Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akuntansi Praktis Bagi Remaja “Membangun Keterampilan Pencatatan Keuangan Praktis” Abdurachman, Tubagus Arya; Jarno; Jimmy Paulino Ginting Putra
Abdimisi Vol. 6 No. 1 (2024): Abdimisi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abms.v6i1.47198

Abstract

Peningkatan literasi keuangan menjadi tantangan bagi generasi muda, khususnya remaja, yang membutuhkan keterampilan dasar dalam pencatatan keuangan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi akuntansi praktis kepada siswa kelas XII SMA 1962 Tangerang Selatan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi ceramah, tutorial, dan diskusi, yang dirancang untuk memberikan pemahaman serta pengalaman langsung dalam pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sistematis dan akuntabel. Peserta mampu menerapkan keterampilan pencatatan keuangan secara mandiri dan lebih percaya diri dalam mengelola arus kas pribadi mereka. Kesimpulannya, edukasi akuntansi praktis efektif untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan remaja. Disarankan agar pendidikan akuntansi praktis diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah formal dan dilanjutkan dengan pelatihan intensif berbasis teknologi digital untuk keberlanjutan program. Kata Kunci: literasi keuangan, akuntansi praktis, edukasi remaja Improving financial literacy poses challenges for the younger generation, particularly adolescents, who require basic skills in financial record-keeping. This community service program aims to provide practical accounting education to 12th-grade students at SMA 1962 Tangerang Selatan. The methods employed include lectures, tutorials, and discussions, designed to enhance understanding and provide hands-on experience in recording income, expenses, and preparing simple financial reports. The results revealed significant improvements in participants' understanding of the importance of systematic and accountable financial management. Participants were able to independently apply financial recording skills and gained confidence in managing their personal cash flows. In conclusion, practical accounting education is effective in improving financial literacy among adolescents. It is recommended that practical accounting education be integrated into the formal school curriculum and followed up with intensive training using digital technology to ensure program sustainability. Keywords: financial literacy, practical accounting, youth education
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WIRAUSAHA DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI E-BISNIS UNTUK PENGEMBANGAN USAHA Jimmy Paulino Ginting Putra; Fitria Eka Ningsih; Reno Virlandana
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): PROSIDING DEDIKASI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Suka Negara memiliki potensi usaha mikro, kecil dan menengah yang beragam, namun pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha masih rendah. Pelaku usaha menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan literasi digital, akses modal, infrastruktur internet, serta kemampuan pemasaran dan branding online. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital wirausahawan, memperkuat pemahaman pengelolaan modal, serta mendorong pemanfaatan teknologi e-bisnis dalam pemasaran produk lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan literasi digital, pendampingan penggunaan marketplace dan media sosial, bimbingan pengelolaan keuangan usaha, serta praktik pembuatan konten dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan platform e-bisnis, pengelolaan usaha yang lebih rapi, serta kemampuan promosi digital yang lebih efektif. Mitra juga mulai menerapkan strategi branding sederhana yang berdampak pada meningkatnya interaksi konsumen. Kesimpulannya, transformasi digital UMKM desa dapat berjalan lebih optimal melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan intensif. Saran dari kegiatan ini adalah perlunya pelatihan lanjutan, penguatan kerja sama multi-pihak, dan dukungan infrastruktur digital untuk mendukung keberlanjutan usaha berbasis teknologi.