuh pendek) karena kekurangan gizi dan anemia pada ibu hamil. Kondisi kesehatan dan gizi ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Calon ibu yang mengalami anemia selama kehamilan dapat melahirkan bayi BBLR. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Pengetahuan gizi remaja khususnya remaja putri mengenai stunting dan anemia sangat penting untuk mencegah terjadinya kelahiran stunting. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh. Hasil analisis data diketahui bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak jumlah 25 responden (58.1%), dan tingkat pengetahuan dalam kategori rendah dengan jumlah 18 orang (41.9%). Kesimpulan penelitian ini Secara keseluruhan tingkat pengetahuan tentang stunting dan anemia pada remaja Karang taruna Dusun Bungsing Guwosari dapat dikategorikan baik, sebanyak 25 responden (58.1%) tingkat pengetahuan tinggi.