Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyelesaian Administrasi Nikah Di Bawah Umur Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam (Studi Kecamatan Lungkang Kule) Rohmadi, Rohmadi; Zakiruddin, Muhammad Aziz; Abito, Jasrin
MU'ASYARAH: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam Vol 3, No 1 (2024): Maret
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mua.v3i1.5064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyelesaian administrasi nikah di bawah umur dari perspektif hukum positif dan hukum Islam, dengan studi kasus di Kecamatan Lungkang Kule. Dalam konteks hukum positif, pernikahan di bawah umur diatur oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menetapkan batas minimal usia pernikahan. Sementara itu, hukum Islam memiliki ketentuan tersendiri yang mengatur pernikahan di usia dini berdasarkan syariat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, yang didukung oleh data primer dari wawancara dengan tokoh masyarakat, petugas Kantor Urusan Agama (KUA), dan pihak keluarga yang terlibat dalam pernikahan di bawah umur. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup literatur hukum positif dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Lungkang Kule, terdapat beberapa kasus pernikahan di bawah umur yang disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Proses penyelesaian administrasi nikah di bawah umur dalam perspektif hukum positif melibatkan prosedur dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama. Sedangkan dalam perspektif hukum Islam, terdapat perbedaan pandangan ulama terkait kebolehan pernikahan di usia dini, namun pada prinsipnya syariat mengedepankan kemaslahatan dan kesiapan mental serta fisik calon mempelai. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara penerapan hukum positif dan pemahaman hukum Islam dalam menangani kasus pernikahan di bawah umur. Selain itu, diperlukan peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif pernikahan dini serta pentingnya mengikuti prosedur hukum yang berlaku demi tercapainya pernikahan yang sah dan berkualitas.
Multicultural Education and Its Impact on the Character of Religious Moderation in Students at Pancasila Islamic Boarding School, Bengkulu City Utami, Dilly Yuwita; Widiyanto, Enggar Aditya; Abito, Jasrin; Karni, Asniti; Riadi, Dayun
Journal of Social Work and Science Education Vol. 7 No. 2 (2026): Forthcoming Issue
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52690/jswse.v7i2.1365

Abstract

This study analyzes the implementation of multicultural education in shaping students’ character at the Pancasila Islamic Boarding School in Bengkulu City. The research focuses on three primary aspects: the forms of multicultural education, the strategies employed by kyai and ustadz in instilling multicultural values, and the subsequent impact on students’ character. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis followed the interactive model of Miles, et. al., (2020) with triangulation techniques ensuring data validity. The findings reveal that multicultural education is implemented comprehensively by integrating the Islamic values of rahmatan lil ‘alamin with spirit of nationalism into the curriculum, social activities, and institutional culture. Key strategies include exemplary leadership (uswah hasanah), communal living, intercultural dialogue, and strengthening of national values. The result indicates a significant enhancement in students’ religiosity, tolerance, and national awareness. This study’s novelty lies in its contextual analysis of boarding school that harmonizes Islamic principles with Pancasila as the foundation of multicultural education. Practically, it demonstrates that Islamic boarding schools can serve as inclusive educational models for fostering a moderate and patriotic Muslim generation.