Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Passive Architectural Design Solution to Enhance Thermal Comfort using Building Information Modelling (BIM) on Cafe building in Bandung Agung Prabowo Sulistiawan; Wahyu Buana Putra; Tri Minarti Ashsabariah; Daisy Retnoayu Kusumanigrini; M. Rafi Desramahendra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i1.73-89

Abstract

ABSTRAKSaat ini café menjadi tempat yang digemari oleh masyarakat untuk melakukan pertemuan formal maupun informal. Kenyamanan termal merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa nyaman untuk melakukan suatu kegiatan terutama di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kenyamanan termal pada bangunan kafe "Beda Stories" di Bandung dan dilakukan dengan menganalisis temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan udara, serta mengeksplorasi kemungkinan alternatif desain pasif untuk mencapai kenyamanan yang diinginkan. Analisis ini menekankan pada proses penelitian dengan teori-teori yang sudah ada dengan menggunakan identifikasi dan alat ukur independen dengan menggunakan analisis statis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dalam ruangan di kafe Beda Cerita Bandung memiliki kondisi kenyamanan termal yang rendah pada siang hari, karena memiliki situasi kepuasan termal yang berbeda, oleh karena itu dari hasil yang diperoleh, penelitian ini telah melakukan alternatif desain pasif dengan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk mencapai kondisi kenyamanan dalam ruangan.Kata kunci: Cafe, Building Information Modelling (BIM), Kenyamanan TermalABSTRACTCurrently the café is a place favored by the public for both formal and informal meetings. Thermal comfort is a condition where a person feels comfortable to carry out an activity, especially indoors. This study aims to analyze the thermal comfort of "Beda Stories" Cafe Building in Bandung and conducted to analyze air temperature, humidity, air speed.The study also has explored the possibility of designing the passive design alternative to achieved comfort. This analysis emphasizes the research process with already-existing theories using identification and independent measuring tools utilizing static analysis. It applies quantitative research approaches employing numerical data. The results showed that the indoor environment in cafe Beda Cerita Bandung had low thermal comfort conditions during the day, as it also had different thermal satisfactory situations.Therefore, from the results obtained, the study has conducted alternative passive design using Building Information Modeling (BIM) to achieve indoor comfort condition.Cafe, Building Information Modelling (BIM), Kenyamanan TermalKeyword: Cafe, Building Information Modelling (BIM), Thermal Comfort
Expression of outdoor and indoor spaces in Indonesian menggugat buildings from the aspect of the application of sustainable materials Agung Prabowo Sulistiawan; Quiny Fazel Nafila; Julia Dwina Rachmawaty; Fikri Baihaqi; Seruni Shafa Nurbaya
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural heritage buildings can be interpreted as witnesses to the journey of a country that can be found in every city throughout Indonesia. In line with this, the preservation of Cultural Heritage Buildings (BGCB) must meet technical requirements, preservation requirements, orderly operation of building buildings, and must be continuously maintained. One of the Cultural Heritage Buildings (BGCB) in Bandung City is the Indonesia Menggugat Building located on Jalan Perintis Kemerdekaan, No. 5, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Bandung City. In this research, the method used is a qualitative method with primary data collection techniques (direct observation) and secondary data (references and theories). These two techniques, it is expected to produce a comprehensive understanding of the research topic. The variables of this research are focused on 3 variables, namely the style, color, and texture of the material. Field surveys and interviews were also conducted to support the analysis of the preservation of the Building of Cultural Heritage (BGCB) Gedung Indonesia Menggugat in Bandung. The analysis carried out refers to several parts of the outer space and inner space of the Indonesia Menggugat Building which uses a lot of old materials that are still maintained and reused. Some of these materials such as window openings use teak wood material which is finished with brown lacquer paint to have a natural impression and have good durability. The results of the study show that the effect produced by the use of sustainable materials in the Indonesia Menggugat Building can give the impression that the building feels natural under the use of color in the material. The Neo Classic concept is seen in the texture of materials that are organized and comfortable to look at. The roof, walls, and openings have a positive influence on the expression of the building's outer space when viewed from color, texture, and pattern. In the inner space, sustainable material elements dominate, creating an attractive and expressive impression. The research conclusion shows that the application of sustainable materials with an ecological approach to architecture in the Indonesia Menggugat Building has been applied quite well.
Identifikasi Ornamen Art Deco Pada Eksterior Gedung Merdeka Bandung Sulistiawan, Agung Prabowo; Rafi, Muhammad; Shafira D.A, Siti; Triadi S, Shafwan; Hadi, Muhammad Abdul
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v4i3.9968

Abstract

Cagar budaya adalah harta kekayaan budaya suatu bangsa yang menggambarkan pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang memiliki nilai penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat suatu bangsa. Cagar budaya dapat berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan cagar budaya tersebut. Bangunan Gedung Merdeka yang berlokasi di pusat Kota Bandung menjadi salah satu bagian dari bentuk bangunan cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ornamen Art Deco yang ada pada bangunan Gedung Merdeka. Tujuan penelitian  ini adalah untuk memperkuat eksistensi objek penelitian sebagai salah satu bagian dari warisan budaya yang dilindungi. Metode studi yang dilakukan untuk mengetahui sejarah, implementasi, dan perbedaan unsur cagar budaya adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta observasi lapangan. Metode analisis yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif yang menyajikan hasil yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai bangunan cagar budaya yang diteliti. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan penerapan elemen-elemen art deco yang terdapat di berbagai bagian Gedung Merdeka menunjukkan keahlian dalam menggabungkan bentuk, hiasan, dan ciri khas gaya arsitektur, sehingga menciptakan bangunan yang menjadi ikon dan identitas khas Kota Bandung. Kajian ini dilakukan dengan harapan dapat bermanfaat menjadi pengetahuan dan  digunakan sebagai acuan bagi para arsitek, penggiat budaya, dan masyarakat luas dalam mengapresiasi serta melestarikan warisan budaya arsitektur Art Deco.
PENERAPAN GREEN MATERIAL DALAM MEWUJUDKAN KONSEP GREEN BUILDING PADA BANGUNAN KAFE Sulistiawan, Agung Prabowo; Rahman, Arif Abdur; Hamdani, Gildan Kantona; Faisal, Gieztha Saniy; Agustian, Arie Ilham
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of buildings is one of the largest contributors to global warming. This regard has seen in the use of building materials derived from non-renewable natural resources and the use of Ozone Depleting Substances (ODS). Therefore, it needs the regulation regarding the use of materials in buildings that lead to environmental sustainability and tailored to the stages of building material procurement. This regulation can lead to the criteria of a green building. Hence, this study focuses more on Green Material Standards on a building according to Green Building Council Indonesia (GBCI) and the application of Green Material aspects in the case study of Aruna Dine and Coffee. The purposes of this study are to determine (1) Types of building materials used in Aruna Dine and Coffee Cafe in terms of environmentally friendly materials. (2) The types of building materials used in Aruna Dine and Coffee are in accordance with environmentally friendly materials standards. (3). Advantages and disadvantages of building materials used in the cafe Aruna Dine and Coffee. (4). What are the impacts of using building materials that used in Aruna Dine and Coffee Cafe. The methodology used in this study is qualitative descriptive methods by comparing the Green Material criteria derived from the Government's policy role as well as the role of Green Building Council Indonesia (GBCI), which based on the procurement cycle of building materials. Firstly, the stage of research is selecting the object of study. Secondly, the method of data collection is in the form of observation, discussion, interview, and documentation. Thirdly, conduct data analysis using qualitative descriptive method. In this research focused on several aspects related to the aspect / category of Source & Material Cycle (MRC), in Greenship 2013 version 1.2. The result of analysis can conclude that Aruna Dine and Coffe get 5 points from 7 points of Material & Cycle Criterion (MRC), so that this building categorized in Green Building in term of green material. The results show that the concept of Green Building needed to reduce the environmental impact that can affect global warming. This study expected to be a scientific reference in designing green buildings with attention to concepts that can make the bad impact to environment. Keywords: Green Building, Green Material, Aruna Dine and Coffee Cafe. AbstrakPerkembangan bangunan merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global. Hal ini terlihat pada penggunaan material bangunan yang berasal dari sumber daya alam yang tak terbaharukan serta penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO). Untuk itu, diperlukan aturan yang jelas mengenai penggunaan material pada bangunan yang mengarahkan pada keberlanjutan lingkungan dan disesuaikan dengan tahapan pengadaan bangunan. Aturan ini kemudian dapat mengarah pada kriteria bangunan hijau/Green Building. Oleh karena itu, penelitian ini lebih memfokuskan pada standar Green Material pada sebuah bangunan menurut Green Building Council Indonesia (GBCI) dan penerapan aspek Green Material pada bangunan studi kasus Aruna Dine and Coffee.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). Jenis-jenis material bangunan yang digunakan pada Kafe Aruna Dine and Coffee ditinjau dari segi material ramah lingkungan. (2). Jenis  material-material bangunan yang digunakan pada kafe Aruna Dine and Coffee yang sudah sesuai standar material ramah lingkungan. (3). Kelebihan dan kekurangan material-material bangunan yang digunakan pada kafe Aruna Dine and Coffee. (4). Apa saja dampak penggunaan material-material bangunan yang digunakan pada kafe Aruna Dine and Coffee. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptiif kualitatif dengan cara membandingkan kriteria Green Material yang berasal dari peran kebijakan Pemerintah serta peran Green Building Council Indonesia (GBCI) yang didasarkan pada siklus pengadaan material bangunan. Pertama, tahapan penelitiannya adalah pemilihan objek studi. Kedua, metode pengambilan data dengan cara observasi, diskusi, wawancara, dan dokumentasi. Ketiga, analisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini difokuskan pada beberapa hal yang berkaitan dengan aspek/kategori Sumber & Siklus Material (MRC), dalam Greenship 2013 versi 1.2. Dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Kafe Aruna Dine and Coffe mendapatkan 5 poin dari 7 poin kriteria Sumber & Siklus Material (Material Resources & Cycle/MRC), sehingga bangunan tersebut dapat dikategorikan kedalam bangunan Green Building bila ditinjau dari segi materialnya.Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep Green Building sangat diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap pemanasan global. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah dalam mendesain bangunan hijau  dengan  memperhatikan konsep yang tidak berdampak buruk bagi lingkungan.Kata Kunci : Green Building, Green Material, Kafe Aruna Dine and Coffe.