Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU BELAJAR SISWA Damayanti, Delvi; Hutasoit, Elni; Natasya, Fitri; Situmorang, Kristina; Maya, Mianda; Sihombing, Nurlia; Hutasoit, Repelina; Tarigan, Winda; Perangin-angin, Laurensia Masri
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 1 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i1.136-144

Abstract

Pendidikan masyarakat merupakan program penting dan mendasar yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan. Hal ini dikarenakan fungsi pendidikan adalah membangun dan membentuk karakter serta peradaban bangsa.Agar dapat menerapkan MBS secara efektif dan efisien, guru perlu melakukan inovasi dalam meningkatkan pengelolaan kelas. teladan bagi siswa di kelasnya. Untuk memotivasi siswa belajar, kelas harus memiliki suasana yang disiplin dan menyenangkan. Kreativitas dan kecerdikan guru dalam mengimplementasikan MBS perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan. Pencapaian pendidikan yang bermutu memerlukan pelayanan yang berkesinambungan yang senantiasa menjaga standar mutu yang tinggi, dan tentunya kerjasama antara internal dan eksternal sekolah. Ini selalu didorong dan direncanakan dengan baik. Di Indonesia, pendekatan manajemen sekolah diposisikan sebagai kritik terhadap manajemen pendidikan terpusat yang selama ini terpusat. Pendekatan manajemen berbasis sekolah memberikan kemandirian pengelola sekolah baik dalam manajemen kepemimpinan maupun pengembangan kelembagaan, manajemen program, penyampaian sumber belajar, alokasi sumber daya, dan yang paling penting meningkatkan partisipasi masyarakat di lingkungan sekolah itu sendiri.
Pengaruh Perbedaan Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Situmorang, Kristina; Palemba, Yoelan; Masengi, Melisa Ch
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 1 No 1 (2022): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ifs.v1i1.52

Abstract

Nila dapat hidup di air tawar, air payau dan air laut dengan kadar garam antara 0-35 ppt. Ikan nila Oreochromis niloticus air tawar dapat dipindah ke air asin dengan proses adaptasi bertahap, yaitu dengan menaikkan kadar garam sedikit demi sedikit dan juga dapat langsung di pelihara pada air bersalinitas. Pada Penelitian ini dilakukan tanpa proses adaptasi terlebih dahulu. Untuk meningkatkan produksi budidaya khususnya ikan nila Oreochromis niloticus, dapat dilakukan dengan cara mengetahui media pemeliharaan yang optimal bagi pertumbuhan ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh salinitas berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Nila Oreochromis niloticus serta mengetahui salinitas terbaik dalam media pemeliharaan benih ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus tahun 2016, bertempat di Kampus Politeknik KP Sorong. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila Oreochromis niloticus berukuran 4 cm dan berat 0,51 gram. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Selanjutnya menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95% (F < 0,05) yang kemudian di lanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada perlakuan 20 ‰ menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata, tetapi dari tingkat rata-rata setiap perlakuan, pertumbuhan panjang mutlak yang tertinggi pada perlakuan B ( 5‰) sebesar 0,95 cm, dan di susul perlakuan C sebesar 0,88 cm, dan di ikuti perlakuan A (kontrol) sebesar 0,83 cm, perlakuan D (15‰) sebesar 0,80 cm dan yang terendah pada perlakuan E (20‰) sebesar 0,53 cm. Untuk pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada perlakuan C (10‰) sebesar 1,52 gram, dan di susul perlakuan A (10‰) sebesar 1,33 gram, dan di ikuti perlakuan B (5‰) sebesar 1,26 gram, perlakuan D (15‰) sebesar 1,02 gram dan yang terendah perlakuan E (20‰) sebesar 0,37 gram. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila terbaik pada perlakuan A (Kontrol) 86,67%,kemudian  perlakuan B (5‰) yakni sebesar 76,67%, dan di susul perlakuan C (10‰) sebesar 73,33%, perlakuan D (15‰) sebesar 70,00 % dan terendah pada perlakuan E (20‰) sebesar 36,67%. Ikan nila dapat hidup pada kisaran suhu antara 27 – 30  dan pH air media antara  6,8  - 7,9 ppm.