Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Resiliensi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta Dewi, Nabila Alfanisa; Solihin, Muhtar Mochamad
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 1, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i1.30639

Abstract

Abtsract: Living life as a correctional student will be difficult to accept in the future and there will be a lot of suffering. With a long time, they will experience various losses and changes in situations and environments. This problem often occurs in LPKA and has a negative psychological impact on children. Therefore, it takes the ability to bounce back from adversity so that it becomes even better or is called resilience. As for one of the factors that can increase the resilience of penitentiary students, namely religious guidance activities. This study aims to (1) describe and analyze the resilience level of correctional students LPKA class II Jakarta and (2) analyze the relationship between religious guidance and the resilience of correctional students at LPKA class II Jakarta. This study uses a quantitative approach with the census method and questionnaires as research instruments. The sampling technique uses saturated or census sampling. The number of samples in this study were 64 respondents. The data analysis technique used the Rank Spearman correlation test with the help of Microsoft Excel and SPSS for Windows version 26. The results of this study indicate (1) The level of resilience of correctional students in LPKA class II Jakarta belongs to the medium category tends to be low. It is known from the results of calculating the value of the variable Y (resilience) with 64 respondents, the category of moderate resilience level (55%), the category of low level of resilience (23%) and the category of high level of resilience (22%) and (2) There is a positive relationship and significant between the variables of religious guidance and the resilience of correctional students in LPKA class II Jakarta, with a significance value of 0.000 <0.05 and an R value of 0.524.Abstrak: Menjalani kehidupan sebagai anak didik pemasyarakatan pastinya sulit diterima untuk kedepannya dan akan banyak penderitaan. Dengan waktu yang cukup lama, mereka akan mengalami berbagai kehilangan serta perubahan situasi dan lingkungan. Masalah inilah yang sering terjadi di LPKA dan memberikan dampak negatif pada psikologis anak. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk bangkit kembali dari keterpurukan agar menjadi lebih baik lagi atau disebut dengan resiliensi. Adapun salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiliensi pada anak didik pemasyarakatan yaitu kegiatan bimbingan agama. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis tingkat resiliensi anak didik pemasyarakatan di LPKA kelas II Jakarta dan (2) menganalisis hubungan bimbingan agama dengan resiliensi anak didik pemasyarakatan di LPKA kelas II Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus dan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh atau sensus. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS for Windows version 26. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Tingkat resiliensi anak didik pemasyarakatan di LPKA kelas II Jakarta tergolong dalam kategori sedang cenderung rendah. Hal ini diketahui dari hasil perhitungan nilai variabel Y (resiliensi) dengan 64 responden, kategori tingkat resiliensi sedang (55%), kategori tingkat resiliensi rendah (23%) dan kategori tingkat resiliensi tinggi (22%) dan (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel bimbingan agama dengan resiliensi anak didik pemasyarakatan di LPKA kelas II Jakarta, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai R sebesar 0,524.
ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DESENTRALISASI FISKAL DAN RASIO KETERGANTUNGAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA Dewi, Nabila Alfanisa; Haryono, Haryono; Rusliyawati, Rusliyawati; Astarani, Juanda
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kn11vv60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya dengan menggunakan rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio desentralisasi fiskal, dan rasio ketergantungan keuangan daerah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tahun 2019–2023 yang diperoleh melalui studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas memiliki nilai rata-rata sebesar 97,38%, yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Selanjutnya, rasio efisiensi memiliki rata-rata sebesar 86,81%, yang tergolong efisien. Sementara itu, rasio desentralisasi fiskal menunjukkan nilai rata-rata sebesar 11,34%, yang termasuk dalam kategori rendah. Adapun rasio ketergantungan keuangan daerah memiliki rata-rata sebesar 82,5%, yang dikategorikan sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengelolaan keuangan daerah telah berjalan secara efisien dan cukup efektif, tingkat kemandirian fiskal masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta optimalisasi potensi ekonomi lokal agar pemerintah daerah dapat memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.